SUAMIKU SERIGALA

SUAMIKU SERIGALA
Kedua Suaminya Kelaparan


__ADS_3

"Ehem!" Baginda Raja berdeham.


"Ma-maafkan, saya, Baginda!" Sheira menyadari sekarang posisi sedang tidak baik.


"Nikmati hidangannya lalu beristirahatlah. Besok pagi kepala kongres pasti sudah sampai. Malamnya, aku akan mengadap pesta penyambutan untuk kalian." ucap Baginda Raja.


Hana hanya mendengarkan. Dia harus sudah mempersiapkan diri untuk tantangan yang tak terduga. Kepala kongres entah bagaimana rupanya. Apakah mereka kejam dan licik. Semua masih jadi misteri bagi Hana.


Makan malam berlangsung khimat. Tanpa ada lagi sindiran. Hana masih saja tak tenang saat Eliot membawanya kembali ke kamar.


"Apa yang kau pikiran, sayang?" Hana sudah berada dalam pelukan suaminya. Dan Eliot mengusap dengan lembut rambutnya.


"Kau masih berhutang cerita denganku!" Hana mendangakkan wajahnya.


Pintu kamar Eliot dibuka, Aaron masuk tanpa permisi.


"Setidaknya aku datang lewat pintu," Aaron berkata sambil melirik kearah Hana. Dan langsung duduk di ranjang mereka.


Hana melirik kecut. Dia masih kesal dengan Aaron yang sering menggodanya.


"Cih, kau masih ngambek denganku? Setidaknya berikan suamimu ini dukungan sebelum berperang!" Cetusnya. Meraih rambut Hana dan menciumnya.


Hati Hana terusik. Dia pun bukan wanita kejam dan tak memiliki perasaan. Apalagi, Aaron mengikuti kongres demi dirinya.


"Jangan meminta jatahmu sekarang. Selain itu, aku bisa berikan," ucapnya. Aaron tersentak. Dia tak mengira Hana akan memberikan hembusan angin surgawi.


"Benar boleh, Hana? Kau sungguh-sungguh dengan ucapanmu." Aaron meyakinkan lagi agar Hana tak menarik ucapnya.


"Tenang saja, istriku tidak akan berbohong," ucap Eliot. Dia harus mulai terbiasa berlapang dada dan berbagi istrinya.


"Sudahlah, jangan bawel. Aku ini sedang membahas sesuatu," ucap Hana. Dia ingin melanjutkan obrolannya yang sempat tertunda karena kedatangannya.


"Mamangnya apa sedang kalian bahas?" Aaron sudah melepaskan atribut yang dia pakai. Bergabung dengan Eliot yang hanya bertelanjang dada.


"Haduh, kalian ini mau bercerita atau menggodaku sih?" dengus Hana. Matanya pun tidak buta. Mana mungkin dia terpejam saat melihat roti sobek besar-besar itu dihadapannya.


"Ya, sekalian mendayunglah. Siapa tahu kau berubah pikiran dan memberikanku jatah malam ini," ucap Aaron menimpalinya. Hana memijat keningnya yang berdenyit saat Aaron berbicara.

__ADS_1


"Tidak apa-apa sayang, lagipula kau kan belum pernah mencoba di ranjangku ini!" Eliot yang ikutan menggodanya. Memeluk tubuh istrinya dari belakang.


"Nah benar apa yang El katakan Han. Kita mencoba ranjang baru saja. Setelah itu baru bercerita!" Tubuh Aaron mendadak tak bisa dikendalikan. Dia pun ingin segera menyentuh istrinya.


"Hah, kalian berdua sama saja." Hana berkerucut bibir sesaat. Namun, bibirnya langsung di garap dari depan oleh Aaron dan Eliot menciumnya dari belakang.


Hana sudah tak bisa bergerak. Dia hanya bisa menuruti kemauan kedua suami serigalanya yang sedang kelaparan.


***


Suara barang dibanting dan dipecahkan timbul dari kamar Asher. Dia sedang marah karena rencananya tak berhasil. Sheira gagal dengan hipnotis pemikatnya. Dia tak bisa meluluhkan Eliot.


Dan karena kesalahan itu membuat Eliot dan Aaron semakin waspada.


Dia sempat berpikir sebelum bertemu dengan Aaron. Aaron akan memihak dan mendukungnya. Tapi, sekarang sepertinya dia harus mencari sekutu lain atau merebut paksa apapun yang dimilikinya.


Sheira masuk ke kamarnya dan melihat kamar Asher yang porak poranda karena ulahnya.


"Apa ini? Kau sedang marah terhadapku?" Sheira mengartikan kekacauan yang dibuatnya adalah sebagai dari hati Asher yang sedang kesal dengannya.


