SUAMIKU SERIGALA

SUAMIKU SERIGALA
Serigala kelaparan


__ADS_3

"Mau aku suapi?"


Eliot menatap wajah Hana yang bersemu memerah saat menatapnya.


Hana mengangguk perlahan. Malu.


Eliot mengambil satu potong ayam goreng dan mulai menyuapi Hana.


Hana yang malu-malu mengambil potong ayam tadi lalu memakannya sendiri.


"Kau berselingkuh?" Ucap Eliot menatap Hana penuh kemarahan.


Hana menatap Eliot menunjukkan wajah memelas nya,


"Dia yang menggodaku" Celetuk Hana canggung tak ingin disalahkan menatap wajah Eliot.


"Hemmm. Menurutmu aku atau dia yang lebih hebat"


Ucap Eliot meraih rambut Hana dan memainkan.


BLUSH.


Hebat. Maksudnya. Hebat apanya?


Wajah Hana seketika kembali memerah seperti udang rebus. Malu.


"Apa sih... El"


Ucap Hana menundukkan kepala malu-malu.


Eliot menarik wajah Hana.


"Aku serius, siapa yang lebih hebat. Kau sudah tahu dia siapa kan?"


Hana mengangguk.


"Dia bilang, dia suamiku yang lain. Tapi bagaimana bisa sih kalian menetukan pasangan dengan seenaknya"


Hana yang protes karena merasa di permainan oleh kedua makhluk astral tersebut.


"Jadi kau akan pilih siapa?" Eliot kini menatap Hana dengan tajam. Dia masih takut kalau Hana akan lebih memilih Aaron.


"Yaa..., te-tentu saja kau... "


Gumam Hana malu hampir tak terdengar, Eliot langsung membalikkan wajahnya yang memerah.


Astaga, kenapa dia bertanya seperti ini sih. Aku mana berani berpindah hati setelah dia melakukan itu padaku.


BLUSH.


Wajah Eliot kini yang memerah. Mendengar isi hati Hana. Eliot tersenyum.


"Habiskan makanan-mu, habis ini kita mandi bersama"


BLUSH. DUUAARRR. DAG DIG DUG.


Seketika Hana melompat kegirangan dan mengalungkan kedua tangannya di leher Eliot tanpa sadar.


"Jangan kasar-kasar yaa... "


Seloroh Hana.


Astaga. Belum apa-apa dia sudah menggodaku. Eliot yang menakutkan kedua alisnya.


"Aku ingin membuka ikatan pasangan dengan-mu, boleh?"


Eliot mulai mengajukan maksud nya. Dia hanya tidak ingin Hana kaget dengan perlakuan nya nanti.


Hana menarik wajah nya, menatap Eliot sesaat, terbersit ada keraguan di dalamnya.


"Tapi..., aku inginkan pernikahan normal lebih dulu"


Pinta Hana tiba-tiba.


"Kita kan sudah menikah"


"Ma-maksudku. Pernikahan manusia pada umumnya"


Eliot tersenyum gemas menarik hidung Hana, melihat tingkah malu-malu Hana.


"Kau masih saja terus menggodaku"


"Mana. Mana ada aku menggoda mu. Kau itu terlalu tampan, aku takut kalau kita tidak menikah secara resmi nanti kau di ambil serigala betina lain lagi. Aku tidak mau seperti kemarin di rumah sa-kit... "


Celotehan Hana yang terdengar polos membuat Eliot menjadi gila dan tak tahan melihat bibirnya lalu dia menyambar nya pelan dan mengecupnya dengan lembut.

__ADS_1


"Sudah aku bilang jangan menggodaku terus" Ucap Eliot melepaskan ciuman dan mengecup kembali kening Hana.


Membuat Hana bertambah malu dan memegangi bibirnya sendiri.


"Jadi kau mau habiskan makanan atau kita lanjut mandi bersama"


Tawar Eliot, Hana terdiam. Eliot mengangkat tubuh Hana.


"Kita mandi dulu, baru nanti kau lanjut makan... "


Hana hanya tersenyum dan mengalungkan erat kedua tangannya di leher, tidak menolak saat Eliot membawanya masuk ke dalam kamar mandi.


Satu jam berlalu, Eliot menggedong Hana keluar dari kamar mandi menaruhnya di pinggir ranjang.


Eliot masih mengenakan handuk di pinggangnya, Eliot menyentuh dada kirinya sebuah cahaya merah terpacar dan keluar cincin suci mirah delima yang tersimpan di jantung Eliot.


Eliot mengenakan di jari manis Hana, Hana tersenyum dan langsung memeluknya.


"Terima kasih"


Hana yang sangat bergembira dengan pemberian Eliot, dia bahkan belum mengerti maksud cincin mirah delima itu di sematkan di jari manisnya.


"Kau suka"


Hana mengangguk.


