SUAMIKU SERIGALA

SUAMIKU SERIGALA
Aku Tidak Mau Rugi


__ADS_3

"Dia, belum juga kembali?" Sheira berkata, dia sedang berada di pangkuan Asher.


"Kau benar-benar menginginkannya, hah?" Asher menarik wajah Sheira lebih dekat dengan wajahnya.


"Tentu saja. Misiku kan menjadi Ratu dan tentu saja melahirkan anak-anak serigala yang lucu!" Sheira membenamkan posisi duduknya di benda tumpul milik Asher. Dia, mulai bergerak naik turun.


"Ah, aku akan kehilangan kesempatan menikmati yang seperti ini jika kau sudah bersama dengannya," Asher menarik wajahnya dan meraup bibir Sheira, melakukan pergulatan bara mereka.


"Ugh, kau masih bisa menikmatinya kok. Kau tahu kan, aku tak cukup satu. Aku tidak mau rugi, apalagi, kau dan dia benar-benar bisa memuaskan diriku!" Sheira melengkuh tajam saat Asher mengangkat tubuhnya dan meletakkannya di atas meja. Asher mempercepat ritme pompannya membuat wanita itu makin menggila.


***


Hana membenamkan wajahnya dalam-dalam di dada Eliot. Dia, baru saja dengan gila melakukan pergulatan yang ditolak mentah-mentah olehnya. Sedangkan Aaron masih memeluk punggungnya dengan lembut.


Kau gila Hana. Bagaimana kau bisa terbujuk rayuan serigala-serigala maniak tadi. Kau hanya dijanjikan buku nikah dan langsung menurut. Aargghh!


Batin Hana berteriak. Merutuki kebodohannya. Saat Aaron merayunya dan Eliot memberikan dukungan.

__ADS_1


"Ternyata tenaganya sudah bisa seimbang, El. Jadi, kapan kau akan membawanya pulang?" Hana memutar bola matanya saat mendengar Aaron berbicara. Eliot menggerakkan tubuhnya dan duduk menarik tubuh Hana kedalam pelukannya.


"Uhm, setidaknya perisai yang kita pasang semalam sudah aktif!" ucap Eliot yang tak dimengerti oleh Hana.


"Apa yang kalian bicarakan?" Hana penasaran. Langsung memotong pembicaraan mereka.


"Kita akan pulang ke istana besar sayang," ucap Eliot. Namun, tangannya jahil bermain remas di kedua milik Hana.


"Ugh!" Hana meremang kembali, "Jangan gila, El!" dia segera menghempaskan kedua tangan suaminya.


Aaron malah lebih gila, dia sengaja menaruh kepalanya di area bawah sensitif milik Hana. Dan akan bersiap melakukannya lagi.


"Ayolah, sayang. Aku sudah resmi jadi suami juga kan? Nanti disana, aku tidak akan bisa bebas menyentuhmu. Disana kau hanya bisa memiliki satu suami dulu sebelum kongres dimulai!" jelas Aaron.


Hana menautkan alisnya, "Iya sayang, Aaron harus mendapatkan lolos uji kemampuan kongres sebelum dia menyentuhmu seperti tadi!" Eliot membenarkan. Dia tak ingin menutupinya.


"Maksudnya?" Hana masih saja tetap tidak mengerti.

__ADS_1


"Intinya, kerajaan kami juga punya keputusan seperti surat nikah disini sayang. Aku harus lolos uji kemampuan dan beberapa rintangan yang mereka berikan. Setelah legalisir dari kongres, aku baru bisa resmi lagi menyentuhmu sesukaku!" jelas Aaron.


"Hah, kalian para serigala gila. Yang seperti itu saja harus dapat keputusan kongres, tapi kau sudah duluan membobolku," cibir Hana.


Dia masih belum sepenuhnya menerima Aaron sebagai suami keduanya.


"Jangan marah sayang, aku melakukannya demi keselamatanmu kan?" Hana tak bergeming saat mendengar ucapan suaminya.


Eliot benar. Hana harus mencoba menerima kehadiran Aaron. Sekeras apapun mereka menolaknya, benang merah diantara mereka tak bisa berubah.


"Apa keputusan kongres akan lama?" Hana melunak, dia pun harus tahu. Jika Eliot benar-benar membawanya, setidaknya Hana harus tahu situasi dan medan tempur yang akan dia hadapi.


"Satu bulan paling cepat!" ucap Aaron.


Satu bulan disana. Berarti bisa berbulan-bulan di dunianya. Hana bisa menghela nafas panjang.


"Lalu, apa yang terjadi jika kau tidak lolos?" Hana bertanya. Menatap Aaron yang kini kembali diam. Dia tak menjawab pertanyaannya.

__ADS_1


"Do'akan, dia lolos sayang!" satu kecupan di rambut Hana oleh Eliot.


Hana menatap mereka kembali bergantian. Ada rasa berkabut dalam hatinya. Namun, dia sendiri tak bisa mengungkapkannya.


__ADS_2