SUAMIKU SERIGALA

SUAMIKU SERIGALA
Selingkuh


__ADS_3

Eliot menatap Hana. Keningnya berkerut namun dia tak bisa membaca apa yang sedang Hana fikirkan.


"Apa yang kau fikirkan" Tanya Eliot menyentuh kembali pipi Hana, mencoba menyentuh fikiran nya namun dia tetap tak bisa membaca pikiran Hana yang di kunci oleh Hana.


"Aku sangat lapar bisakah kita keluar mencari makan malam" Ucap Hana mencoba mengalihkan suasana hatinya yang kacau.


Eliot menggeleng. Satu jentikan jari Eliot sudah terhidang beberapa makanan di meja makan Hana.


Hurf. Hana menghela nafasnya melirik meja makannya lalu beranjak dari sisi Eliot,


"Baiklah, aku akan makan" Ucap Hana setengah malas turun dari ranjangnya.


"Kau tak suka makanannya? Aku bisa menggantinya" ucap Eliot yang sudah berada di hadapan Hana.


Hana menggeleng. Dia sudah mulai merasa tidak nyaman dengan kehidupannya yang di kekang oleh Eliot.


Hana mulai mengunyah makanan yang Eliot sediakan sedikit demi sedikit. Eliot tak melepaskan tatapannya, namun dia kesulitan karena Hana tidak mengumpat atau berbicara di dalam hatinya.


Eliot melipat kedua tangannya melihat Hana yang makan tak berselera.


Apa dia tidak punya pekerjaan lain selain mengangguku. Umpat Hana kesal.


Eliot tersenyum mencibirkan bibir ketika mendengar umpatan Hana.


Hana memutarkan bola matanya.


Cih.


TRING.


Satu jentikan jari Eliot, Hana sudah berada di pangkuannya.


"Aw" pekik Hana kaget saat Eliot mendekap nya.


"Aku tidak akan menggangumu jika aku sudah kenyang" bisik Eliot di telinga Hana.


Hana memutarkan bola matanya kembali mendengus kesal pada Eliot.


"Kau masih marah karena aku menghancurkan ponselmu, hah" ucap Eliot kembali memancing air wajib Hana.


Tentu saja aku marah, kau fikir itu ponsel murah. Aku bisa menghabiskan waktu dua tahun untuk menabung membeli ponsel semacam itu. Cibir Hana di hati.


Eliot tersenyum ketika mendengar lagi umpatan kekesalan di hati Hana.


"Aku bisa gantikan yang baru sekarang" ucap Eliot menaikan tangan kanannya akan menjentikkan jari,


"Tidak perlu" Hana segera menghentikan niat Eliot, dia tak ingin jika dirinya harus menuruti lagi kemauan Eliot.

__ADS_1


Eliot menatap Hana yang masih merajuk dan cemberut.


"Baiklah-Baiklah, kau mau makan dimana, aku temani" ucap Eliot.


Hana berbalik sumringah,


"Benar boleh makan di luar, ah... tapi"


"tapi apalagi?" Eliot mulai kesal dengan tingkah Hana.


"Aku mau makan berdua saja dengan Rani" pekik Hana menciut karena tatapan Eliot yang mematikan.


"Astaga..., kau sungguh ingin pergi bersamanya" sahut Eliot ketus dan masam.


Hana menangguk.


"Sebentar aku akan perlihatkan, tapi setelah melihat nya kau jangan harap bisa lepas dariku malam ini" ucap Eliot berbisik lirih di telinga Hana, dan tangan Eliot kembali bergerak semaunya meremas sesuatu milik Hana.


"Ah" pekik Hana menggigit bibirnya,


"Tangan-mu El... " suara Hana bergetar tak karuan oleh tangan Eliot yang terus bergerak perlahan tanpa henti.


Eliot tak mengindahkan, dan...


TRING.


Eliot menjentikan jarinya lagi.


Hana bahkan mendengar dengan jelas suara tak karuan yang keluar dari mulut Rani dan wajah Rani begitu menikmati setiap permainan dari Lucas.


Jantung Hana berdebar kencang, ia segera memalingkan wajahnya karena malu namun gerakan tangan Eliot malah membuat Hana bergetar tak karuan...


"Hentikan El... " suara Hana keluar menjadi tak karuan.


