SUAMIKU SERIGALA

SUAMIKU SERIGALA
Bicara dari hati ke hati serigala


__ADS_3

Eliot mendekati tubuh Hana yang sudah tergolek lemah tak berdaya. Hana pingsan.


Ia mengangkat tubuh Hana dan membawanya masuk ke dalam gedung tempat Hana, seketika luka bakar di lengan Hana menghilang.


Pintu rumah Hana terbuka,


"Kau su-dah pulang" ucap Rani saat bicara dia sedang minum dan tanpa sadar air di mulut nya meluncur mulus ke wajah Lucas, karena Eliot langsung menghindar.


Uhuk... uhuk...


Rani memukul dadanya sendiri karena kaget dan tersedak saat melihat dua orang masuk, yang satunya membawa Hana dan meletakkannya di tempat tidur.


Lucas yang emosi langsung mencekik leher Rani hingga terseret ke tembok, Rani hampir ke habisan nafas.


"Jangan terlalu kasar dengan teman istriku, Lucas" ucap Eliot seketika cekikan di leher Rani melemah dan terlepas.


Rani ngos-ngosan segera menghirup udara yang tadi hilang seketika.


Eliot dengan santai membuka coath yang di gunakan Hana.


"Pergilah bermain Lucas, kau bisa menggunakannya sesukamu, tapi jangan sampai menggores nya sedikit pun" lirik Eliot lagi menatap tajam Rani.


Lucas mengangguk, baru saja Rani berdiri mengatur nafasnya yang tidak karuan, ia akan berjalan menghampiri Hana langsung di hadang oleh Lucas.


"Hei, kalian siapa? Dan kau... apa yang kau lakukan... " tuding Rani mencoba melihat kondisi Hana, namun setiap gerakan Rani selalu di tutupi oleh tubuh Lucas.


Rani mendelik kan matanya karena kesal,


"Kau, apa yang kau lakukan, kenapa kau menghalangi jalanku" bentak Rani kasar dan mendorong tubuh Lucas.


"Aww" pekik Rani, melihat kedua tangannya seperti terbakar, Rani mengibaskan tangannya.


"Kau berisik sekali" ucap Lucas dan langsung menyergap tubuh Rani, segera membawanya pergi, menghilang dari hadapan Hana dan Eliot.


Eliot memalingkan kembali wajahnya, menatap wajah Hana yang masih tak sadarkan diri.

__ADS_1


Eliot mengelus pipi Hana perlahan, rasa dingin langsung menyergap tubuh Hana hingga dia membuka matanya perlahan, Hana terkejut ketakutan langsung menarik selimut dan menjauhi Eliot.


"Ja-jangan sentuh aku... maaf, aku tidak akan mengulanginya" pekik Hana tubuhnya bergetar hebat.


Huhh...


Eliot membuang nafasnya panjang.


"Kemari, jangan berulah atau aku akan membakar-mu lagi" ancam Eliot sambil mendelikkan matanya sambil jari telunjuk Eliot memberi perintah untuk mendekati nya, Hana yang di gertak sudah ketakutan setengah mati langsung melompat ke pelukan Eliot.


"Pintar... ini baru istriku" ucapnya sambil mengelus rambut Hana dengan lembut.


"Ja-jangan sakiti aku, aku akan menurut. Aku janji" ucap Hana dengan bibirnya yang masih bergetar ketakutan.


Eliot menarik tubuh Hana dan melihat dengan jelas ketakutan di mata Hana.


"Apa aku harus berbuat seperti itu dulu baru kau mengerti... " ucap Eliot tegas, namun di telinga Hana terdengar seperti ancaman yang akan membunuhnya kalau dia mengulangi.


Hana menggeleng, tangisan seketika keluar...


"Apa kau akan selalu menggunakan airmata-mu ini jika kau sedang berbicara denganku dari hati ke hati serigala seperti-ku ini... " ucap Eliot, Hana mengkrejabkan kedua matanya, menggeleng mendengar ucapan Eliot barusan.


"Iya, aku serigala, suami-mu ini serigala. Dan pertengahan bulan kemarin kau sudah ku-kawini, aku sudah memberi tanda di tubuhmu sebagai pasangan-ku, jadi kau mengerti kan... kau tidak akan bisa macam-macam dengan-ku, aku sudah meminum darah-mu dan mengikat-mu"


JEGEERRR.


Ucapan Eliot terdengar aneh di telinga Hana. Dia masih belum bisa mencapai target seperempat otak serigala Eliot.


