SUAMIKU SERIGALA

SUAMIKU SERIGALA
Menjadi Ratu


__ADS_3

"Biarkan aku yang mengantar ke kamarnya!" Asher menghentikan pengawal yang akan menghantarkan Sheira.


Pengawal tadi memberi hormat dan meninggalkan wanita itu bersama dengannya. Asher membawa wanita itu ke kamarnya.


Brukk


Tubuh Sheira langsung dihimpit saat pintu kamarnya tertutup.


"Bagaimana? Apa kau berhasil?" Asher mengusap bibir Sheira yang merekah seperti mawar.


"Uhm, sedikit lagi. Kalau saja Pangeran Lucas tak datang, aku sudah berhasil menggodanya!" Sheira mengalungkan kedua tangannya di leher Asher.


"Kau harusnya langsung membawanya ke kamar dan melayaninya dengan sangat baik!" Asher menarik wanita itu ke ranjangnya dan merebahkannya.


Asher membuka gaun wanita itu, "Apa selama perjalanan tadi kau masih belum puas?" Sheira berkata sambil membuka lebar kedua pahanya. Membiarkan Asher melakukannya hal yang dia inginkan dengan bebas.


"Memangnya itu pun cukup untuk serigala betina sepertimu yang selalu haus akan belaian serigala-serigala kelaparan?" Asher yang sudah berada diatas tubuh wanita itu. Dia, sudah bergerak dengan bebas melakukan pergulatannya.


"Ah, kau benar. Aku tak akan pernah cukup dengan satu serigala. Untung saja kau cukup tangguh dalam melayaniku," Sheira yang terus membakar gelora Asher.

__ADS_1


"Jadi, kau butuh berapa lama untuk menaklukkannya?" tantang Asher.


"Asalkan seperti katamu, dia masih belum tersentuh oleh serigala wanita manapun dan melakukan ikatan pasangan. Aku pasti dengan mudah untuk menaklukkannya!" Sheira yang meyakinkan Eliot hatinya masih terkunci seperti yang di ceritakan oleh Asher.


"Setahuku, sudah seribu tahun hatinya tertutup. Dia, masih belum membuka hati pada wanita serigala manapun. Sepertinya kau memiliki peluang untuk menjadi satu-satunya calon ratu serigala berikutnya!" tegas Asher.


"Itu yang kuinginkan, menjadi seorang ratu dari para kaum serigala!" Sheira tersenyum licik dan masih menikmati setiap gerakan yang diberikan oleh Asher.


"Aku akan selalu mendukungmu, asalkan kau tidak melupakan diriku! Dan tahu dimana posisimu!" Asher mempercepat gerakannya membuat teriakan yang keluar dari mulut Sheira membuatnya makin menggila.


***


"Kau benar-benar akan membelinya?" Hana menautkan alisnya. Dibandingkan dengan Rani yang selalu berpenampilan modis dan glamour, Hana adalah kebalikan darinya.


"Uhm, kita kesini kan untuk menghabiskan uang suami kita!" kekeh Rani sambil menunjukkan sederet gigi putihnya.


"Cih, dasar wanita mata duitan!" celetuk Aaron, dia selalu berada dibelakang Hana.


"Heh, dasar serigala berandalan. Kau tidak usah ikut campur, ini urusanku dan Hana!" Rani berkacak pinggang dan mendelikkan mata saat menatap Aaron.

__ADS_1


Hana sudah dibuat pusing oleh kedua orang itu. Sejak menginjak kaki di pusat perbelanjaan Rani dan Aaron terus saja perang mulut di setiap kesempatan.


"Aku lapar! Terserah kalian!" Hana sudah jenggak. Dia, meninggalkan mereka.


Aaron pun hanya mengekori Hana. Nick dan Nath yang menjadi pengawal sekaligus membawa barang-barang belanjaan Rani.


"Kau mau makan apa sayang?" Aaron berkata, tangannya sudah melingkar di pinggang Hana.


"Aaron!" pekik Hana.


"Uhm!"


"Lepaskan!" Hana mencoba melepaskan tangan Aaron yang membelit di pinggangnya.


"Ayolah, sayang, aku ini juga suami-mu. Aku hanya meminta hak-ku. Tidak lebih. Dan, aku memintanya langsung tidak secara sembunyi!" Aaron tetap bersikeras meminta Hana untuk mengerti tentangnya.


Aaron membalikkan tubuh Hana agar mereka berdua bisa saling menatap.


Ya ampun, serigala ini ... kapan sih dia menyerah?

__ADS_1


__ADS_2