SUAMIKU SERIGALA

SUAMIKU SERIGALA
Hana Menghilang


__ADS_3

"Sa-sayang ... di-dingin sekali!" pekiknya.


Hana sudah merasakan tubuhnya benar-benar mengigil. Dia, seperti berada di kutub bersalju.


Setiap kali Hana berbicara, Eliot tak menggubrisnya. Dia, seolah tak perduli dengan tubuh Hana yang sudah hampir mati karena membeku.


Hana menghentikan langkahnya, dia sudah tak kuat berjalan lagi. Kakinya seperti mati rasa. Membeku seperti es.


"Sa-sayang!" suara Hana makin parau, bahkan untuk memanggil nama suaminya pun seolah tak bisa keluar.


Brukk!!


Dia terhuyung dan tubuhnya roboh di padang penuh bersalju.


***


"Mana Hana?" Aaron bertanya saat melihat Rani hanya keluar sendiri dari kamar mandi.


"Loh, dia belum keluar? Aku pikir dia duluan!" Rani yang mengibaskan tangan basahnya.


"Kau jangan bercanda?" Aaron mencengkram kuat tangan Rani. Wajahnya berubah khawatir.


"Sungguh? Untuk apa aku berbohong!" cetis Rani.

__ADS_1


"Nick, Nath, periksalah!" Aaron memberikan perintah. Kedua kembar langsung menghilang dan tak berapa lama mereka kembali dengan kode gelengan kepala.


Brukk!


Tubuh Rani dihempaskan, bagi Aaron sudah tidak ada guna bertanya lagi.


Para pengawal yang mendampingi Hana dan Rani bergegas berpencar. Mereka tahu bahwa telah lalai dalam bertugas. Karena telah membiarkan Hana menghilang.


***


"Ada apa Pangeran Eliot?" Permaisuri bertanya pada putranya yang terlihat begitu gelisah.


Saat ini mereka sedang berada di meja makan. Makan bersama untuk menyambut kepulangan Asher dan tentu saja tamu yang dibawanya, Sheira.


Lucas menghampiri dan menyentuh pundaknya, "Aku tidak apa-apa Permaisuri, Baginda Raja, hanya saja aku mohon izin," Eliot sudah tak bisa menahannya terlalu lama.


"Izin?" tegas Baginda Raja.


"Iya, Baginda, aku mohon izin untuk kembali. Ada satu hal yang harus aku selesaikan!" ucap Eliot. Kini dia beranjak dari duduknya.


Orang tua Eliot hanya saling menatap. Mereka tak ingin banyak bertanya, apalagi kondisinya saat ini sedang ada Asher.


"Baiklah, jika memang hal itu sangat mendesak, kami izinkan. Jika telah selesai segeralah kembali!" pesan Baginda Raja.

__ADS_1


Eliot dan Lucas pun undur diri. Mereka berdua segera menghilang. Segurat rasa kecewa muncul di wajah Sheira. Padahal dia berencana akan melancarkan misinya nanti malam.


***


Eliot, Lucas, Aaron, dan kedua kembar saling berhadapan.


"Kau bersamanya?" Eliot berkata saat mereka bertatapan.


"Aku memang bersamanya, tapi aku biarkan dia pergi ke toilet bersama Rani," sahut Aaron memberikan penjelasan.


"Argghhh, bodoh! Kenapa kau tinggalkan dia sendirian. Asher, kau tahu kan dia sudah kembali!" Eliot berkata penuh penegasan.


Baru kali ini dia merutuki kebodohan Aaron yang meninggalkan istrinya. Eliot tahu, dibandingkan dengan Asher, Aaron sudah pasti tidak akan melukainya.


"Kau tidak bisa melacak keberadaannya?" mata Aaron berubah menjadi hijau, dia sudah terlihat begitu marah.


"Jantungku berhenti berdetak, aku tidak bisa merasakan apapun," ucap Eliot terdengar putus asa.


Dan. Bugh!


Aaron meninju keras Eliot hingga membuatnya mundur beberapa langkah. Aaron sudah gelap mata, dalam pikirannya hanya ada Hana. Dia, benar-benar gelisah dan sangat ketakutan.


"Brengsek!!" Eliot maju dan membalas pukulannya. Matanya pun sudah berubah menjadi biru. Kobaran api pun sudah keluar dari kedua tangannya. Dan, dia sudah melayangkan kobaran tadi pada Aaron.

__ADS_1


Lucas dan kedua kembar tak ikut campur. Mereka hanya menjadi penonton ketika para tuannya sedang baku hantam menggunakan kekuatannya.


__ADS_2