
"Mencabut jantung sendiri? Sungguh menyeramkan. Apa kalian semua kaum serigala seperti itu?" Hana menautkan alisnya hampir tidak percaya dengan ucapan Eliot barusan.
"Begitulah yang di namakan cinta, apapun akan kami lakukan. Apalagi sudah menetapkan seseorang sebagai pasangan jiwanya. Apa kau sedang mencemaskan dan menghawatirkan Aaron?" Eliot menatap Hana terlihat jelas wajahnya penuh keraguan.
Hana melepaskan perlahan pelukan Eliot dan membenarkan posisi duduknya, mengangkat kedua kalinya membuat kepala bertopang pada kedua lututnya.
"Aku hanya sedikit kasihan dengan dirinya, dan jika memang benar di masa lalu aku pernah menjadi istrinya bukankah sekarang aku sedang berselingkuh denganmu, saudaranya," Hana menatap Eliot dengan berbagai pertanyaan yang mengusik hatinya, namun dia sendiri tak bisa menjawab ataupun mengambarkan perasaan dengan jelas. Buatnya masih terlihat abu-abu.
"Jika sungguh dia tak bisa melepaskan dirimu? Apakah kamu bersedia membagi hatimu untuk kami berdua?" dengus Eliot terdengar tak rela.
"Kenapa kau berkata seperti itu padaku? Apa kau tak bisa mempercayai cintaku?" Hana yang berbalik bertanya menatap wajah laki-laki yang sekarang sudah resmi di mata hukum adalah suaminya.
"Aku belum bisa menjawabnya sekarang, kita lihat nanti setelah kau yakin dengan perasaan-mu dan tidak akan berubah lagi," Eliot yang seolah sudah tahu dan mengerti kemana kisah cinta mereka akan berlabuh.
Jika ada hari ini dan aku masih bisa merubahnya, aku tidak ingin kejadian seribu tahun lalu terulang. Aku hanya menginginkan cintamu hanya untuk diriku seorang, namun aku sadar jika nanti ingatan di masa lalumu bangkit, aku harap kau tidak terlalu membenciku.
"El, kau bilang ibumu setengah manusia. Apa dia juga dulu seperti-ku?" pertanyaan Hana membuat Eliot tersenyum.
__ADS_1
"Kau memang tidak pernah berubah selalu penasaran jika masih belum mendapatkan jawabannya," Eliot menarik hidung Hana karena gemasnya.
"Aw, sakit El... apa sih? Aku kan hanya bertanya. Aku penasaran tahu. Bagaimana ibu-mu bisa menjadi manusia abadi seperti kalian?" Hana mengibaskan tangan Eliot menunjukkan wajah cemberutnya, mode on pura-pura marah.
"Hahahaha, kau sungguh penasaran, uhm?" Eliot merebahkan tubuh Hana kembali mengkungkung kembali tubuh Hana dengan kedua tangannya.
"Hei, tidak aku bilang malam ini kau jangan menyentuh-ku!" Hana mendorong-dorong tubuh Eliot agar menjauhi yang memang usaha Hana pun sia-sia.
"Ayolah, aku akan pergi beberapa hari, mungkin kau nanti akan sangat merindukan diriku yang tak menyentuhmu," senyuman smirk menggoda Hana sambil Eliot mendengus dan mengelus-ngeluskan hidungnya di pipi Hana.
"Kau mau pergi? Kemana?" tangan Hana spontan menarik wajah Eliot dengan kedua tangannya agar mereka saling bertatapan.
"Aww," Hana terkejut ketika melamun ujung bibirnya sudah di gigit oleh Eliot dengan gemas.
Eliot yang merasa dirinya sudah mendapatkan lampu hijau ketika dia mengigit ujung bibir Hana, dia tidak menolaknya lagi malahan wajahnya berganti bersemu menjadi merah merona. Dan mereka berdua menghabiskan sisa malam dengan perasaan menggebu serta penuh perasaan.
Eliot mengecup kening Hana yang sudah tertidur karena menerima amukan gelora darinya sebelum dia meninggalkan Hana.
__ADS_1
Ceklek.
"Kau sudah selesai!" ucap Eliot ketika mereka berdua keluar, mereka masih mengancingkan bajunya.
"Uhm, aku harap kita tak terlalu lama di istana besar, aku akan sangat merindukan dirinya." Lucas yang menatap pintu kamar Rani tak rela meninggalkan Rani sendirian.
"Kau fikir aku rela, aku harus meminta lagi Hana pada raja agar dia tak membuka ingatan masa laku Hana. Kali ini aku harus bertindak lebih dulu, aku tidak ingin dia menderita untuk kedua kalinya," Eliot terlihat begitu getir saat mengungkapkan perasaan terdalam dirinya.
"Huh, untungnya Rani hanya milikku seorang, di masa lalu dan sekarang. Sayangnya pesona yang Hana keluarkan tak dapat di tolak oleh para serigala yang kelaparan dan yang menginginkan dirinya sebagai pasangan. Aaron bahkan tak bisa melupakan dirinya walaupun itu sudah seribu tahun berlalu," tambah Lucas memberikan lagi ingatan akan masa lalunya.
"Uhm, dia sangat mencintai Hana sama seperti-ku , dulu dan sekarang!" Eliot menatap wajah saudara ke-empatnya dengan perasaan yang tak bisa dia gambarkan. Ada sesak, namun dia harus bisa menerima kenyataan.
"Ayo kita berangkat, sebelum mereka berdua bangun dan mencari keberadaan kita," Lucas mengingatkan dan mereka pun menghilang dari rumah baru yang mereka siapkan untuk Hana dan Rani.
.
.
__ADS_1
.