SUAMIKU SERIGALA

SUAMIKU SERIGALA
Wanita manusia biasa


__ADS_3

Hana menatap Morris yang memburunya dengan pertanyaan.


"Atau sedang menemani bos-ku makan siang" Jelas Hana.


"Bos? Kau jangan membodohi-ku. Aku mengenal bosmu, bukan dia" Tuding Morris menuduh Hana sebagai pembohong.


"Sungguh, aku tidak berbohong Morris" Pekik Hana.


Aaron yang sedari tadi menatap dan menyadari saat Hana menyebutkan nama Morris.


Ow, jadi ini pacar manusia yang sangat dia cintai. Cibir Aaron di hati mendengus kesal.


Aaron langsung meletakkan tangannya di pinggang Hana dan langsung menatap geram kepada Morris.


"Di-a" Hana langsung menyikut tubuh Aaron menghentikan nya berbicara.


"Aw" Hana meringis kembali saat tangannya menyikut tubuh Aaron.


"Sudahlah Hana..., katakanlah padaku apa yang sebenarnya terjadi. Apa laki-laki itu mengancammu dengan berpura-pura menjadi suamimu kan" Comel Morris yang terlihat cemburu ketika Hana di gandeng mesra oleh lelaki lain lagi.


"Su-ami. Kau memiliki suami" Cetus Aaron menatap wajah Hana dengan geram.


Rasanya Aaron tidak terima Hana sudah dimiliki oleh orang lain.


"Ow..., kau juga belum tahu atau sudah di bodohi oleh perempuan yang pura-pura polos ini. Dia memutuskan ku karena dia bilang sudah memiliki suami dan sekarang aku lihat dia malah bersama dengan-mu" Comelnya Morris makin menjadi membuat Hana mendelik tajam pada Morris.


"Benarkah? Kau sudah memiliki seorang suami" Tanya Aaron tiba-tiba mencengkram pinggang Hana dengan erat.


"Iya. Dia sendiri yang mengatakan nya. Baru kemarin kita bertemu" Morris yang berusaha mengompori Aaron.


Aku tidak perduli, kalau aku tidak bisa memiliki mu. Siapa pun orang nya tidak berhak memilikimu. Kau harus merasakan sakit hati yang aku rasakan. Batin Morris.


Aaron tiba-tiba mengangkat tubuh Hana dan segera membawanya masuk meninggalkan Morris. Dan satu kali lirikan dari mata Aaron baju yang dikenakan Morris menjadi compang camping saat Aaron mendengar suara hati Morris.


"Kalian bisa membawa mainan kalian ke kamar sebelah. Jangan bermain terlalu kasar dan menyakitinya" Perintah Aaron saat mereka tiba di lantai dua dengan dua kamar di hadapannya yang bersebelahan.


Aaron menendang pintu salah satu kamar dan membawa Hana masuk kedalam nya. Di pintu satunya Rani langsung di tatap kedua kembar dan menyeret Rani masuk ke dalam.


"Akhh, Hanaaa...., tolong aku! " Teriakan Rani sudah tak terdengar ketika dia masuk ke dalam kamar tersebut.


Aaron melemparkan tubuh Hana di lantai,

__ADS_1


"Jadi kau berbohong padaku" Aaron memburu Hana dengan pertanyaan yang diluar nalar Hana.


"Berbohong? Maksudmu? Aku tidak mengerti" Hana yang memang tidak bisa mengetahui arah pembicaraan Aaron.


"Kau bilang dia pacar yang sangat kau cintai dan kau sangat takut putus dengan, lalu bagaimana bisa pacar yang sangat mencintai-mu bisa bilang kalau kau sudah memiliki suami" Dengus bercampur amarah langsung menyala di mata Aaron yang sudah berjogkok di hadapan Hana yang masih bingung dengan ucapan Aaron.


Memang apa urusan nya dengan dia. Mau Morris pacarku bukan. Mau aku sudah bersumi. Memang apa urusan sih. Umpan batin Hana.


"Jadi urusanku, karena aku akan melenyapkan semua manusia yang menghalangi keinginan ku" Ucap Aaron terdengar serius dengan ucapannya.


Astaga. Aku lupa dia bisa baca pikiran. Umpat Hana lagi.


Aaron menggeleng kan Kepala.


Wanita ini benar-benar membuatku penasaran. Batin Aaron.


Aaron menarik tubuh Hana mendekati dirinya menyibakkan rambut Hana dan memeriksa kedua leher Hana, Aaron meyakinkan tebakan atas semua pertanyaannya.


Dan Aaron dapat melihat tanda di leher Hana yang tak bisa di lihat orang lain.


