SUAMIKU SERIGALA

SUAMIKU SERIGALA
Wanita yang sangat menggemaskan


__ADS_3

Cih. Apa aku tidak salah lihat. Apa yang bisa wanita ini banggakan selain menjual tubuhnya. Pekik orang tadi.


Orang tadi kembali menatap Hana, aroma wangi dan manis langsung mengalir di panca indra nya.


"Tidak perlu kau ganti Nona..., saya Aaron, maaf soal peristiwa barusan," ucap orang tadi memperkenalkan dirinya sebagai Aaron di hadapan Hana.


Hana tampak binggung karena orang tadi tidak marah malah mengulurkan tangan untuk berkenalan dengan nya.


Lona yang terus menatap orang di hadapannya. Pria tampan bertubuh besar tampan dan yang paling penting yang tergambar jelas oleh Lona pasti pria itu adalah orang yang sangat kaya. Dengan penuh percaya diri Lona menyapa uluran tangan Aaron,


"Hai, aku Lona temannya Hana, jika kau tidak keberatan kita bisa ngobrol bersama" ucap Lona mengeluarkan semua pesona untuk menggoda nya.


Hana yang masih terdiam kaget dengan sikap agresif Lona, Hana tak berani menjabat tangan pria lain takut jikalau ancaman Eliot benar terjadi, dirinya akan terbakar hidup-hidup jika bersentuhan dengan pria lain selain Eliot.


Aaron menatap sinis Lona, terlihat jelas dia sangat tidak menyukai sikap agresif Lona.


"Han, kau tidak keberatan kan kalau dia ikut gabung dengan kita... " ucap Lona semanis madu bergelayut manja di lengan Hana.


Hah, apa aku tidak salah, kita akrab pun tidak. Pekik Hana di hati sambil menautkan kedua alisnya melihat geli tingkah Lona yang sudah seperti cacing kepanasan melihat Aaron.


Aaron kembali menatap Hana setelah mendengar suara hati nya.


"Ah, bo-boleh" ucap Hana terbata atas tatapan Aaron yang tiba-tiba mengintimidasi dirinya.


Mereka pun kembali ke meja Lona, pesanan Hana sudah ada di meja dan saat mereka duduk tak lama pesanan Aaron pun datang. Lona menarik Aaron agar duduk bersebelahan dengan nya.


Hana menyeruput minuman yang telah dia pesan dan memakan pesanannya tanpa memperdulikan mereka. Hana sangat kelaparan, dia makan dengan lahap di depan Aaron dan Lona dengan dua porsi besar.


"Han, apa aku tidak salah lihat, kau makan begitu banyak memang kau tidak makan berapa hari" celetuk Lona membuat Hana tersedak atas ucap Lona.


UHUK. UHUK.


Hana memukul dadanya perlahan, menaruh sendok yang dia pegang dan akan mengambil minuman namun tangan Aaron lebih dahulu menyambangi minuman dan memberikannya kepada Hana.

__ADS_1


"Memang kenapa kalau aku makan banyak, ini sesuai kok dengan tenaga yang akan ku keluarkan" sahut Hana kesal di koreksi soal makanan.


Aaron terus menatap Hana tanpa berkedip.


Benar-benar mangsa yang menggemaskan, apa aku akan tega memakannya nanti sampai habis. Pekik Aaron.


"Kau ini kan wanita setidaknya jaga image dong Han, apalagi di sini ada Aaron yang begitu tampan... " ceplos Lona tanpa tahu malu.


"Iya kan Aaron... " ucap Lona terus bergelayut manja di lengan kekar Aaron.


Aaron menghempaskan tangan Lona,


"Tidak, menurutku cara makan Hana sangat menggemaskan," ucap Aaron dengan mata penuh berbinar.


UHUK. UHUK.


Hana kembali tersedak setelah mendengar ucapan Aaron dan segera minum air.


"Apa kau bilang? Menggemaskan? Apa kau tidak salah? Darimana yang menggemaskan, itu bukan menggemaskan... itu rakus namanya," protes Lona yang tidak terima dirinya yang berpenampilan lebih di atas Hana di kalahkan begitu saja.


