SUAMIKU SERIGALA

SUAMIKU SERIGALA
Sarang Monster


__ADS_3

"Ayo..., kita sama-sama nikmati hidangannya"


Ucap Aaron mempersilahkan para saudara lain untuk memulai makan.


DAN.


BLASH.


GRAUK.


Tangan mereka dengan cepat menarik semua wanita tadi.


Arrrggghhh.


An Han berteriak dalam hati dan menutup kedua mulutnya, matanya tidak percaya dengan apa yang sedang dia lihat. Mereka, para wanita tadi benar-benar jadi santapan. Mereka semua menerkam leher para wanita satu persatu, mengoyak dan menarik satu persatu bagian tubuh dari para wanita. Benar-benar memakan mereka hidup-hidup.


Tempat apa ini. Apa ini neraka atau sarang monster. Mereka semuanya monster. Tubuh An Han bergetar, bergidik ketakutan.


An Han mencoba berdiri ingin berlari sejauh mungkin, namun tangan Aaron menarik tubuh An Han agar bertatapan dengan wajahnya dan tetap dalam pangkuan Aaron.


"Jangan lihat lagi"


Bisikan Aaron lembut di telinga An Han. Aaron membalikkan kembali tubuh An Han agar tidak melihat lagi para saudara nya yang sedang makan dengan brutal dan bar-bar, kecuali Eliot dia tidak menyentuh makanannya, hanya menatap geram dan tajam saat Aaron sedang menenangkan An Han dengan ciumannya yang membara.


Ah.


An Han bersuara, dia langsung lupa dengan apa yang baru saja dia lihat. Seketika tubuh Eliot meremang mendengar suara yang keluar dari mulut An Han, dia biasanya sama seperti Aaron tak pernah tergiur oleh apapun yang menyangkut soal kelemahan nya, kali ini saat dia melihat Aaron yang sedang berpagut ciuman dengan An Han merasa kesal.


"Tu-tuan"


Suara An Han lirih.


"Aaron. Panggil nama-ku" Perintah Aaron yang tangannya masih menjelajahi bagian atas tubuh An Han dan meremasnya semakin menjadi.


"Ah..., A-aroon. Tolong carikan adikku" Ucap An Han dan,


PLUK.


An Han pingsan di pelukan Aaron.


Benar-benar membuatku gila. Batin Aaron saat melihat wajah An Han yang menurut nya menggemaskan.


Aaron mengangkat tubuh An Han dan membawanya keluar dari ruangan baca.


Eliot ikutan berdiri, rasanya dia tiba-tiba tak rela dan sangat kesal ketika Aaron membawa An Han pergi.


"Kau mau kemana Lucas" Tanya Eliot saat melihat adik keempatnya bersiap akan pergi.


"Aku masih belum kenyang, aku akan cari makanan tambahan" Ucap Lucas berlalu begitu saja.


"Cepatlah kembali, jangan terlalu lama berkeliaran, hari ini pertengahan bulan" Eliot yang mengingatkan namun Lucas sudah menghilang dari hadapannya.


Cih. Kau tak pernah merasa cukup. Cibir Eliot melihat adiknya yang sudah melesat pergi begitu saja.


.

__ADS_1


.


.


Dalam perjalanan Lucas mencari makanan dia melihat sosok wanita yang sedang berlari dari kejaran beberapa orang.


Wahhhh seperti aku akan makan besar malam ini. Batin Lucas.


Hidung Lucas mencium sesuatu yang berbeda dan enak membuat dia tak ingin melepaskan buruannya.


BLASH.


Lucas seperti seorang pahlawan muncul di hadapan mereka, dan sosok wanita yang berlari dengan susah payah langsung melompat kepelukan nya.


Aroma apa ini, kenapa sangat berbeda dari biasanya. Ah. Sial aku tak bisa menahannya, aromanya sungguh menggoda.


"Serahkan wanita itu, jangan sampai kami memberikan pelajaran padamu!"


Salah seorang dari mereka menghunuskan pedang ke arah Lucas.


Cih.


Lucas memicingkan matanya, dan menarik wanita itu dalam dekapan nya.


ZRATT. ZRATT. ZRATT.


Beberapa detik kemudian Lucas sudah menebas semua leher orang-orang yang mengejar wanita tadi dan meninggalkan nya begitu saja.


Wanita tadi yang masih mengalungkan tangannya di leher Lucas hanya meliriknya dengan tajam.


Ya Tuhan, mereka mati semua. Apa yang harus kulakukan, dia pasti membunuhku juga. Batin wanita tadi.


DRAP.


Kaki Lucas turun dan berhenti di sebuah padang rumput. Gelap dan sunyi lalu cahaya terang hanya di dapat dari nyala kunang-kunang.