Ow, rupanya dia sudah memberi tanda kepemilikan pada wanita manusia ini. Cibir di hati Aaron.


Aaron memapah tubuh Hana yang sudah dibuat Aaron tak berdaya.


"Lepaskan aku Aaron, aku tidak memiliki urusan dengan-mu" Ucap Hana lirih dengan tenaga nya yang tiba-tiba seperti terkuras habis.


"Pantas dia langsung muncul ketika kau terluka, jadi kau sungguh bukan hanya sekedar wanita manusia biasa" Aaron yang terus mengendus seluruh aroma yang keluar dari tubuh Hana.


Dan tubuhku bereaksi karena aroma yang keluar dari tubuhmu. Aku juga ingin mencobanya. Batin Aaron dan rasa haus dan penasaran nya.


"Jangan sentuh aku, kau pasti menyesali kalau aku sampai terluka olehmu" Ancam Hana menakuti Aaron.


"Hahahaha, selain menggemaskan kau juga sangat lucu. Ini area kekuasaan-ku. Teriaklah. Jika memang dia bisa mendengar teriakan-mu, itu jauh lebih baik" Tantang Aaron membuat Hana ingin mengeluarkan suaranya yang sangat terbatasi.


Aaron yang sudah duduk di sofa sambil memangku Hana menyibakkan sebelah leher Hana yang tidak di beri tanda oleh Eliot.


"Sedikit saja biar aku mencicipi rasamu" Aaron menarik perlahan tubuh Hana.


GREP.


Sepersekian detik Hana merasakan nyeri yang sama saat di gigit Eliot, sakit dan panas nya dua kali lipat yang dia rasakan dari Eliot.

__ADS_1


"Aw..., sa-sakit" Pekik Hana menekan kedua bahu Aaron.


Aaron tersadar mata hijaunya langsung berubah kembali dan terasa aneh di tubuhnya saat dia melihat Hana yang menangis. Dadanya terasa panas dan sakit begitu pun dengan Hana merasakan rasa ngilu yang sama seperti ada sesuatu yang menghalangi debaran jantung mereka yang akan keluar.


Aaron menghapus airmata Hana.


"Maaf, aku menyakitimu lagi" Tiba-tiba Aaron menarik Hana kedalam pelukannya.


Guratan ingatan buram bermunculan di ingatan Aaron, dia tampak tersenyum bahagia saat memeluk seseorang.


Ah, apa lagi itu, kenapa selalu bermunculan saat aku bersamanya. Siapa wanita ini sebenarnya bagiku. Kenapa hatiku sangat terluka bila melihatnya menangis seperti tadi.


"Kau lapar?"


Hana mengangguk pelan di pelukan Aaron. Hana merasakan ada perasaan lain yang terjadi pada dirinya.


"Hana"


Hana menarik wajahnya menatap wajah Aaron perlahan.


"Bolehkah aku... " Aaron yang mengusap kedua pipi Hana dan tangannya berjelajah di bibir Hana.


Hana tak bergeming dengan sentuhan tangan hangat Aaron yang terasa di bibirnya sangat berbeda dengan Eliot yang sangat dingin ketika menyentuh seluruh tubuhnya.


Hana memalingkan wajahnya tidak ingin perasaan kacaunya terlihat jelas oleh Aaron yang baru saja di temuinya.


Apa sih Hana... Kau sungguh wanita murahan. Bagaimana bisa kau juga menginginkan hal itu. Umpat Hana kesal sendiri di batinnya.


Aaron mengembangkan senyum dan menarik kembali wajah Hana agar mereka saling bertatapan.


"Boleh ya" Aaron meminta kembali persetujuan Hana yang tangan hangat Aaron masih bermain di bibir Hana.


Hana tetap diam dengan wajah yang sedikit merona.


"Aku anggap kau tidak keberatan" Aaron menarik perlahan tubuh Hana menarik wajah Hana dan saat bibir mereka bersentuhan seperti ada suara gemuruh dan awan yang menghitam di tempat lain.


Aaron mengecup perlahan dan deberan dalam hati mereka seolah merekah bagai bunga yang terbuka dan terbebas dari kurungan yang mengekang nya.


Aaron hampir kehilangan kontrol dengan ciumannya yang semakin dalam, namun matanya segera tersadar dan karena sentuhan itu debaran dalam hati Aaron pun terlihat dengan jelas.


"Aku sudah menemukannya. Akhirnya aku menemukan-mu, istriku" Ucap yang keluar dari mulut Aaron yang tersenyum bahagia saat menatap wajah Hana.

__ADS_1


__ADS_2