
"Tolong aku..., lepaskan..., jangan sakiti aku, aku mohon lepaskan aku..." teriakan dan rintihan tangis terdengar di telinga Aaron saat dia berjalan memasuki sebuah hutan.
Aaron mendekati suara, dia berjalan mendekati segerombolan pria yang sedang memegangi tubuh seorang gadis dan memaksa gadis itu untuk melayani mereka satu persatu.
"Jangan lakukan itu... aku mohon lepaskan aku... " isak tangisnya pecah, Aaron yang penasaran melihat wajah gadis yang sedang menangis tadi, dan mata Aaron langsung terbelalak kaget ketika dia melihat gadis itu ternyata Hana.
"Lepaskan dia!" Teriak Aaron penuh kemarahan saat melihat luka di sekujur tubuh Hana dengan baju lusuh dan berantakan.
"Siapa kau, berani sekali ikut campur. Ini urusan kami dan soal gadis ini... kami telah membelinya di pasar gelap, jadi dia mau kami apakah bukanlah urusan-mu" ucap salah seorang pria yang berbadan besar dari gerombolan tadi sudah mengacungkan sebuah gada besar pada Aaron.
Aaron menyeringai,
"Ternyata kau sudah bosan hidup" ucap Aaron dengan tatapan membunuh matanya kini berubah warna menjadi hijau dan dalam satu gerakan Aaron sudah menebas leher pria tadi sehingga kepala pria tadi langsung terpisah dari lehernya dan menggelinding dengan mata yang melotot.
Gerombolan tadi bergetar ketakutan namun tak melancarkan misinya,
"Serang!" perintah salah seorang lagi yang tak Terima temannya terbunuh dengan sia-sia.
Dan dalam beberapa gerakan dari Aaron semua gerombolan tadi sudah tak bernyawa. Tubuh mereka sudah terpisah dari badannya. Ada yang terbelah menjadi dua, terpotong menjadi dua dan beberapa orang kepala dan tubuh nya langsung terpisah.
Aaron berjalan menghampiri Hana yang tubuhnya bergetar ketakutan dan tak percaya dengan apa yang dilihat nya. Puluhan nyawa sudah tergeletak di hadapan Hana.
"Kau tidak apa-apa" ucap Aaron yang sudah berlurut dan mengulurkan tangannya kepada Hana.
Hana yang ketakutan dengan tubuhnya yang bergetar,
"Aku mohon lepaskan aku, aku mohon jangan sakiti aku..., " renggek Hana dengan tangisan terisak.
"Aku tidak akan menyakiti-mu, ikutlah denganku" ucap Aaron tatapannya kini berubah lembut ketika melihat Hana yang sangat ketakutan.
"Aku ingin pulang..., tolong lepaskan aku Tuan..., aku sungguh takut biarkan aku pergi... " tatapan Hana bergetar ucapan nya hampir tak terdengar oleh Aaron karena dia takut saat menatap mata Aaron.
"Kau sungguh tak ingat dengan-ku? Bagaimana kau bisa disini?" Tanya Aaron begitu penasaran, Hana tak menjawab dia hanya menggelengkan kepalanya perlahan, Hana tak mengerti dengan apa yang di ucapkan Aaron.
Aaron sangat ingin marah ketika Hana tak dapat mengenalinya, hatinya seperti terbakar api yang dapat membakar seluruh hutan, namun Aaron tetap tak berdaya ketika melihat wanita dihadapannya sangat ketakutan...
Aaron luluh saat melihat wajah Hana yang menurutnya tetap menggemaskan disaat seperti itupun.
__ADS_1
"Ikutlah denganku... aku janji tidak akan menyakiti-mu" ucap Aaron mengulurkan tangannya perlahan, Hana menatap ragu namun perlahan tangannya pun terulur meraih tangan Aaron.
Ada keyakinan yang dirasakan Hana bahawa laki-laki dihadapanya tidak menyakiti dirinya.
Aaron merengkuh Hana dalam pelukannya, Hana hanya memejamkan matanya dan memeluk tubuh Aaron dengan erat ketika Aaron membawanya melompati beberapa tempat dan lembah yang curam dan tinggi...
Entah apa yang dirasakan Aaron namun yang dia rasakan saat itu hatinya begitu hangat...
"Tuan" Nick mengguncang tubuh Aaron yang tertidur pulas di peraduannya.