"Kalau kau tahu tidak usah bertanya. Kau masih saja bodoh. Begitu saja tak bisa menaklukkannya!" Cibir Asher.


"Kau ingin bertarung denganku? Kau sudah lupa siapa dirimu sebenarnya!" Asher yang berang menepis kobaran sihir yang mengarah padanya. Dia melesat cepat dan mencekik lehernya dengan kasar.


Sheira masih dapat merasakan sakit di lehernya. Peringatan cekikan dari Eliot saat itu belum sepenuhnya hilang.


Dia mengeratkan giginya. Mencoba melawan. Tapi, tetap saja dimana Eliot dan Asher, Sheira hanyalah wanita serigala yang tak berguna.


"Ma-maafkan, aku, ma-maafkan aku, Pangeran Asher. Aku janji tidak akan mengulangi. Aku akan selalu ada dibawah perintahmu!" ucap Sheira memohon pengampunan dan keselamatan untuk dirinya.


Saat ini dia tidak boleh mati. Sebelum semua rencana yang dia susun berhasil.


Brukk!! Asher menghempaskan kasar tubuhnya. Mata merahnya kembali meredup.


"Dengarkan aku, kau hanya salah satu pionku. Jadi, jangan pernah berpikir macam-macam. Apalagi sampai berkhianat. Kau pasti tahu, jantung serigalamu ada di tanganku. Kapan pun aku mau, aku dengan mudah menghancurkannya!" ancam Asher mencengkram kasar dagu Sheira.


Tubuhnya bergetar, dia hampir lupa. Nyawanya ada di tangan Asher. Sedangkan jantung yang di pakai hanyalah jantung kapas buatan saja.

__ADS_1


"Pergilah. Dan aturlah rencana dengan matang. Jangan membuatku menyesali membawamu kesini." Delikan tajam Asher membuat Sheira bergidik. Dan dia segera meninggalkan kamarnya.


***


"Selamat pagi, Nona Hana!" suara nan merdu membangunkannya. Hana menggeliat dan melirik ranjangnya.


"Pangeran Eliot dan Aaron sedang berlatih memanah dihalaman istana, Nona. Saya, Bezial, dayang yang sudah di siapkan para pangeran untuk membantu semua keperluan anda selama anda disini!" ucapnya. Dia bahkan menjawab sebelum Hana berbicara sepatah katapun.


"Sepertinya aku masih bisa melakukannya sendiri, Be-zi-al." Hana masih risih dan belum terbiasa dilayani oleh seseorang.


Brukk! Gadis itu berlutut menundukkan wajahnya di lantai, "Maafkan saya, Nona. Saya mohon anda jangan menolak saya! Kalau anda menolak saya, saya akan dihukum penggal oleh para pangeran," ucapnya tiba-tiba menangis. Dia ketakutan saat Hana menolak keberadaannya.


"Apa? Dipenggal?" Hana bergidik ngeri saat mengulangi perkataannya.


Dia tak mengira kedua suami serigalanya akan melakukan ancaman yang mematikan. Mereka tahu, Hana pasti akan menolak untuk dilayani. Tapi, itu berbeda dengan Rani, dia yang sama didatangi seorang pelayan menyambutnya dengan tangan terbuka.


"Haduhh, baik, baiklah. Aku tidak akan menolakmu!" ucap Hana. Gadis tadi menghentikan tangisnya dan mengangkat wajahnya.


"Be-benarkah, Nona. Kalau begitu, saya akan membantu Anda untuk mandi sebelum sarapan bagi di aula bersama Baginda Raja dan Permaisuri!" Bezial kembali bersemangat dan menghampiri Hana ke ranjang.


"Tu-tu-nggu dulu!" Hana menarik selimutnya. Dia tak ingin pelayan-nya melihat kondisi yang tak mengenakan sehelai benang pun.


Dasar dua serigala berandalan. Mereka bahkan tak menyisakan bajuku. Lihat saja nanti, aku akan beri mereka pelajaran.


umpat Hana. Membuat dua suami serigalanya yang sedang melesatkan panah tak mengenai sasaran. Kedua anak panah mereka jatuh terjerambab di tanah.


"Kau merasakan sesuatu, El?" Aaron yang tiba-tiba meras buluk kuduknya berdiri.


"Uhm, sepertinya ada seseorang yang sedang merutuki-ku!" sahut Eliot.


Mereka tiba-tiba menjadi akrab setelah pertempuran semalamnya. Saling menatap mantap. Dan kedua bersama bergidik kembali.


***


Notes: aku masukan visualnya ya


__ADS_1




__ADS_2