SUAMIKU SERIGALA

SUAMIKU SERIGALA
Cincin Suci


__ADS_3

"Bolehkah aku meminta cincin suci milikku" Ucap Eliot masih menundukkan kepala.


Sang Raja langsung menatap putra tertuanya yang tampak gelisah.


"Ada apa Pangeran ke-empat? Apa Pangeran pertama sudah bertemu..." Sorot mata sang Raja langsung mengintrogasi Lucas.


"Maaf Baginda raja saya tidak berhak menjelaskan. Anda bisa langsung bertanya dengan Pengeran pertama" Sahut Lucas yang memberi hormat dan menunduk.


Sang Raja menatap wajah Eliot yang masih tertunduk.


"Benarkah? Angkat kepalamu Pangeran" Ucap sang Raja menatap wajah putranya yang gusar.


Eliot mengangkat wajahnya.


"Kau sudah menemukannya?"


Eliot mengangguk. Pramaisuri yang mendengar langsung berbinar...


"Akhirnya..., bawa dia kembali secepatnya, Pangeran!"


permaisuri yang tampak bersemangat.


Namun wajah Eliot terlihat lebih gelisah,


"Ada apa? Apa ada masalah?"


Baginda Raja yang langsung memberikan tatapan mematikan dengan bola mata hitamnya.


"Sayangnya..., sudah tercium oleh... "


Sang Raja menghela nafas dia mengetahui arah pembicara putranya.


"Huhh... Apa kalian tidak bisa tertarik dengan hal yang berbeda. Seribu tahun berlalu pun masih dengan adegan yang sama"


"Tapi kali ini aku yang lebih dahulu menemukan nya. Bukan dia... "


"Ya tetap saja..., ikatan pasangan tidak akan bangkit tanpa kehadiran nya. Sebaiknya kau mengalah saja... "


"Tidak yang mulia, aku sudah mengalah seribu tahun lalu. Aku akan terus berusaha membangkitkan ikatan pasangan dengannya. Aku yakin bisa melakukan-nya"


Sorot mata Eliot menunjukkan keyakinan. Kali ini dia tidak akan melepaskan.


"Permaisuri... Tolong ambilkan kotak penyimpanan nya"


Pinta sang Raja, permaisuri mengangguk dan melangkahkan kaki pada salah satu dinding dengan tulisan aksara kuno.


Permaisuri menempelkan tangan kanannya sebuah sinar menyala dan satu buah kotak muncul kepermukaan, melayang dan menghampiri pemiliknya.


Eliot menerima kotak tersebut dan membuatkan. Satu buah cincin berlian berwarna mirah delima melayang di udara dan terus mengarah masuk pada jantung Eliot.


"Terima kasih baginda raja, permaisuri"


Mereka hanya mengangguk.


"Sebaiknya kau bawa dia lebih dulu pulang Eliot. Dan cepatlah berikan kami keturunan. Kami sudah menunggu seribu tahun untuk hal tersebut"


"Saya akan berusaha baginda, semoga kali ini aku berhasil meluluhkan hatinya"...


.


.


.


TRING.


Hana dan Aaron muncul di ruangan Aaron.

__ADS_1


" Kau makan disini ya"


Aaron meletakkan Hana di sofa ruangan dan melihat beberapa hidangan sudah tersaji di meja.


Hana meneguk air liur nya, bunyi perutnya langsung berbunyi ketika melihat makanan.


"Baiklah! Aku datang sayang..."


Hana tersenyum tanpa ragu menyambut makanannya. Dan mengambil satu potong ayam goreng memakannya dengan lahap.


"Hemmm..., enak sekali"


Hana yang tak henti bergumam dan makan membuat Aaron yang melihat nya makan dan terus mencium aroma di tubuh Hana seketika terpancing duduk di samping Hana.


"Kau mau"


Hana tersenyum dan menawarkan sepotong ayam goreng kepada Aaron.


Wanita ini benar-benar menggodaku. Aku sudah menahannya dengan susah payah dan lihat ulah nya...


Aaron menarik tubuh Hana ke pangkuannya,


"Kau sedang menggodaku"


Aaron mendekatkan wajahnya, hidungnya mulai mengendus-endus tubuh Hana.


Hana yang bergidik menahan geli, ayam goreng di tangannya pun jatuh ke lantai.


"He-hentikan Aaron, aku tidak ingin dia menghukum ku"


Hana yang kedua tangannya memegangi kepala Aaron, menahannya.


"Kau fikir hanya dia saja yang bisa menghukummu. Aku juga bisa. Kau suka hukuman seperti apa..., Hana sayang... "


Aaron yang menggoda Hana menarik kedua tangan Hana dan mengecupnya.


