
BLASH.
Eliot menarik tubuh An Han ke dalam pelukannya dan Eliot pun tersenyum bahwa dia sudah dapat mengalahkan Aaron. Mengalahkan kekuatan Aaron yang menutupi kebenaran An Han adalah wanita yang sudah Eliot berikan tanda lebih dulu.
Sebuah pedang tiba-tiba muncul di tangan Aaron dan,
JLEB.
Arrrggghhh.
Pedang tadi langsung menusuk tepat di punggung An Han...
Aaron terbangun dengan mimpi buruknya yang bangkit setelah seribu tahun.
Tidak. Bukan aku. Aku tidak mungkin orang yang telah membunuh Hana. Tidak mungkin. Aku sangat yakin aku mencintai nya.
Aaron masih tak percaya dengan mimpi yang dia lihat.
"Tuan, anda tidak apa-apa"
Nick dan Nath yang kembali berada di hadapan Tuan-nya.
"Aku tidak apa-apa. Aku akan bersiap ke tempat Hana"
Aaron turun dari ranjangnya dan berjalan ke kamar mandi, menghilangkan semua mimpi buruk yang terus membayangi.
.
.
.
"Bagaimana? Apa kau sudah puas sekarang"
Eliot yang terus menatap wanita yang di cintai nya sedang menatap kedua buku nikah yang sudah dia dapatkan.
Hana mengembangkan senyum terindahnya.
"Kau puas tidak Ran?
Hana yang berteriak ke bangku depan terlihat Rani sama gilanya dengan Hana masih memandangi buku nikah mereka.
" Iya Han..., untung saja kau menelpon ku tadi, kalau tidak si brengsek satu ini akan terus menghindar!"
Celetuk Rani yang kegirangan saat pagi tadi di telpon Hana untuk mengajaknya ke catatan sipil.
Eliot dan Lucas yang sedang menyetir hanya bisa bergeleng kepala melihat tingkah kedua wanita yang di cintainya.
Lucas ingin protes tadi pagi karena Hana mengganggu prosesin ikatan pasangan mereka, namun ketika Rani menangis sambil tersedu ala drama Korea akhirnya Lucas pun luluh.
Eliot menekan jendela pembatas agar bagian depan bisa tertutup.
"Kita makan siang di pub saja, Lucas"
Perintah Eliot.
"Baik"
Mobil pun segera meluncur dan Eliot mengunakan kekuatan untuk kedap suara.
"Kemarilah"
Eliot menarik Hana ke pangkuannya.
"Sebentar, aku simpan dulu"
Hana menyimpan kedua buku nikah mereka ke dalam tas.
"Ada apa"
Hana yang sudah di tarik Eliot ke pangkuannya.
"Aku mau menagih hutang" ucap Eliot, Hana kembali tersenyum malu-malu.
__ADS_1
"Tapi kita sedang di mobil" Hana berbisik di telinga Eliot.
"Aku sudah memasang kedap suara dengan kekuatan ku"
Eliot berbisik kembali di telinga Hana.
BLASH.
DAG. DIG. DUG.
DEHG.
Wajah Hana memerah lagi.
"Kau tak boleh menolak nya!"
Tangan Eliot bergerak membuka beberapa kancing baju Hana hingga terlihat bagian intim milik Hana yang menantang.
"Aku mau itu, boleh!" Ucap Eliot memberi kode dengan bibirnya, Hana menatap wajah Eliot mengangguk pelan saat kedua intim bagian depannya sudah di sentuh tangan Eliot.
Hana menggigit bibirnya,
"Pelankan suara-mu"
Eliot berbisik lirih sambil mulutnya mengesap salah satu dari milik Hana.
Hana hanya bisa menahannya. Tubuhnya menggeliat di atas pangkuan Eliot ketika Eliot berselancar bergantian di miliknya.
"E-El... " Hana bersuara.
"Hemm"
"Kita sudah sampai, Tuan" Lucas memberitahu menghentikan kegiatan nya. Eliot melepas sesaat selancarannya.
"Pilihlah ruangan untuk makan siang kalian. Aku makan di mobil sebentar"
Perintah Eliot.
"Baik, Tuan. Terima kasih"
Yang terdengar suara pintu mobil di tutup dan suasana hening sesaat.
"Sampai dimana tadi"
Eliot kembali menatap wajah Hana dan akan menempelkan kembali bibir Eliot,
KRUYUUKK. KRUYUUUKK.
Suara perut Hana berbunyi.
Eliot tersenyum.
"Maaf sayang, bisaaa di lanjut nanti, aku sungguh kelaparan"
Hana menunjukkan wajahnya yang menggemaskan.
Astaga. Wajahnya..., belajar dari siapa dia bertingkat imut seperti itu.
