SUAMIKU SERIGALA

SUAMIKU SERIGALA
Sudah berbaikan


__ADS_3

Aaron tak menghiraukan. Dia kini sudah berada disamping tubuh Hana. Mengapit istrinya di tengah.


Mata Permaisuri berbinar, "Aku senang, aku senang sekali. Ternyata kalian sudah berbaikan. Terima kasih sayang. Maaf, aku perkenalkan diri, aku, Yola Sabian, permaisuri kerajaan para serigala tampan ini!" Permaisuri kini memeluk tubuh Hana. Mengusap punggungnya yang mendadak membeku atas ucapan Aaron.


"Ehem!" Satu dehaman keras disamping tubuh Permaisuri.


"Oya, dia suamiku, Elzard Castro De Sciglio, Raja dari kerajaan yang kami buat," permaisuri memperkenalkan nama suaminya yang sulit sekali dicerna oleh Hana.


"Ah, iya, iya, salam kenal, Papa, Mama, aku, Hana!" ucap Hana.


Membuat segurat senyuman dan mereka tertawa karena Hana memanggilnya dengan sebutan berbeda.


"Dan ini, Rani, istriku, Baginda Raja, Permaisuri!" setelah yakin saat Lucas mendapatkan lirikan juga dari orangtuanya.


Rani pun dipeluk sama seperti Hana. Membuat wajahnya prustasinya beberapa saat lalu menghilang.

__ADS_1


"Uhm, karena kami tidak tahu kalian akan datang. Jadi, maukah kalian menunggu sebentar saat koki kami menyiapkan makan siangnya!" ucap Permainan.


Hana melirik suaminya, "Kau tenang saja, khusus untuk kedatangan kalian berdua, kami pasti memasak makanan manusia!" ucap Eliot membuat tubuh Hana bergidik ngeri. Dia tak bisa membayangkan makanan apa yang dimakan mereka kalau dia tak ada.


"Aku tidak pilih-pilih makanan kok. Apa saja aku makan, termasuk manusia!" Sheira menyelak bicara sambil matanya memicing takan kearah Hana. Hana hanya menahan salivanya.


"Jaga bicaramu, Sheila. Jangan membuat para tamu-ku ketakutan!" Eliot tak kalah suram menatap wajah Sheira.


"Cih!" Umpatnya.


"Ayo, Hana!" Eliot mengapit pinggang istrinya. Setelah berbasa-basi dia pun ingin segera membawa Hana keluar.


"Aku juga pamit, Baginda Raja, Permaisuri, aku ingin menemani istriku juga!" Aaron memberi hormat dan akan mengikutinya.


"Hei, Aaron apa kau sungguh-sungguh dengan ucapanmu?" Asher masih tak percaya dengan ucapannya.

__ADS_1


"Mana pernah aku berbohong dengan ucapanku. Aku bahkan sudah mendaftarkan diri untuk ikut kongres!" cetus Aaron.


Membuat mata Asher dan Sheira mendelik. Apalagi Aaron langsung meninggalkan mereka tanpa mau mendengar apapun. Sedangkan Baginda Raja dan Permaisuri hanya saling melirik dan tersenyum. Mereka seperti mendapatkan sinar baru.


Ternyata apa yang mereka bayangkan sangat sulit. Namun, saat dihadapkan dengan perpisahan seribu tahunnya, mereka--anak-anaknya tumbuh menjadi lebih dewasa.


Sheira seperti tertohok. Dia seperti merasa kesempatan yang akan dia gengam dan berada di depan mata hilang begitu saja. Dan semua ini karena kehadiran seorang Hana.


Tunggu saja, aku pasti membalasnya. Aku tidak akan membiarkan kau merebut apapun yang sudah kususun dengan sangat matang. Batin Sheira penuh dengki dan iri.


"Sayang, berapa lama kita disini? Aku sudah kangen rumah, ice cream, dan tentu saja ponselku!" Rani berceloteh diatas pangkuan suaminya. Dia sudah ogah berlama-lama di istana suaminya.


"Sabar sayang, kita kan baru saja sampai. Ini bahkan belum sampai dua jam!" bujuk Lucas. Dia sudah melihat wajah istrinya terus berkerucut bibir.


"Sabar, sabar, aku sudah tidak betah sayang. Hana bilang dua jam disini, di dunia kami kan berbeda. Kau jangan membohongiku. Kau pikir, aku tidak!" dengusnya makin tajam.

__ADS_1


__ADS_2