Hana berusaha menghindari namun Aaron langsung membanting tubuh Hana di sofa dan memberikan pertahanan kuat pada Hana.


"Aaron hentikan. Jangan lakukan i-tu... "


Hana yang gelagapan saat Aaron sudah menyerang bibir Hana lebih dulu dan memberikan nya ciuman yang membara.


Hana tak bisa menolak apalagi ketika tangan Aaron mulai menjelajah setiap tubuh Hana. Menyentuh dan meremas nya.


"Ah. A-aron..."


Hana berusaha menghentikan semua kegiatan tangan Aaron, Aaron melirik wajah Hana yang mulia menangis hingga membuat nya berhenti dan tak tega.


Hiks... Hiks...


Aaron membenarkan posisi duduk nya dan menarik Hana kembali dalam pelukannya.


"Maaf, aku memaksamu"


Aaron mengusap punggung Hana dan menenangkan.


Ah, sial. Kenapa dia menangis malah membuat imut dan menggemaskan, tapi aku tak bisa memakannya sekarang, dia belum menerimaku seutuhnya.


"Mau sampai kapan kau memeluknya"


Suara geram seseorang menggema di ruagan penuh kemarahan.


Hana yang jelas mendengarkan segera menolehkan wajahnya yang masih berurai airmata.


Tubuh Hana bergetar ketakutan seperti orang mesum yang terciduk warga.


Aaron tersenyum, menaikkan rahangnya dengan keras.

__ADS_1


"Kau terus menyembunyikannya. Kau fikir aku tak bisa mengenalinya, hah"


Aaron yang berdiri berhadapan dengan Eliot. Seketika Lucas, Nick dan Nath muncul mendampingi keduanya.


"Di kehidupan ini dia istriku. Kau tak berhak menyentuh nya sama sekali. Hana kemarilah"


Eliot memberikan perintah dengan warna matanya yang sudah berubah biru. Hana yang tersentak segera melepaskan tangan Aaron dan melompat kepelukan Eliot.


Eliot menatap baju Hana yang sudah berantakan dan terbuka, Eliot merapikan nya, lalu dia memeriksa leher Hana.


"Cih, kau masih saja berulah. Aku bilang di kehidupan ini dia milikku"


Bola api biru muncul di telapak tangan Eliot dan langsung menghantamkan kepada Aaron, namun Aaron berhasil menghindari.


Eliot berbalik menatap wajah Hana yang bergetar ketakutan.


Ya... Ampun apa sih yang sedang mereka ributkan. Bahkan perutku masih keroncongan. Pekik Hana kesal dan menyayangkan makanan di meja yang terbakar hangus karena kemarahan Eliot.


Eliot menarik tubuh Hana kedalam pelukannya,


"Aku akan menggantinya dua kali lipat nanti"


Ucap Eliot sambil mengecup kening Hana, Hana mengangguk menurut ucapan Eliot.


Aaron menyeringai, "Dia masih milikku. Kau tidak akan bisa membuka ikatan pasangan tanpa keberadaanku" Cibir Aaron.


"Kau tak perlu mencemaskan. Istriku pasti membuka hatinya untukku"


Eliot yang mulai mengeluarkan lagi api biru di tangannya.


"Aku lapar, sangat lapar. Aku mau makan sekarang... "


BLUSH.


Wajah Eliot dan Aaron memerah ketika mendengar suara Hana yang begitu manja dan menggoda mereka.


Astaga. Sungguh menggemaskan aku mana bisa menahannya. Batin Eliot.


Imut sekali, aku akan mendapatkan mu kembali, istriku. Batin Aaron.


Seketika kobaran api biru di tangan Eliot meredup.


"Kau sungguh lapar"


Hana mengangguk.


"Iya, aku sangat kelaparan" Ucap Hana sambil tersenyum membuat pertahanan keras Eliot runtuh.


Eliot tak memperdulikan lagi kegeraman dan rasa cemburu dari Aaron, Eliot langsung mengangkat tubuh Hana kedalam pelukannya dan menghilang.


TRING.


Mereka muncul di kamar Hana.


"Kau mau makan apa sayang"


Eliot yang berucap semanis madu membawa Hana duduk di sofa ruang tamu Hana.


"Aku mau ayam goreng, salad buah dan air mineral masing-masing tiga porsi"


TRING.


"Aku berikan lebih sesuai janji sayang"


Eliot yang tersenyum dan memberi kode semua sudah ada di meja.


Entah kenapa Hana merasakan sesuatu yang aneh, dia bahkan tak ingin melepaskan pelukannya pada tubuh Eliot.

__ADS_1


__ADS_2