SUAMIKU SERIGALA

SUAMIKU SERIGALA
Aku Ingin Pulang


__ADS_3

"Aku akan bertanggung jawab. Kau tak perlu takut." Tegas Lucas seketika melembut saat menatap wajah An Ran yang masih berderai airmata.


Lucas menghapus airmata wanita yang sudah dia berikan ikatan pasangan,


"Jangan menangis lagi,


maaf aku terlalu kelaparan tadi malam" Ucap Lucas sambil mengecup kembali kening An Ran.


An Ran tak mampu berkata apa-apa ketika dia mengingat keperawanannya di renggut paksa begitu saja tadi malam. Bahkan setelah memuaskan dengan dirinya semalaman, tangan Lucas masih saja berjelajah menyentuh dan mengusap bibir An Ran.


"Berikan bibirmu. Biarkan aku menciummu sekali lagi" Pinta Lucas yang sudah luluh oleh pesona An Ran.


"Pulang" Renggek An Ran.


"Aku antarkan setelah aku mencium-mu" Lucas yang langsung ketagihan berciuman.


An Ran menolak. Menggeleng, bahkan tubuhnya masih terasa remuk.


"Ayolah..., sedikit saja An Ran..., aku mau lagi"


Lucas yang seketika berubah seperti kucing manis yang jinak meminta makanan sambil mengusapkan kepalanya di pipi An Ran...


.


.


.


An Han terbangun di kamar Aaron sudah tak berpakaian dan di selimuti oleh Aaron.


"Bisa bangun"


Aaron yang berucap saat An Han membuka matanya.


"Arghh!"


An Han meringis, seluruh tubuhnya terasa remuk. Badannya terasa hancur berkeping-keping.


Apa dia bukan manusia. Pekik An Han meringis di hati.


"Maaf menyakiti-mu"


Aaron mengeluarkan sesuatu dari tangannya dan mengenakan di lengan An Han.


"Apa ini?"


An Han menatap gelang daun yang sudah tersemat di lengannya.


"Tanda dariku. Tidak boleh di lepas, paham" Aaron menatap wajah An Han yang langsung mengangguk.


"A-adik-ku" An Han menyentuh tangan Aaron.


"Mau kau jemput" An Han langsung mengangguk.


Aaron menarik pakaian di samping ranjang An Han dan memakainya.


"Aku akan menjemput dan mengantarkannya pulang, tapi kau tak bisa pergi dari sini" Tegas Aaron melakukan perjanjian terlebih dahulu dengan An Han, An Han langsung menunduk lemas.


"Aku mau pulang. Walaupun ayah bersikap otoriter terhadap ku, dia tetaplah orangtuaku. Aku yakin ayah dan ibu pasti cemas mencari kami" An Han yang mencoba bernegosiasi membujuk kepulangannya.


Aaron masih terdiam. Dia masih tak rela melepaskan An Han. Dia hanya beranjak dari ranjang An Han.


"Aku mohon izinkan aku kembali" An Han memeluk tubuh Aaron dari belakang.


Aaron membalikkan tubuh An Han.


"Apa balasan untukku, Nona An Han putri sulung dari perdana menteri Zhuan"


Ucap Aaron sambil menarik wajah An Han yang tertunduk dengan satu jarinya, pertama kalinya Aaron memanggil nama An Han, walaupun An Han belum pernah menyebutkan namanya.


"Kau tahu identitas ku" An Han menunjukkan wajah cemberut nya.


PLETAK.

__ADS_1


Satu sentilan meluncur di kening An Han.


An Han mengusap dahinya, meringis.


"Kau sedang mengalihkan pembicaraan ku, hah" Bentak Aaron.


An Han menunduk,


"Mamang nya dengan kondisi-ku seperti ini apa aku masih bisa kabur darimu"


"Bisa saja, selagi ada kesempatan"


Aaron yang mengetahui isi hati An Han yang terus berusaha melarikan diri dari nya.


"Ya sudah... Kalau seperti itu kau datang ke rumah, lamar dan nikahi aku" Seleroh An Han ketus.


"Hohohoho, sudah berani mengancam ku ya"


"Mana, mana aku berani!"


"Baiklah. Aku antarkan kau pulang, asalkan tiap malam aku mendapatkan jatah makan-ku, bagaimana?"


Seringai Aaron penuh dengan perhitungan, dia tidak akan meloloskan begitu saja An Han, apalagi dia sudah membuat ikatan pasangan dengannya.


"Ti-tiap malam. Kau yang benar saja... "


An Han memicingkan matanya menatap Aaron.