Aaron membuka matanya menatap sekitar apa yang dia rasakan tadi seketika lenyap, menghilang tanpa jejak.
Ah, sial aku bermimpi ternyata. Kenapa di mimpi ku ada wanita itu. Siapa dia? Kenapa aku merasa sangat begitu dekat dengannya. Batin Aaron bergejolak.
"Anda sungguh tertidur, Tuan" Tanya Nath yang sedikit linglung melihat Tuannya yang tertidur sambil memeluk guling.
Nick dan Nath menatap ragu, namun mereka menyakinkan Tuan mereka tertidur pulas setelah seribu tahun Tuannya sekali pun tak pernah tertidur.
Aaron masih tak bergeming entah kenapa setelah pertemuannya dengan Hana hatinya mulai terusik. Hana tak seperti mangsa lainnya yang selalu diincar Aaron.
"Benarkah aku tertidur" seloroh Aaron menatap kedua pengawal setianya.
"Berapa lama aku tertidur" Tanya Aaron lagi meyakinkan dirinya dan dirinya pun merasakan sesuatu yang aneh memanas dalam dadanya.
"Saya yakin anda hampir tidur setengah hari Tuan, setelah Anda pergi dan kembali Anda langsung tertidur" Jelas Nick kembali.
Benar, aku merasakan lelah setelah bertemu dengan wanita itu. Padahal tak pernah sedikit pun aku merasa lelah dan mengantuk. Dengus batin Aaron yang masih penuh tanya.
.
.
.
Uhuk. Uhuk.
Hana tiba-tiba tersedak saat minum, dadanya tiba-tiba memanas, ada perasaan tak nyaman dalam hatinya namun dirinya sendiri tak bisa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
__ADS_1
Eliot menatap Hana yang seperti kesulitan bernafas saat tersedak,
"Ada apa, wajahmu kenapa memerah seperti itu" Eliot segera mendekap Hana dengan hawa dingin yang mengalir di tubuhnya karena Hana terus terbatuk tanpa henti, ketika Eliot mendekapnya barulah dia berhenti.
Perlahan wajah Hana yang seperti terbakar meredup dan kembali normal.
Apa dia sudah menyadari-nya. Batin Eliot.
"Sakit sekali El, dadaku sakit... " renggek Hana mencoba menarik nafas dan memegangi dadanya.
Eliot mengusap perlahan punggung Hana mencoba meredam hawa panas yang keluar dari tubuh Hana.
"Sudah lebih baik-kah" Hana menganggukkan kepalanya perlahan dalam dekapan Eliot.
Hana membuka perlahan dekapan Eliot, dirinya mencoba mencari udara segar diantara keramaian kota.
"Iya..., Terima kasih" ucap Hana lirih.
"Hanaaa" panggil seseorang, Hana menoleh ia melihat Lona sedang berjalan menggandeng tangan Morris.
Hah, mereka lagi, mau apa lagi mencari-ku. Batin Hana tangannya mengepal erat di atas meja.
Eliot langsung melihat setiap gelagat Hana seakan sudah bersiap,
"Awas, jangan kau pakai kekuatan-mu" lirik Hana kepada Eliot yang terlihat sudah sangat waspada.
Morris menghempaskan tangan Lona, hati Morris langsung terbakar cemburu ketika melihat Hana sedang duduk berdua menikmati makan malam.
Bahkan kau selalu menolak jika aku yang mengajakmu.
Cibir Morris dihati, kesal melihat Hana berdua bersama seorang laki-laki.
Eliot terus menatap Morris dengan tajam sambil mencibir merasa menang karena suara hati Morris barusan.
"Kalian sedang makan malam" ucap Lona tanpa basa basi langsung duduk di sebelah Eliot.
"Ya... seperti yang kalian lihat" Senggit Hana kesal sendiri, walaupun dia sudah tak memiliki perasaan apapun terhadap Morris, namun dia tak menyangka kalau selama ini Morris telah lama berkhianat.
__ADS_1
Morris terus menatap Hana dengan tajam, apalagi melihat penampilan Hana yang sangat berubah, Hana terlihat cantik dan modis dengan balutan mini dress di atas lututnya.
Haiss..., setiap dulu bertemu sungguh membosankan, namun sekarang dia bahkan membukanya pada orang yang baru dia kenal. Umpat Morris kesal dengan perubahan Hana yang makin cantik.