SUAMIKU SERIGALA

SUAMIKU SERIGALA
Hana Ngambek


__ADS_3

Brakk!! Aaron membanting pintu kamarnya dengan keras. Tanpa ragu dia menarik Hana hingga ke ranjangnya. Dia, tak ingin melewatkan kesempatan Hana yang ngambek dengan Eliot.


"Kita akan mulai dari mana sayang?" Aaron yang masih mendapat angin segar. Tanpa ragu melepaskan baju yang dikenakannya. Membuangnya sembarangan ke lantai.


Hana begidig dan menghindari. Perkataannya tadi adalah hanya karena dia menginginkan untuk pulang. Bukan meneruti semua kemauan Aaron.


Hana menahan dengan tangannya tubuh Aaron yang sudah menghimpitnya.


"Kau sungguh akan mengantarkan aku pulang, sekarang?" Hana memberikan tatapan kematian pada Aaron.


"Uhm, itu kita bisa tunda sebentar ya, sayang. Kita tunda sampai aku puas malam ini!" Ucapnya. Mengembangkan senyuman smirk yang menyebalkan menurut Hana.


"Tidak, jangan menyentuhku. Kalau kau berani, aku akan bunuh diri!" ancam Hana.


"Hohoho, istriku sudah pintar menganacam ya sekarang! Kau tahu, nyawamu itu jika kami tak mengizinkan, kau tidak akan bisa mati!" kalah telak Hana oleh ucapnya.


Dia benar-benar merasa sudah ditipu dan dipermainkan olehnya.

__ADS_1


"Aku tidak perduli. Aku hanya ingin pulang, sekarang!" Hana tetap tegas dengan pendiriannya.


"Aku pasti mengantarkan kau pulang, sayang, tapi, aku mohon padamu. Besok aku akan mengikuti kongres. Dan aku tak tahu apa bisa selamat atau tidak. Setidaknya sebelum aku bertempur dengan mereka, aku mendapatkanmu hingga puas!" Aaron berbicara dengan nada putus asa. Wajahnya benar-benar terlihat sedih dan membuat Hana tak tega.


Dia tidak tahu apakah ucapan Aaron sesungguhnya atau sedang mempermainkannya lagi. Namun, hatinya terbersit bimbang. Jika perkataan yang Aaron lontarkan benar adanya. Dan tidak menurutinya, dia pasti akan menyesal.


"Kau jangan berbohong lagi, cukup tadi saja kau membohongiku!" cetus Hana takut dikelabui lagi oleh Aaron.


"Untuk apa aku berbohong. Lagipula aku meminta padamu adalah sah. Kau istriku dan di duniamu juga aku kan sudah menikahimu! Aaron tak ingin mundur. Dia ingat segera melanda aksinya.


"Tidak, Hana. Aku bersungguh-sungguh dengan ucapanku. Mungkin saja aku akan menghilang atau mati di lembah kematian. Aku tidak bisa keluar dari sana dan menemui kau lagi!"


Wajah Aaron tambah sedih. Membuat hati Hana menjadi kalang kabut.


"Apa aku tak cukup pantas dan kuat melayanimu, sayang. Apa kekuranganku? Aku akan memperbaikinya."


Kini wajah Hana menjadi memerah saat mendengar ucapan Aaron. Hana pun perlahan menurunkan tangannya yang memblokir tubuh Aaron. Aaron mendekatkan wajahnya dan satu kecupan hangat mengalun dengan indah di bibir mereka.

__ADS_1


"Aku akan menjamin, kalau aku pun tak kalah kuat dengan Eliot!" bisiknya lirh di telinga Hana. Membuat seluruh tubuhnya bergetar dan meremang ....


"Pangeran Eliot, disini kau rupanya!" Sheira tak melepaskan tatapan saat melihat pujaan hatinya duduk sendiri di pekarangan bunga istana.


Eliot terlihat tak bersemangat. Seperti raganya hilang separuh. Dia masih saja tak bergeming dengan ucapnya.


Sheira kesal, kemudian mulutnya komat kamit mengucapkan mantra. Menepuk pundak Eliot. Eliot yang memang setengah kesadaran hilang karena ditinggalkan oleh Hana yang dibawa ke kamar Aaron.


"Pangeran, beleh aku duduk di pangkuanmu," Sheira berbisik di telinga Eliot.


Eliot mengangguk. Senyuman penuh kemenangan dari wajah Sheira. Wanita itu tanpa ragu ke pangkuan Eliot, menarik wajahnya agar saling berhadapan.


Dan, Sheira berhasil membuat Eliot terhipnotis hingga mereka berpagut panas dalam ciuman.


Dari kejauhan Asher hanya bisa menyaksikan kejadian panas itu. Sheira terlihat sudah membenarkan posisinya agar bergerak dengan mudah di pangkuan Eliot.


Hmm, sepertinya rencanaku berhasil. Sebentar lagi semua apa yang kau miliki pasti kumiliki, Eliot.

__ADS_1


__ADS_2