
Arrgg! Bodoh. Aku hampir saja benar-benar terjebak dan tertipu oleh ilusi yang dibuat oleh kedua asisten Matius itu. Aura kecantikanku terserap setengah oleh ilusi pangeran Eliot tadi.
Sheira kesal sendiri. Merutuki kebodohan beberapa saat lalu yang menikmati pergulatannya dari ilusi yang dibuat Norman dan Spargo.
Sheira melipat kedua kakinya seperti orang yang sedang bersemedi. Dia mengeluarkan tenaga dalamnya agar bisa memulihkan kembali wajahnya yang peyot dan keriput seperti nenek-nenek itu.
***
Asher terkejut dengan penampilan dirinya sedang menggunakan baju jirah untuk berperang lengkap dengan pedang di tangannya. Dia kini berada dalam situasi yang tak pernah dia bayangkan. Bertempur di medan perang bersalju dengan ratusan nyawa di hadapannya sudah tergeletak. Bahkan tubuhnya pun sudah penuh luka dan bersimbah darah.
Dia belum sempat berpikir apapun mengenai situasi yang sedang dialaminya. Sedikit linglung dengan kewaspadaan yang berkurang, "MATII KAU PANGERAN ASHER. AKU AKAN MENGHABISIMU!!" teriak seseorang tatkala dia lengah. Namun, teriakannya tadi membuatnya tersadar. Dia segera mengayunkan pedangnya dan jleb jleb jleb entah berapa banyak Asher menghujamkan pedangnya.
__ADS_1
Dia melawan banyak prajurit dihadapannya tanpa kenal lelah. Bertempur dengan seluruh tenaganya. Dan yang paling mengejutkan, dihadapannya kini, lawannya bukanlah prajurit seperti tadi. Melainkan Baginda Raja, Permaisuri, dan para pangeran, Aaron, Lucas dan si kembar Nick dan Nath
Mereka semua menatap Asher seperti musuh yang harus dimusnahkan. Tak ada satu pun dari mereka memiliki tatapan iba atau perasaan kasih sayang.
"Ba-Baginda Raja, ada apa ini sebenarnya? Kenapa kalian semua menatapku seperti itu?" Asher masih dalam kebingungan. Dia yakin pasti ada sesuatu yang tak beres. Meskipun mereka semua tahu watak kerasnya tak seorangpun dari mereka akan bersikap memusuhinya seperti itu.
"Masih saja kau bertanya, Pangeran? Apa kau sudah benar-benar lupa? Atau ini sekedar taktikmu lagi? Setelah kau membakar istana dan membunuh para prajurit, apa itu belum cukup untuk membuatmu berhenti? Berhentilah sebelum terlambat dan kami semua tidak akan tinggal diam. Kami akan melawanmu, sekarang!" Sang Raja seperti memberi perintah dengan aba-aba. Mata merahnya menyala penuh dengan kebencian dan bersiap melenyapkan musuh yang melawan.
"Arggh! Kami akan menyerang lebih dulu, Baginda!" suara Nick seolah tak sabar. Dia mengayunkan pedangnya dan Nath pun menyusul dari belakang menyerang lebih dahulu Asher.
Dan. Jleb jleb jleb jleb. Tangan Asher meluncur mulus tanpa keraguan menghunjamkan pedangnya di perut Nick dan Nath. Hingga mereka tewas dibawah kakinya secara mengenaskan. Lucas yang tahu adik-adiknya sudah meregang nyawanya membela kebebasan mereka, tanpa ragu melangkah maju dan saat menghampiri Lucas.
__ADS_1
Asher tanpa ragu mengayunkan pedangnya kembali. Mereka beradu pedang tak kenal menyerah. Asher seolah mendapatkan kekuatan besar dan dia pun mampu mengalahkan Lucas, hingga setelah pertempuran yang cukup sengit. Dia pun berhasil mengalahkan Lucas.
Kembali demi mempertahankan kedamaian di istana, Aaron maju dan menghadang Asher. Pedangnya pun masih mengalir dengan darah-darah saudaranya. Saat Aaron datang, dia pun kembali tanpa ragu menyerang dan menghabisi nyawanya.
Nafas Asher tersengal. Dia menyeret pedangnya di salju menghampiri Baginda Raja dan Permaisuri.
"Kau memang benar-benar anak penghancur. Tak pernah bisa berubah, sia-sia sudah semua yang kulakukan saat itu. Menolongmu hanya untuk menghancurkan kembali keluarga kita!"
Lamunan Asher sedikit terhenti pada bayangan peramal yang meramalkan dirinya sebagai satu-satunya penghancur di istana serigala. Asher adalah simbol kehancuran untuk istana besar serigala. Dialah yang akan membunuh seluruh keturunan serigala dan akan membangun kerajaannya sendiri.
Mungkin Asher sudah benar-benar kerasukan. Tak ada ucapan penolakan ataupun sanggahan darinya. Dia hanya menaikan sudut bibirnya, senyuman smirk penuh kejahatan telah benar-benar menguasi dirinya. Dan tanpa ragu, dia mengayunkan pedang yang diseretnya. Dan jleb jleb. Pedang tadi dalam sepersekian detik sudah membungkam suara Baginda Raja dan Permaisuri.
__ADS_1
"Hahahaha, aku menang. Aku yang akan menguasai semua. Semua milikku. Hanya aku satu satu-satunya penguasa di kerajaan serigala ini! Aku satu-satunya pemenang!" tawanya bergema penuh kepiluan.