SUAMIKU SERIGALA

SUAMIKU SERIGALA
Aku akan ikut kongres


__ADS_3

Sampai di aula setelah mereka makan siang. Mereka terlihat sedang menunggu kedatangan seseorang. Tentu saja kedatangan itu pun paling dinantikan oleh Aaron.


Awan mulai menggelap dan menghitam. Angin bertiup dengan sangat kencang. Kilatan cahaya bertebaran di langit. Buihan sinar seperti gerbang sedang terbuka di mata mereka.


Bagi Hana dan Rani ini adalah hal yang asing dan langka. Baru sekali mereka kemarin merasakan keajaiban melintas dimensi. Pengalaman pertama bagi Rani yang begitu menakjubkan dipenuhi rasa takut. Namun, sekarang mata mereka kembali dibuat takjub seperti sedang menonton film action fantasi di TV.


"Han, Han," Rani menyenggol sikutnya. Ingin melontarkan komentar.


"Sstttt, jangan berisik!" lirik Hana.


Tiga orang hadir diantara mereka.


Dengan tudung dan mata merah menyala seperti kobaran api. Mereka menatap satu demi satu yang hadir menyambutnya.


"Selamat datang, Master Matius, Norman dan Spargo!" sapa Baginda Raja meletakan tangannya di dada, pertanda pemberian hormat pada mereka.

__ADS_1


"Terima kasih untuk sambutannya, Baginda Raja Elzard dan Permaisuri Yola," membalas penuh hormat dan untuk permaisuri Yola, Matius mencium kedua tangannya.


"Uhm." Matius berkata. Namun, tatapan matanya berkeliling hingga dia berhenti pada Hana.


"Ah, rupanya Greg tidak berbohong, Norman!" Matius dan dua rekannya berjalan menghampiri Hana. Eliot dan Aaron bersiap maju ke depan menghadangnya untuk menghampiri istrinya.


"Dia, istriku, Master Matius!" Kompak kedua suami serigala Hana menjawab.


"Luar biasa, ternyata kalian sudah menemukan permata yang kami cari." Tatap Matius mencoba menembus pertahanan keduanya, hingga keduanya memegangi dada. Mereka berdua merasa seperti jantungnya di remas-remas dengan kasar.


"Arghh!!" Eliot dan Aaron memercikkan darah dari bibir meraka.


"Hemm, kalau begitu, bolehkah aku menyentuhnya?" Kedua suami serigala Hana saling melirik. Matius ingin mengetahui Hana.


"Maafkan aku, Master Matius, dia sangat pemalu dan penakut. Lebih baik kita langsung saja dengan kongresnya, jika Anda tidak keberatan?" Aaron pun menyela berbicara. Dia pun sama khawatirnya dengan Eliot.

__ADS_1


Matius memutar bola matanya, "Ah, kongres. Aku hampir melupakan tujuan kedatanganku kesini!" Matius melirik Norman dan Spargo. Mereka pun segera mundur dan kembali menatap semuanya.


Rani terus saja menyenggol sikut Hana. Dia sudah terlihat tak sabar ingin segera berbicara. Namun, lagi-lagi delikan dari Hana membuatnya mengurungkan niat.


Hana yang dibelakang punggung para suaminya hanya bisa menatap binggung. Tak mengerti apapun yang sedang mereka bicarakan.


"Baiklah, kita mulai saja kongresnya. Norman dan Spargo sedang menyuapi semuanya!"


Pandangan mereka teralihkan pada Norman dan Spargo yang sedang membuat gelombang ruang dimensi. Dan, kembali lagi Matius menatap Aaron.


"Maaf, Master Matius!" Asher tiba-tiba berbicara dan maju kehadapan mereka. Sejak tadi dia memang sedang menantikan saat ini.


"Ada apa Pangeran Asher?" Matius berkata tegas. Tatapannya tajam kearah Aaron.


"Aku pun ingin mengajukan diri ikut kongres. Aku juga ingin menjadi satu dari suami Hana!" cetusnya mantap. Membuat semua menatapnya tak percaya.

__ADS_1


"Pangeran Asher, anda jangan bermain-main. Hati-hati dengan ucapanmu!" selak Baginda Raja, dia tak menyukai dengan rencana anak keduanya.


"Maaf, Baginda Raja, aku sungguh akan mengikutinya. Aku benar-benar ingin menjadi suami Hana! Dan, aku ingin ikut kongres." Asher mantap dengan ucapannya. Dia tak akan mundur dari rencana yang sudah dibuatnya.


__ADS_2