"Terserah. Pilihan ada padamu, jika kau menolak, aku juga tidak keberatan"


Aaron melipat kedua tangannya di dada.


Huh, dasar monster licik. Sudah puas menikmati tubuh-ku masih saja tidak melepaskan ku pergi. Memangnya aku mau kabur kemana, bahkan pangeran Mor pun pasti sudah membatalkan perjodohan kami. Gerutu An Han di hati.


"Apa kau bilang"


Delik Aaron.


An Han tersentak ketika kedua tangan Aaron mencengkram lengannya.


"Sekali lagi kau berkata nama laki-laki lain dari mulutmu, aku pastikan merobek mulutmu tanpa bentuk"


"Maaf"


Wajah An Han berubah sedih dan memalingkan wajahnya dari Aaron.


Haishh. Membuatku merasa tidak enak saja.


"Minta apapun, asalkan bukan pulang"


An Han tetap tak bergeming. Hatinya cemas memikirkan adik satu-satunya yang tak tahu bagaimana dengan nasibnya sekarang.


"Baiklah kau bisa meminta jatah makan mu tiap malam, asalkan aku bisa pulang dan berkumpul kembali dengan adikku"


Aaron menatap An Han dengan wajahnya yang masih bersedih.


Hurf.


Aaron menghela nafasnya. Menarik tubuh An Han kedalam pelukannya.


"Baik. Asalkan kau tak bersedih dan menangis lagi" Ucap Aaron.


CUP.


An Han berjinjit dan mengecup pipi Aaron.


"Terima kasih" An Han tersenyum tulus.


"Kau lapar?"


An Han mengangguk.


"Ayo kita makan!"

__ADS_1


Aaron menarik tangan An Han, namun An Han tak bergerak seketika perutnya jadi mual saat dia mengingat peristiwa semalam.


An Han menggeleng kan kepala. Aaron mendekati An Han dia tahu ingatan semalam masih sangat membekas.


Tangan Aaron mengusap satu kali wajah An Han.


SRINGG.


"Ayo kita makan!"


Aaron mengucapkan lagi perkataan yang sama, kali ini An Han tersenyum dan mengikuti Aaron yang menarik tangannya keluar.


Aaron membawa An Han ke meja makan, mereka sudah berkumpul kecuali Lucas yang absen di meja makan.


"Kemana Lucas?"


Aaron yang menyadari ketidak beradaan salah satu adiknya.


"Mungkin sedang menikmati makanan lain di luar"


Sahut Eliot namun matanya tajam saat menatap An Han yang duduk di samping Aaron.


"Aku akan mengantarkan An Han pulang hari ini" Ucap Aaron tiba-tiba seberkas senyuman muncul di wajah An Han.


BLUSH.


DEG.


Wajah Eliot memerah saat melihat senyuman An Han.


KRAKK.


Cangkir yang di pegang Eliot hancur saat dia meremasnya.


Aaron menatap wajah kakaknya dan segera mengalihkan pandangan pada An Han.


"Makanlah" Aaron mengusap rambut An Han yang terlihat takut saat melirik Eliot.


"Ehmm"


An Han mencoba menelan makanan nya saat mereka semua hanya menatap dirinya yang sedang makan.


"Ka-kalian tidak makan"


An Han memberanikan diri menatap satu persatu wajah dari mereka.


"Aku sudah makan" Jawab lelaki kembar serentak saat An Han bertanya.


"Ah"


Kalau sudah makan kenapa kalian di sini sih, mengganggu saja. Bikin selera makan ku hilang.


Eliot dan Aaron menautkan kedua kening mereka saat mendengar umpatan kesal An Han.


"Memangnya makanan apa yang membuat-mu berselera"


Dengus Eliot kesal menatap wajah An Han yang melongo atas ucapan nya.


Cih, ada apa sih dengan orang ini, kenapa dia sangat memusuhi. Apa aku pernah bikin salah padanya. Padahal bertemu pun kami tidak pernah.


BRAKK.


Eliot menggebrak meja membuat semua makanan di meja melompat berhamburan kemana-mana.


An Han mendelikkan matanya kembali.


Astaga. Astaga. Lihat itu temperamen-nya buruk sekali. Pantas saja tidak ada wanita yang mau mendekati nya. Sungguh menakutkan kan. Cibir An Han di hati masih mengumpat Eliot.


Eliot yang sudah beranjak dari duduknya kembali kakinya menendang kursi yang dia duduki hingga hancur.


Dan.


BRAK. BRUUKK.

__ADS_1


Eliot membanting pintu. Keluar dari ruangan makan.


__ADS_2