
“Cih, kau alasan saja, bilang saja kau tak betah lama-lama disini! Aaron tak akan mengganggu istrimu. Yang dijadikan fokus utamanya adalah istriku,” ucap Eliot mulai memanas.
Baginda Raja dan Permaisuri tampak tersenyum menyambut kedatangan seseorang. Pria dengan rambut hitam dan bermata merah memasuki ruangan. Disampingnya, seorang wanita bersurai hitam sangat indah menggandeng lengannya.
Wajah wanita itu tampak bersemangat dan berseri saat memasuki ruangan. Matanya sesekali melirik kearah Eliot dan Lucas secara diam-diam. Namun, tak dapat dipungkiri oleh wanita itu langsung terpesona oleh ketampanan Eliot. Sorot matanya seolah dipenuhi panah asmara membuatnya terbakar dan jantungnya berdebar.
“Selamat datang, Pangeran Asher!” Permaisuri membuka pelukannya untuk menyambut kedatangan putra kedua mereka. Mereka saling berpelukan melepas rasa kangen seorang ibu.
“Senang berjumpa dengan anda, Permaisuri. Anda tambah cantik dan awet muda!” Asher meraih tangan ibunya, mengecup kedua tangannya. Wajahnya tersenyum penuh bahagia.
“Kau pulang anakku, kau sungguh bertambah gagah dan tampan anakku. Omong-omong siapa dia?” Permaisuri tersenyum penuh kehangatan menyambut kedatangan seorang yang mengandeng putra kedua mereka.
"Uhm, ini aku membawakan hadiah untuk Baginda Raja dan Permaisuri, aku harap kalian menyukainya!" dia meraih tangan wanita di sampingnya dan memperkenalkan kepada kedua orangtuanya.
"Hohoho, akhirnya kau pulang membawakan kami seorang cucu, Pangeran Asher!" ucap Baginda Raja terlihat sangat bahagia. Dia, bersyukur karena anak keduanya kembali dengan keadaan yang sangat berbeda.
Baginda Raja menyakini kalau anaknya sudah banyak berubah tidak tersulut emosinya pada seribu tahun lalu.
"Perkenalkan, dia, Sheira, kami tak sengaja bertemu saat dalam perjalananku ke istana!" segurat senyuman tak dapat diartikan. Dia, kemudian mengalihkan pandangannya pada Eliot yang berada di belakang kedua orangtuanya.
"Sheira, nama yang sangat cantik seperti rupamu juga," Permaisuri tersenyum tulus menyambut kehadiran seorang Sheira.
"Terima kasih banyak atas pujiannya, Permaisuri, anda pun sangat cantik seperti yang aku bayangkan!" dia mengangkat gaunnya memberikan hormat pada Baginda Raja dan Permaisuri.
__ADS_1
"Rupanya kau juga datang menyambutku, kakak!" rahangnya mengeras saat mereka berdua berhadapan. Eliot dan Asher seperti ada kilatan listrik dari kedua matanya.
"Selamat kembali ke istana, Pangeran Asher!" Eliot menganggukkan kepalanya dengan ucapannya yang datar. Kali ini Eliot sedang tak ingin berdebat ataupun membangkitkan sesuatu yang buruk. Dia, tak ingin memancing emosinya Asher.
"Dan, kau masih saja belum berubah!" Asher berjalan kehadapan Lucas dan menepuk pundaknya. Pundak Lucas ditekan oleh tenaga dalam Asher.
Lucas sedikit meringis, "Senang berjumpa dengan anda, kakak kedua!" Lucas mencoba menarik wajahnya agar terlihat tak masam saat merasakan tenaga yang menyakitkan mengalir di tubuhnya.
Baginda Raja dan Permaisuri masih menyadari ketegangan anak-anak mereka, ternyata Asher tak sepenuhnya berubah.
"Ehem, kalian baru saja datang jangan membuat Sheira ketakutan!" sindir Baginda Raja memecah ketegangan pada raut-raut wajah putranya.
Asher menarik nafasnya dalam-dalam, dia mencoba meredam seluruh emosinya. Tak ingin langsung menunjukkan sikap tak bersahabatnya pada kakak dan adiknya.
"Oh, kalian bisa menikamati hidangan terlebih dahulu atau mungkin kau ingin membawa Sheira untuk berkeliling istana, Pangeran Asher!" Permaisuri mencoba mencairkan suasana yang canggung dan tegang.
"Uhm, bolehkah saya berjalan-jalan Baginda Permaisuri?" ucap Sheira. Namun, matanya malah melirik kearah Eliot.
"Tentu saja, silahkan. Ajaklah dia berkeliling istana, Pangeran Asher!" ucap Permaisuri melirik anak keduanya.
"Uhm, aku agak sedikit lelah. Jika tidak keberatan, bisakah kakak mengajak Sheira berkeliling istana! Aku akan beristirahat!" Asher menyentuh lehernya dan menggerakkannya ke kiri dan kanan.
Segurat senyuman penuh binar langsung terpancar jelas diwajah Sheira. Dia, sepertinya sudah tak bisa menahan gejolak yang dia rasakan terhadap Eliot.
__ADS_1
Eliot masih tak bergeming, dia menatap Sheira acuh tak acuh, "Apa kau keberatan dengan permintaanku, untuk menemani Sheira sebentar kakak?" Asher berkata dengan penuh penekanan terhadap kakaknya. Terlihat jelas maksud tersirat dari adiknya itu.
"Tidak masalah!" Eliot mengulurkan tangannya pada Sheira dan langsung disambut dengan antusias olehnya.
"Kami, akan berkeliling sebentar, Baginda Raja, Permaisuri!" Eliot mohon undur diri dan berbalik badan setelah Sheira memberikan penghormatan kepada kedua orangtuanya.
Lucas tampak memperhatikan semua gerak gerik kakak keduanya yang tersenyum smirk saat menyaksikan kepergiannya bersama dengan wanita yang di bawanya.
"Aku akan kembali ke kamar dahulu, Baginda Raja, Permaisuri!" kini Asher memohon undur diri dan akan berbalik badan. Namun, dia berbalik kembali, "Sepertinya aku tak melihat adik kesayanganku Aaroon, Nick dan Nath, kemana mereka?" matanya masih berkeliling karena dia bisa merasakan ketidak beradaan mereka.
"Dia, memang masih jarang pulang seperti dirimu. Masih sibuk berburu seperti dirimu!" jawab Permaisuri tak ingin anaknya menaruh curiga.
"Oh, baiklah. Aku pamit!" dia berbalik dan meninggalkan ruangan yang terasa tegang dan canggung akan kehadirannya.
"Ternyata dia masih belum melupakan segalanya, Permaisuri!" segurat rasa cemas tergambar jelas diwajah Baginda Raja.
"Sebaiknya kita segera mencari jalan keluarnya Baginda, apalagi pangeran pertama akan segera membawanya kembali!" sahut Permaisuri membuat Baginda Raja berpikir keras. Dia, masih belum bisa meluluhkan hati dan keras kepala putra kedua dan ketiganya.
***
Hallo, aku hadir lagi. Maaf menunggu lama untuk update. Mohon dukungannya kembali ya untuk karyaku ini!
Jangan lupa mampir di Mr. Arrogant's Baby dan Pacarku, Tuan Vampire!
__ADS_1