SUAMIKU SERIGALA

SUAMIKU SERIGALA
Dewi Kecantikan


__ADS_3

Adik? Ah, aku lupa, apa dia sempat bercerita tentangnya? Pikiran Hana mengingat-ingat.


Lalu dia memberanikan diri menarik wajahnya dari dada suaminya. Membalikkan tubuhnya dan perlahan menatap Asher.


"Hohoho, pantas saja dia begitu istimewa!" ucap Asher bahkan tak dimengerti oleh Hana. Matanya menghujam Hana. Namun, Hana hanya menautkan kedua alisnya.


Cih, apanya yang istimewa. Dengus Sheira dihatinya. Dia hanya merasa iri saat semua mata tertuju pada Hana.


Lucas menarik istrinya kepelukan. Menatap Eliot dengan kode yang mereka tahu.


"Sama saja, dia hanya sedikit berbeda karena dia manusia!" sergah Eliot. Dia melingkarkan tangannya di pinggir Hana.


Memberikan tanda kepemilikannya pada Asher. Dia tak ingin Asher memburu Hana untuk makanannya.


"Oya, biarkan aku merasakannya sendiri!" Asher berjalan maju dan mengulurkan tangannya. Mencoba mendekati tangan Hana.


Hana memberikan respon tak terduga. Dia menghempaskan tangan suaminya yang melingkar di pinggangnya dan berjalan pelan akan menggapai tangan Asher.


"Sayang," Eliot menghentikan tangan istrinya saat sedikit lagi akan menyentuh tangan Asher.

__ADS_1


"Uhm," Dia memalingkan wajahnya pada suaminya.


"Sebaiknya kita masuk, aku akan memperkenalkan dirimu dengan keluargaku!" ucap Eliot.


Hana segera menurunkan tangannya dan mengangguk lalu meraih tangan suaminya.


Hana melewati Asher dan hidung Asher langsung bereaksi.


Harum sekali. Wanginya benar-benar berbeda. Pantas saja kakakku betah dengannya. Aku pun tak akan sanggup jika berdekatan lama dengannya.


Asher seolah terhipnotis oleh kepergian Hana. Belum pernah dia merasakan sensasi yang berbeda dari semua buruannya.


"Cih, kau mau melihat sampai kapan. Matamu itu seperti akan copot saja!" Sheira cemburu. Dia benar-benar keki dengan kehadiran Hana.


"Kau cemburu?" Asher melayangkan pandangannya pada Sheira.


"Tentu saja, aku ini adalah Sheira, dewi kecantikan di kalangan serigala, masa harus kalah dengan manusia lemah seperti itu," dengus Sheira, melangkah mengikuti mereka yang lebih dulu memasuki istana.


Eliot berjalan memasuki ruangan. Terlihat permaisuri sedang memberikan perintah kepada para pelayannya.

__ADS_1


"Eh, Han, aku deg-degan banget nih. Mertua kita galak nggak yah?" Rani menyenggol sikut Hana sambil berbisik dan menggandeng lengannya.


"Memangnya cuma kau saja, aku juga. Nih, tanganku sudah dingin!" Hana menaruh tangan dinginnya di pipi Rani, membuatnya bergidik dan menghindari.


"Iya, iya, jangan ditempelkan lagi. Dingin tahu!" Mereka pun sampai dihadapan mereka.


"Kami datang, Baginda Raja, Permaisuri!" Eliot menyapa, menunduk dan memberi hormat. Namun, kedua istri itu hanya mematung dan memperhatikannya.


Senyuman langsung mengembang di wajah permaisuri, "Jadi, yang mana dia, Pangeran?" Permaisuri menatap kedua wanita di hadapannya.


Rani terus menyenggol pinggang Hana saking gugupnya. Eliot meraih pinggang Hana dan membawanya maju. Lebih mendekati Permaisuri. Asher dan Sheira pun telah hadir di antara mereka. Sedangkan Lucas berdiri disamping Rani.


"Waahh, tubuhmu mungil sekali sayang. Apakah kau benar-benar sanggup menahan gempuran dari anakku setiap malam! Dan kapan kalian akan memberikanku keturunan?" Ucap Permaisuri.


Seketika Hana melongo. Dia benar-benar kaget. Salam perkenalan pertamanya akan seperti itu.


Wajahnya berubah menjadi udang rebus. Malu. Dan tak sanggup berkata apa-apa. Dia benar-benar kaget dan tak menyangka mendapatkan sambut seperti itu.


"Bukan hanya Pangeran Eliot saja, Permaisuri. Tapi, aku pun ikut andil didalam sekarang!" Suara bariton keras kembali hadir memecah suasana.

__ADS_1


Permaisuri melirik kearah suara. Aaron, Nick dan Nath masuk bersamaan, dan mereka semua menunduk juga memberi hormat.


"Apa kau bilang?" Asher langsung menaikan suaranya satu oktaf. Dia tak menyangka Aaron akan berkata seperti tadi.


__ADS_2