"Te-terima kasih Tuan" Wanita tadi langsung mengucapkan terima kasih ketika dia di turunkan oleh Lucas. Wanita tadi melihat sekeliling yang terasa asing baginya. Dan dia segera menghindari tatapan Lucas yang mematikan.


"Terima kasih. Aku tidak butuh itu" Seringai Lucas tajam menatap kedua bola mata wanita tadi yang bergetar ketakutan.


Wanita tadi langsung memundurkan langkahnya, dia menjauhi Lucas yang terus melangkah dengan cepat menghampiri nya.


"Kau mau apa Tuan"


"Tentu saja aku mau memakan-mu" Dengus Lucas tiba-tiba ketika wanita tadi bertanya.


Hmmm..., ini rasanya lebih seru memakannya dengan seperti ini daripada aku harus menghipnotis terlebih dahulu.


"Ma-makan. Aku tidak punya makanan. Tapi kalau kau antarkan aku pulang. Aku pasti akan memberikan mu makanan apapun yang kau inginkan" Ucap wanita tadi menatap waspada terhadap Lucas.


Wahhhh, lihat reaksi ketakutan-nya. Sungguh menyenangkan. Aku akan pelan-pelan memakannya, sebaiknya dari mana dulu aku memulai nya... Aku akan menakutinya dulu.


"Kau fikir aku suka dengan makanan manusia, hah"


Lucas yang seketika marah dan langsung mendorong tubuh wanita tadi tersungkur di padang rumput.

__ADS_1


Apa ini.


Lucas terus mendekati, entah kenapa dia menjadi gila ketika lagi-lagi aroma dari tubuh wanita tadi menyeruak diterpa hembusan angin.


Ah sial, aku tak mungkin menginginkan nya dengan wanita yang baru saja aku temui. Batin Lucas yang terus bergelora.


Ketika wanita tadi merasa laki-laki di hadapannya lengah dia kembali berusaha melarikan diri, namun.


GREP.


Lucas langsung menerkam punggung wanita yang akan melarikan diri tadi.


Secara tidak sengaja leher wanita tadi langsung terpajang dengan jelas di mata Lucas.


Lucas menelan air liur nya, namun saat Lucas akan menancapkan mulutnya wanita tadi berbalik, dan bukan leher yang jadi santapan Lucas melainkan bibir wanita tadi.


GREP.


DEG.


BLASH.


Wajah Lucas beberapa detik memerah, kaget.


Wanita tadi tersentak dan akan menarik wajahnya, namun rasa baru yang sedang Lucas nikmati malah menolak untuk menjauh, Lucas malah semakin menjadi dia membalikkan tubuh wanita tadi dan menariknya ke pangkuan.


Tangan Lucas tak berhenti di situ saja, dia mulai mencari sesuatu di balik pakaian wanita tadi setelah dia beraksi disana dan wanita tadi terus berontak mencoba melepaskan dirinya,


"Hah..., hah... " Wanita tadi menghirup nafasnya ketika Lucas melepaskan ciumannya.


Lucas tersenyum.


Sial aku lupa..., pertengahan bulan dan musim kawin.


"Berikan pada-ku. Aku akan membuat ikatan pasangan dengan-mu" Lucas mengungkapkan keinginannya.


Wanita tadi menggeleng dan tak mengerti dengan ucapan laki-laki yang di hadapannya, namun dia merasa permintaan laki-laki tadi bukanlah hal yang baik. Lucas bahkan sudah berhasil membuat wanita di hadapan nya setengah bugil.


"Aku mohon jangan menyentuhku. Antar kan aku pulang, aku jamin keluarga ku akan memberikan imbalan yang pantas untuk mu"


Renggek wanita tadi dengan mulut bergetar berusaha menutupi tubuhnya yang bugil dengan kedua tangannya yang bergetar.


"Hahaha, kau bercanda. Kau fikir aku tertarik dengan uangmu, hah" Seringai Lucas makin tajam dan kembali mendorong tubuh wanita tadi ke rumput.


"Temani aku. Aku akan lembut padamu" Ucap Lucas. Wanita tadi tetap menggeleng namun tubuh Lucas yang sangat besar sudah menghimpit di atas tubuhnya, dan...


Arrrggghhh.


Teriakan demi teriakan detik-detik berikutnya yang terdengar dari mereka di antara hembusan dingin angin malam.


Wanita tadi sudah tergolek lemah di samping lengan kekar Lucas. Lucas mengecup keningnya perlahan disertai dengan derai air mata yang keluar dari wanita tadi.


"Siapa nama-mu" Lucas menatap lembut wanita yang sudah dia berikan ikatan berpasangan.


"An Ran" Suara parau wanita tadi langsung bersembunyi di dada Lucas.

__ADS_1


"Hemm"


Lucas tersenyum dan mengusap rambut An Ran perlahan.


__ADS_2