"Kawini... pasangan-mu... " ucap Hana tanpa sadar mengulangi ucapan Eliot.


"He-emm, jadi tubuhmu ini tak akan bisa di sentuh laki-laki manapun, hanya aku yang bisa menyentuhmu, kau paham. Jika kau berusaha menyentuh atau di sentuh secara tidak sengaja, salah satu atau keduanya pasti akan terbakar..." ucap Eliot menatap wajah Hana yang masih dalam kebingungan.


Ah, sial, kenapa hanya menatap wajahnya saja sudah membangkitkan gairah-ku. Apa yang ada di dalam tubuh istriku ini sangat berbahaya jika bertemu kaum sebangsa-ku. Pekik Eliot masih menatap tajam Hana.


Hana masih melonggo. Kawini, pasangan... bukan istilah itu yang dia mau, dia hanya ingin menikah layaknya pasangan manusia biasa, dia mimpi pun tidak pernah berharap mendapatkan situasi semacam ini. Menikah dengan seorang serigala. Serigala tampan di hadapannya yang terlihat seperti manusia itu adalah suaminya. Suaminya Serigala.

__ADS_1


"Apa aku bisa bercerai dengan-mu" seleroh Hana seketika.


Eliot menatapnya, "Kau mau mati di tanganku" ucapnya tajam langsung menusuk jantung Hana.


JLEEBBB.


"Akhh... mana bisa begitu, aku masih mau hidup aku kan belum menikah... " ucap Hana, Eliot langsung melotot.


"Ah... itu... maksudku... aku sudah me-nikah... aku juga ingin hidup normal seperti yang lain sih... " kicau Hana menahan kekesalan di hatinya.


"Kau sudah meminum darahku, jadi aku tidak bisa menceraikan-mu" ucap Eliot tangannya terus bermain di bibir Hana.


"Ah, aku gemass" ucap Eliot sudah tak sanggup menahannya lebih lama, Eliot menarik dagu Hana mendekati wajahnya seketika meluncur kehangatan yang tak bisa di tolak Hana, Hana hanya bisa pasrah menerima setiap emosi yang membara dari tubuh serigala Eliot.


"Sayang... lagi... aku mau lagi... " ucap Eliot berbisik di telinga Hana, dan mengigit telinga Hana.


"Aw" Hana berteriak, tersadar melepaskan serangan membara Eliot yang sudah mulai naik.


"Tidak, aku tidak mau... " Hana langsung menolaknya dengan tegas.


Hana mendorong tubuh Eliot, Eliot menumpuk kan wajahnya di pundak Hana.


"Sayang... aku mohon... " ucap Eliot tiba-tiba merenggek seperti anak kecil.


"Tidak sudah cukup, hari ini kau sudah dua kali" tegas Hana.


"Sayang... harap maklum namanya juga sedang musim kawin, mengertilah" ucap Eliot terus bermain di leher belakang Hana, membuat Hana merinding kembali menahan sesuatu yang muncul dari dalam tubuhnya.


Hana melihat sekitar dia baru menyadari kalau Rani menghilang.


"Di mana Rani, kau apakan dia?" ucap Hana berbalik kearah wajah Eliot yang wajahnya menatapnya penuh membara.


"Ah, kau gila Eliot, apa yang kau lakukan pada Rani" ucap Hana, Eliot tidak menjawab nya dia malah merobohkan tubuh Hana ke tempat tidur, tubuh Hana melemah seketika mata Eliot memberi perintah kepada kedua kaki Hana, Hana tak bisa mencegahnya ketika kedua kalinya membuka lebar memberikan jalan masuk untuk keberhasilan Eliot.


"Dia baik-baik saja bersama Lucas, mungkin saat ini Lucas juga sedang meng-gawini teman-mu di suatu tempat, jadi jangan pikirkan kesenangan mereka lagi sayang... " ucap Eliot berbisik lirih di telinga Hana, kedua tangan Hana mencengkram erat tangan Eliot dan merasakan semua gerakan dan ritme yang sedang di lakukan Eliot...

__ADS_1


Di sebuah pohon besar, seperti sarang burung raksasa, kedua tangan Rani sudah terikat oleh akar pohon yang bergelantungan sedangkan Lucas tengah bersiap menyantap makanannya di atas tubuh Rani...


"Ahh... Hanaaa... tolonggg akuuu... " teriak Rani keras bergema ke segala penjuru...


__ADS_2