SUAMIKU SERIGALA

SUAMIKU SERIGALA
KAU MENGGODAKU


__ADS_3

Sheira melangkah maju, dihadapannya kini terpapar nyata Eliot. Eliot tengah berada di kolam air hangat tanpa mengenakan sehelai benang pun. matanya mengkrejap berulangkali masih tak mempercayai apa yang ada dihadapannya.


Apa aku sedang tidak bermimpi?Dia benar-benar sangat tampan, hot and sexy. Rasanya aku tak menyesal bisa melihat ini semua.


Tatapan Eliot begitu menghujam jantungnya. Dia tak dapat lagi menghindar. Tanpa sadar kakinya melangkah sedikit demi sedikit menghampiri pemandangan yang menyilaukan matanya. Apalagi, pemandangan itu terus menyambutnya dengan uluran tangan dan senyuman yang manis. Membuat Sheira takjub dan terhipnotis.


"Ayo ... sedikit lagi, setelah ini kita aka bisa mandi bersama dan melakukan apapun yang kau inginkan!" bujuk rayunya.


Tak mungkin Sheira menolaknya. Dia sampai menelan salivanya saat mendengar sendiri Eliot yang mengajaknya. Eliot yang bertekuk lutut memintanya, bukan dia yang mengemis untuk melakukan itu.


Sheira sedikit ragu-ragu, dia duduk di pinggir kolam itu. Tiba-tiba, Eliot mendekatinya, "Ada apa? Apa yang sedang kau pikirkan? Bukankah, kau memang menginginkan hal ini? Atau, sekarang kau tak menginginkannya dan berpaling?" Eliot menggenggam kedua tangan Sheira dengan sangat lembut. Menatap dengan penuh perasaan. Dan tangan Eliot membimbing tangan dirinya untuk menyentuh dadanya yang besar dan berotot. Yang terasa kenyal saat dia menyentuhnya.


"Kau sungguh-sungguh tidak menyukainya?" wajah sedih Eliot menantikan jawaban. "Atau kau memang tak mempercayaiku?" spontan Eliot menarik tangan gadis itu. Membiarkan tubuh mereka saling menempel.

__ADS_1


Sheira memejamkan matanya saat bibirnya dan bibir Eliot melakukan penyatuan. Penyatuan hangat dan membuatnya hampir kehilangan kesadaran. Dia seolah terbiua dan terlena oleh sosok Eliot yang membara dan mempesona di hadapannya.


"Ikutlah denganku dan kau bisa menikmati lebih banyak lagi!" Eliot yang tak melepaskan pelukannya, keluar dari kolam air hangat tadi dan akan membawanya ke satu ranjang yang bersinar.


"Ki-kita, mau kemana?" Nafasnya setengah tersengal. Antara kewarasan dan kegilaan mulai membelunggu tubuh Sheira.


"Apa lagi? Bukankah, kau menginginkannya juga? Kita akan melakukannya sampai kau puas. Kita tidak akan berhenti sampai kau sendiri yang merasakan kepuasan itu!" Benar-benar tawaran yang menggiurkan. Tak mampu lagi Sheira menolak pesona Eliot


Ketampanan, kekuatan, kekuasaan dan tentu saja tubuh kekarnya yang mampu memuaskan segala hasratnya benar-benar tak bisa Sheira menolaknya. Tentu saja Sheira tidak akan membuang kesempatan ini. Apalagi saat tubuh mereka tadi saling menempel dengan kondisi Eliot polos tanpa sehelai benang pun. Membuatnya makin penasaran untuk menjajal kekuatan di ranjang.


Beberapa detik kemudian Sheira sudah polos tanpa sehelai benang pun. Matanya terpejam dan sedang menikmati semua ritme permainan yang diberikan oleh Eliot.


Huahh, aku benar-benar gila. Dia benar-benar gila. Bagaimana ini bisa seenak itu. Dia benar-benar kuat dan benar-benar ti-pe-ku!

__ADS_1


Perlahan mata Sheira terbuka dan betapa terkejutnya dia ketika sedang melihat siapa yang sedang menggagahinya. Sosok laki-laki bertubuh besar dengan kulit berwarna merah. Dua tanduk muncul di kepalanya dan gigi-giginya penuh taring berwarna hijau juga wajahnya benar-benar menyeramkan seperti monster.


"Arrgghh! Tidakkkk!!" Namun, monster itu tidak berhenti diatas tubuhnya. Memompanya dengan kasar dan tanpa ampun.


"Kenapa? Bukankah, kau menikmatinya tadi? Ahahahah!!" Seringainya penuh kemenangan. Membuat Sheira hampir kehabisan seluruh tenaganya.


Tiba-tiba dia melihat bayangannya dalam cermin. Dia melihat wajahnya yang berubah peyot dan keriput. Seakan penyatuan dari monster tadi menghisap seluruh kekuatan di tubuhnya.


Dengan sisa-sisa kekuatannya, Sheira mengumpulkannya di tangan membentuk putaran cahaya merah dan tak lama cahaya merah tadi berubah menjadi belati merah berlapis perak. Dan. Jlebb! Sheira menghujamkan di punggung monster itu. Membuatnya berhenti melakukan penyatuan dan monster tadi menimpa tubuhnya.


"Ughh!" Sheira mendorong tubuh monster tadi dengan sisa-sisa kekuatannya. Turun dari ranjang dan meraih pakaiannya. Lalu sama seperti halnya Hana, muncullah


kumpulan sinar cahaya berwarna terang menyilaukan matanya. Dan berdiri kokoh di hadapannya sebuah pintu berwarna putih. Pintu terbuka menyambut pemiliknya.

__ADS_1


Seperti suster ngesot Sheira menghampiri pintu itu. Pelan-pelan dia pun bisa keluar dari pintunya.


"Hohoho, ternyata kau juga bisa melewatinya. Sungguh mengesankan. Tapi, sepertinya kau harus memulihkan dirimu terlebih dahulu!" suara dihadapannya. Suara khas Matius. Samar-samar Sheira melihat penampilannya dalam bayangan lantai itu yang seperti kaca baginya. Penampilannya kini, peyot, kriput, seperti seorang nenek-nenek.


__ADS_2