
Greg adalah serigala hitam pembawa ilusi dan menyamar. Dia bisa menyerupai siapapun. Bahkan setiap penyamarannya bisa terlihat sempurna bagi orang awam.
Dia mendapatkan satu informasi yang menggiurkan. Walaupun dia sendiri belum menyakini keakuratan informasi tersebut. Dia berani mengambil resiko saat tahu hadiah yang dijanjikan.
Matius menyibakkan rambut Hana dan melihat wajahnya yang pucat seperti mayat. Dia berpikir keras, bagaimana caranya membuat gadis itu siuman.
"Norman, nyalakan api!" perintahnya.
Salah satu laki-laki bertudung merah maju dan membuat sesuatu dengan gerakan tangannya. Dan tak lama api menyala. Matius membaringkan tubuh Hana didekat perapian tadi.
"Kalau dia tidak sadar juga, aku akan langsung membakarnya hidup-hidup bersama denganmu!" Cetus Matius melayangkan pandangannya pada Greg.
Greg terlihat menciut dan ketakutan. Hatinya pun sudah diliputi kalang kabut. Dia resah juga gelisah.
Dua jam berlalu, mereka terlihat masih menantikannya. Perlahan wajah memucat Hana sirna. Dia, perlahan mulai menggerakkan tangannya.
Disisi lain Eliot dan Aaron sedang memulihkan tenaga mereka yang kelelahan karena pertengkaran fisik tadi. Mata terpejam Eliot mendadak terbuka.
__ADS_1
"Aku bisa merasakannya! Dia, Hana-ku. Istriku masih hidup!" cetus Eliot.
Aaron langsung membuka matanya, walaupun harapan mereka sedikit, ucapan Eliot menjadi pemicu semangat mereka.
"Dimana dia?" Aaron bertanya dengan serius menantikan visi yang sedang dilihat Eliot.
"Bagaimana dia bisa kesana?" Eliot benar-benar sudah membuka matanya dan berdiri.
"Lorong hitam padang bersalju!" Aaron membelalakan matanya.
"Hana tidak mungkin bisa bertahan disana terlalu lama, ayo, cepat!" Mereka pun langsung melesat ketempat yang di visi oleh Eliot.
Hana membuka matanya perlahan. Hawa dingin masih menyerap seluruh tubuhnya. Dia bahkan tak bisa menggerakkan seluruh tubuhnya, jari-jarinya hanya bisa bergerak sedikit.
"Katakan, dimana kau menyembunyikannya?" Matius langsung memburunya dengan pertanyaan yang benar-benar tak di mengerti oleh Hana.
Si-siapa mereka? Bagaimana aku bisa sampai disini? Bukankah tadi ada suaminya.
__ADS_1
Diingatan Hana saat dia bertemu dan digandeng oleh suaminya.
Hana hanya bisa menggerakkan kelopak matanya naik dan turun secara perlahan. Mulutnya terasa terkunci walaupun dia ingin sekali berteriak atau sekedar menjawab dan bertanya pada mereka.
Matius terlihat emosi dia kemudian mencekik leher Hana dengan kasar, "Cih, ini yang kau bilang gadis pilihan, Greg!" suara Greg menggelegar dan dia bersiap membanting tubuh Hana.
Matius merasa dibohongi oleh seorang serigala hitam yang berharap mendapatkan posisi di kawanan mereka.
"Norman, Spargo, bakar dia!" perintah Matius dan kedua nama yang dipanggil langsung menyerap Greg seperti hewan buruan dan bersiap mematahkan seluruh tulang ditubuhnya.
"Ti-tidak, Tuan Matius! Maafkan saya, saya mohon berikan saya satu kesempatan lagi!" Greg mencoba bernegosiasi. Namun, "Aargghh!" sedetik kemudian Greg sudah masuk dalam kobaran api yang membakar seluruh tubuhnya. Dia terbakar dalam kobaran api yang besar hingga tersisa hanya abu dari tulang-tulangnya.
"Sia-sia kita datang kemari. Hanya bertemu dengan sampah yang harus dibakar!" Matius mengangkat Hana dengan tangannya masih mencengkram di lehernya.
Dia langsung melemparkan tubuh Hana pada kobaran api tersebut. Tubuh Hana langsung dilalap si jago merah.
"Hah, ayo kita pergi, Norman, Spargo!" Matius yang meyakini Hana sebagai manusia biasa sudah mati terbakar api. Mereka pun menghilang dari kobaran api yang masih menyala-nyala.
__ADS_1
Kobaran api tadi tiba-tiba berubah jadi bongkahan es dan, Brakk! Hancur berkeping-keping.