Eliot mencubit kedua pipi Hana dengan gemas. Tangannya merapikan kancing baju yang dia buka tadi.
"Kiss me!" Ucap Eliot sambil memberikan pipinya.
CUP.
Hana mengecup pipi Eliot dan langsung menutupi wajahnya karana malu.
BLUSH.
Wajah Eliot memerah dan tersenyum.
CEKLEK.
Pintu mobil di buka Eliot dan Hana turun terlebih dahulu. Hana langsung menggandeng lengan Eliot dan menyandarkan kepalanya.
__ADS_1
BLASH.
Aaron dan kedua kembar muncul di hadapan mereka. Hana menatap acuh tak acuh pada Aaron mengingat kejadian tak mengenakan di antara mereka terakhir kali.
"Hana, kemarilah"
Aaron berusaha mendekati, Hana menggeleng dan beringsut ke dalam pelukan Eliot menarik tangan Eliot agar memeluk pinggang Hana.
"Lihatlah, aku sudah menikah. Kau jangan mengganggu lagi"
Seloroh Hana menunjukkan cincin merah delima yang sudah tersemat di jari manis Hana.
Eliot hanya tersenyum melihat tingkah Hana yang kini lebih dulu memproklamirkan hubungan mereka.
Aaron mendelik dan menatap tajam Eliot.
"Hei, kau jangan menatap Eliot-ku seperti itu. Aku memang sungguh sudah menikah dengan nya, lihatlah!" Hana yang langsung menggebu dan mengeluarkan buku nikah mereka.
BLUSH.
Wajah Eliot memerah ketika Hana menyebut dirinya, Eliot-ku.
KREK. KREK.
Tangan Aaron mengepal dengan erat
"Kau bilang apa barusan, Eliot-ku, cih, hah!"
Geram dan cemburu Aaron di buatnya.
"Iya. Eliot-ku. Eliot-ku. Mau berapa kali kau dengar makanya jangan ganggu lagi! Ayo kita pergi, El..., " Hana menarik tangan Eliot melewati Aaron begitu saja.
BLASH.
Tangan Aaron meraih tangan Hana.
Arrrggghhh.
Aaron sedikit meringis ketika dia menyentuh tangan Hana yang membuatnya merasa terbakar, namun dia menekan dengan kekuatan dalamnya.
"Hana, maafkan aku, aku tahu kau sedang marah. Tapi kau tak bisa begitu saja melupakan kenyataan aku juga adalah suami-mu"
Aaron yang bersikeras mempertahankan keyakinan bahawa Hana adalah istrinya.
"Hiss, apa sihh. Lepas!"
Hana menghempaskan tangan Aaron.
"Suami. Suami. Enak saja ngaku-ngaku, suamiku cuma satu, dia! " Hana yang mendelik tidak Terima sambil menunjuk-nunjuk dada Eliot.
DEG. DEG. DEGH.
Pengakuan dari Hana membuat Eliot berdebar dan menggila.
"Sayang..., aku sangat kelaparan, ayo cepat kita makan!" Hana membalikkan tubuhnya dan langsung bergelayut manja di lengan kekar Eliot.
Eliot membawa masuk Hana ke ruang makan khusus dan langsung memangku Hana.
"Makanlah" Ucap Eliot yang turun ke pinggang Hana menurunkan sesuatu dari balik dress milik Hana.
"Ah, El..., biarkan aku makan dulu" pekik Hana yang tubuhnya kembali meremang ketika kulitnya bersentuhan dengan paha Eliot.
"Aku benar-benar gila Hana, sungguh aku tergila-gila padamu. Kau tahu berapa lama aku menahan semua ini, aku bahkan harus menunggu seribu tahun untuk mendengar kau berkata seperti tadi... "
Eliot yang menggila tangannya berselancar ke seluruh tubuh Hana, membalikkan tubuh Hana dan membaringkan nya ke sofa.
"El"
"Sstt. Diam, biarkan aku yang bergerak!" Laksana seperti perintah ketika Eliot menarik kedua paha Hana hingga dengan bebas Eliot melihat kepemilikan Hana, perlahan kepala Eliot mendekati beberapa detik kemudian yang terdengar hanya ******* dan teriakan sejadinya dari mereka.
Eliot dengan cincin yang sama dengan milik Hana yang bersinar memerah muncul di jari Eliot bersamaan dengan mereka melakukan ikatan pasangan.
Aaron yang muncul di hadapan mereka menatap sakit hati dan merasakan dadanya seperti tertusuk ribuan pedang, ia bahkan tak percaya Eliot mampu membuka segel yang telah dia kunci selama seribu tahun untuk membuka ikatan pasangan mereka.
__ADS_1
Kenapa di kehidupan ini pun aku tetap tak bisa mendapatkan cintamu Hana. Apakah aku sungguh bersalah karena aku sangat mencintaimu...