"Kita akan mencobanya besok setelah resmi menikah" Ucap Eliot memandang Hana penuh arti.


"Maksudnya?"


CUP.


Eliot mengecup kening Hana, kali ini Hana yang di buat gila oleh ketampanan Eliot.


Aduhh..., kenapa dia begitu tampan dan sexy banget sih..., apalagi setelah mandi...


Batin Hana mengeleng-gelengkan kepalanya sendiri.


Eliot hanya terus tersenyum menatap Hana yang dia tahu mulai membuka hati untuk dirinya.


"Apa kau masih belum puas atau sedang menggodaku lagi... "


Ucap Eliot membuyarkan segala lamunan Hana, di tatapnya Eliot sudah berganti baju.


Ucap Hana sambil cemberut.


Dan.


TRING.


Dalam sekejap Hana sudah berganti pakaian.


Hana tersenyum.


CUP.


"Terima kasih sayang"


Hana yang berjinjit berinisiatif mengecup kening Eliot lebih dulu.


"Kau mau makan di luar?"


Tawar Eliot.


Hana menggeleng langsung menggandeng tangan Eliot.


"Disini saja, aku ingin menonton TV bersama"


Eliot tersenyum dan menuruti Hana.


.


.


.


TRING.


Arrrggghhh.


Teriak Rani.


Rani terkejut saat dia membuka pintu rumahnya, Lucas sudah berdiri di hadapannya.


Lucas mengendus tubuh Rani.

__ADS_1


"Cih, bau serigala lain. Mandilah. Aku menunggumu"


Rani menatap Lucas.


Apa sih maksudnya. Memang aku bau.


Pekik Rani dan melewati Lucas begitu saja.


Setengah jam Rani keluar kamar mandi matanya berkeliling dan tak menemukan Lucas di mana pun.


"Huh, untunglah dia sudah pergi"


Rani yang berjalan ke lemari, membukanya dan mencari baju untuk tidur.


BRAKK.


Baju yang Rani pegang jatuh di lantai, Rani menelan liurnya sendiri saat melihat tubuh Lucas yang sudah bertelanjang dada di hadapannya.


"Kau"


Rani yang kesal memukul spontan dada Lucas.


"Aw" Ringgis Rani lagi menahan sakit di tangannya, dia masih saja lupa tubuh Lucas yang seperti batu.


Lucas terus menatap Rani, Rani bergegas memakai baju tidur nya.


Astaga, aku salah ambil. Kenapa harus baju ini sih. Ini sama saja aku sedang menggodanya.


Rani yang menyadari baju yang di ambilnya sangat minim dan terbuka.


GREP.


Tangan Lucas mencengkram erat leher Rani.


"Awas saja kalau kau berani mengenakan pakaian seperti ini di hadapan laki-laki lain. Aku pasti akan langsung membunuhmu"


Ancam Lucas.


"Ah, sungguh. Aku tidak berani. Aku akan segera mengganti isi lemariku. Aku akan beli baju tidur yang tertutup"


Tubuh Rani yang bergetar ketakutan karena ancama Lucas.


"Tidak perlu. Aku sangat menyukai kau mengenakan semua. Aku kan bilang jangan tunjukkan di hadapan laki-laki lain" Dengus Lucas di telinga Rani. Rani mengangguk cepat.


"Iya. Iya. Akan kulakukan. Saat kau datang aku akan selalu memakai yang seperti ini... "


Seloroh Rani demi menyelamatkan dirinya.


CUP.


Lucas menarik leher Rani dan mengecup bibir Rani dengan lembut.


"Aku sangat lapar, biarkan aku memakan mu sampai puas ya... "


Bisik Lucas di telinga Rani yang sungguh Rani tak bisa menolak semua godaan dari wajah Lucas yang sangat tampan selain mengangguk perlahan.


"Gadis pintar"


Seringai Lucas, mengangkat tubuh Rani hingga di pinggangnya, kembali melancarkan serangan Lucas yang membara di bibir Rani.


DAN.


KRAK. KRAK.


Lemari yang menopang tubuh Rani terbelah dua karena kekuatan tangan Lucas saat dia menyentuh lemari Rani.


"Ah"


Rani yang terkejut spontan menarik bibirnya.


Lucas Menyeringai nya.


"Kenapa kau hancurkan lemari bajuku" Pekik Rani.


"Maaf, aku terlalu terbawa suasana. Akan aku ganti. Kau tidak perlu khawatir"


Lucas yang tersenyum dan langsung membawa tubuh Rani ke tempat tidur.


"Dasar serigala kelaparan. Awas kalau kau hancurkan tempat tidur ku. Aku tidak mau tidur di lantai"


Rani yang langsung memberikan ultimatum.


"Tidak sayang, kali ini aku akan pelan-pelan"


Ucap Lucas mengecup lembut Rani dan menarik selimut nya...

__ADS_1


__ADS_2