Lona seolah teringat kembali dengan misi awalnya,


"Oh... begini Han, a-aku sebenarnya lagi butuh bantuan-mu" ucap Lona melirik kan matanya kearah Aaron yang bahkan tak peduli soal kehadiran Lona di sampingnya, Aaron seperti kucing manis terus menatap tajam Hana.


"Heem, katakanlah" ucap Hana yang penasaran sambil melirik jam di tangannya, waktu istirahat nya akan segera berakhir, waktu nya terbuang sia-sia.


"Begini Han... orangtua ku sedang kena musibah dan aku perlu bantuan mu dalam hal finansial, bisakah kau membantu-ku" ucap Lona wajahnya berubah menjadi sangat menyedihkan di hadapan Hana, Lona seolah mencari simpati juga dari Aaron.


"Orangtua?" ucap Hana mengulangi ucapan Lona.


"Iya, orangtua-ku" sahutnya dengan wajah yang lebih menyedihkan.


Ya ampun Lona, orangtua siapa? Bukan kah kau bilang dulu yatim piatu dan tinggal juga di besar kan di panti asuhan. Sampai kapan kau akan terus membohongi-ku. Batin Hana.

__ADS_1


Hana bahkan tidak bisa lagi percaya bahawa yang di hadapan nya adalah Lona yang dulu di kenal olehnya. Lona berubah dengan drastis. Mungkin dia akan terus berbohong untuk melakukan setiap ambisinya.


"Maaf, tapi aku tak bisa membantu-mu. Aku rasa sampai di sini dulu, jam istirahat ku sudah habis" ucap Hana beranjak dari duduknya dan memanggil seorang pelayan.


Pelayan menghampiri meja Hana,


"Tolong bungkus kan sisa makanan-ku, aku akan bawa pulang" ucap Hana seketika menohok Lona dan anehnya Aaron yang belum menyentuh makanannya meminta di bungkus juga.


Lona merasa tak percaya dengan penglihatan nya,


"Kau sungguh tega padaku Han, aku ini teman mu, dulu saat kau kesulitan aku selalu berusaha menolong-mu, sekarang aku meminta bantuan-mu malah tidak kau bantu" ucap Lona lagi memulai lagi sandiwara kebohongan nya di depan Aaron, Lona seakan menunjukkan Hana sebagai teman yang tak tahu terima kasih.


Hana menggelengkan kepalanya, menatap Lona, benar-benar tak percaya dengan semua ucapan yang keluar dari mulutnya.


"Nona, Tuan ini pesanan anda" ucap pelayan yang membawa pesanan yang sudah di bungkus.


"Punya-ku berikan saja untuk nya" ucap Aaron saat pelayan tadi akan memberikan makanannya.


Hana sumringah, "Benarkah untuk ku semua, terima kasih banyak" ucap Hana tanpa sungkan meraih bungkusan yang di berikan pelayan tadi.


DAG. DIG. DUG.


Degub jantung Aaron berdetak dengan cepat, selama dia hidup belum pernah ada yang membuatnya seperti itu.


Astaga, benar-benar menggemaskan, dari mana wanita ini berasal. Batin Aaron.


"Baiklah, selamat tinggal" pamit Hana berbalik meninggalkan Lona yang terlihat murka dengan sikap acuh tak acuh Hana.


Sial. Dasar wanita sialan, gara-gara kau aku kehilangan uang seratus juta untuk membeli tas keluaran terbaru, sekarang aku mengakali mu dengan meminjam uang pun tak kau berikan. Eratan gigi Lona terdengar jelas oleh Aaron.


Aaron membalikkan wajahnya menatap Lona penuh amarah, dan ketika Lona beranjak dari duduk nya mengambil tasnya dengan kesal, sorot mata Aaron memberikan perintah pada gaun minim yang di pakai Lona, tiba-tiba gaun Lona robek dan hampir membuatnya telanjang.


Lona berteriak histeris segera menutupi gaun nya yang tiba-tiba robek.

__ADS_1


Itu hanya sedikit hukuman karena kau telah mengganggu wanita yang sangat menggemaskan untuk ku. Aaron.


__ADS_2