"Aku bilang kan kau tak akan bisa lepas dari-ku malam ini setelah kau melihat semuanya...," ucap Eliot lirih di telinga Hana lagi membuat sekujur tubuh Hana meremang.


Hana segera mencengkram kedua tangan Eliot menghentikan semua aktifitas Eliot yang mengganggu di tubuh Hana,


"Aku masih sakit El, apa kau sungguh tega melakukannya" raut wajah Hana sudah berubah dalam mode on meminta di kasihani.


Ah, sial wajahnya begitu menggemaskan dan imut. Pekik Eliot.


"Berikan hal lain sebagai jaminan" Senggit Eliot membuat Hana tertohok.


"Aku sudah seperti ini pun kau masih saja meminta jaminan, apa kau pikir aku akan melarikan diri, hah" dengus Hana senggit kesal dengan ucapan Eliot.


"Siapa tahu, mungkin saja setelah ini kau akan berselingkuh" cibir Eliot.

__ADS_1


Seandainya itu bisa aku lakukan, akan kulakukan dan menjauh darimu. Pekik Batin Hana.


BLASH.


Secepat kilat tangan Eliot sudah mencengkram rahang mulut Hana dengan keras,


"Aku tak akan segan membunuh dan membakarnya hidup-hidup kalau kau berani selingkuh!" ancam Hana.


Cih.


"Iya, ya" sahut Hana pasrah dan segera turun dari pangkuan Eliot.


Hana meraih tasnya,


"Mau kemana?" Eliot menarik tangan Hana.


"Lho, bukannya tadi kau bilang aku boleh makan malam di luar" sahut Hana.


"Aku temani"


"Tidak. Aku kan sudah bilang hanya ingin makan berdua dengan Rani"


"Dengar Hana, kau tidak boleh sendiri malam berkeliaran tanpa diriku" Tegas Eliot.


"Aku tidak sendirian Eliot, tadi kan aku bilang akan makan malam dengan Rani" sahut Hana kali ini ketus.


"Rani dan Lucas sedang kawin, dia tidak bisa di ganggu kecuali Lucas yang melepaskannya"


"Kau pasti mencari alasan, sudahlah..., aku yakin saat aku sampai mereka juga sudah selesai" sahut Hana yang berdebat dengan Eliot dan menghampaskan tangannya.


"Tidak bisa Hana, Lucas sama denganku jika sedang kawin dia tidak bisa di ganggu dalam beberapa hari" Eliot masih mencengah langkah kaki Hana.


Hana hampir tidak percaya dengan ucapan Eliot.


"Kau gila. Rani bisa mati kehabisan tenaga jika berhari-hari seperti itu" ucap Hana panik membayangkan hal yang tidak-tidak dalam benaknya.


"Lucas tidak akan membiarkan Rani mati sayang, karena Lucas sedang memberikan ikatan pasangan terhadap Rani" Eliot menatap Hana penuh arti.


Gila. Mereka berdua sama gilanya. Apa semua kaumnya seperti itu...


Hana yang bergidik ketakutan sendiri tak bisa membayangkan jika dirinya ada di posisi Rani.


"Iya, semua kaum kami seperti itu jika sedang memberikan ikatan pasangan, hanya aku saja yang masih setengah berbaik hati memanjakan dirimu, aku masih mengikuti semua kemauanmu. Karena kau berbeda tak bisa aku paksakan sekaligus seperti Rani. Tubuh-mu berbeda sayang... " ucap Eliot memegang kedua pipi Hana yang langsung bergetar hebat ketika mendengar ucapan dari Eliot.


"Lalu bagaimana nasih Rani setelah melakukan ikatan pasangan dengan Lucas" Hati Hana penuh tanya yang bergelantungan.


"Lucas akan membawanya ke tempat kami, kau tahu kan istana-ku. Seperti Lucas tidak ingin terlalu lama berpisah dengan Rani" terang Eliot membuat buku kuduk Hana berdiri kembali.

__ADS_1


Kalau sudah berada dalam istana itu sama saja Rani menyerahkan dirinya dan dia tak bisa kembali lagi pada hidup normal nya. Pekik Hana di hati membekap mulutnya.


"Tepat sekali dan itu pun yang akan kulakukan, aku akan segera membawamu" Tegas Eliot membuat tubuh Hana lemas hingga kakinya tak mampu menopang dan terpuruk di lantai...


__ADS_2