SUAMIKU SERIGALA

SUAMIKU SERIGALA
DIA, ISTRIKU!!


__ADS_3

Hana memutar bola matanya. Dia langsung memicing tajam pada tangan yang sedang melingkar dipinggang suaminya. Ingin sekali rasanya dia menarik rambut wanita itu dan membanting tubuhnya.


Siapa dia? Berani-beraninya dia menyentuh suamiku!


Hana melipat kedua tangannya didada. Matanya langsung menghujani Eliot dengan pertanyaan dan tak lupa delikan tajam darinya seolah menusuk jantung Eliot dengan pedang.


Dia yakin suaminya bisa mendengar kata hatinya barusan.


“Lepaskan tanganmu, Sheira!” hardik Eliot.


Sheira? Siapa dia? Memanggilnya pun begitu mesra. Kenapa dia tidak cerita soal wanita itu? Dia sedang menyembunyikan wanita lain dariku? Atau jangan-jangan dia ...


Mata Hana makin mendelik saat Eliot menyebutkan nama wanita lain dari bibirnya.


“Pangeran ... anda jahat sekali. Aku ini sangat merindukanmu, tahu! Kau bahkan pergi begitu lama!” Sheira melepaskan pelukannya dan menggeserkan tubuhnya.


Matanya tersentak saat melihat seorang wanita berdiri dihadapannya berpenampilan tak biasa. Tadi Sheira tak melihat kehadiran Hana. Yang dia tahu saat melihat Eliot masuk, dia hanya melihat punggungnya. Dia, segera berlari dan memeluknya.

__ADS_1


“Siapa dia, Pangeran?” dengus Sheira. Dia langsung menunjukkan rasa tidak sukanya terhadap Hana. Seperti ada kobaran api di kedua pasang mata mereka yang siap saling membakar.


"Dia, istriku!!" jelas dan padat Eliot menjawabnya. Eliot tak ingin berbasa-basi dengan wanita itu.


"I-istri? Tidak mungkin. Aku tidak percaya, kau pasti sedang berbohong padaku kan, Pangeran? Kau hanya sedang marah denganku kan?" Sheira tak percaya. Malah dia bersikap seperti tak memperdulikan Hana. Dia merajuk manja dilengan Eliot.


Apa-apaan dia? Dia benar-benar mengajakku untuk bergulat.


Hana bersiap akan maju, tapi, "Hah, bisa-bisa ... hei, kau, wanita penganggu! Kau itu, tanganmu tolong di kondisikan!" Rani yang terlebih dahulu bersuara mendahului Hana.


"Apa lagi ini? Siapa dia? Sembarangan memanggilku. Aku punya nama, namaku, Sheira, Putri Sheira dari kerajaan timur!" Sheira menolehkan wajahnya. Dia pun geram dengan Rani.


"Memangnya aku bertanya!" celetuk Rani masam.


"Sayang!" Lucas menyentuh tangan istrinya.


"Diam! Kau jangan ikut campur. Kalian ya para lelaki memangnya tidak puas dengan satu wanita, hah? Satu kurang dan sekarang mau tambah, begitu?" Rani benar-benar bersiap menyerah Sheira.

__ADS_1


Rani bahkan sudah mengambil kuda-kuda akan menyerang.


"Apa ini? Aku kedatangan tamu istimewa?" suara bariton memecah pertikaian mulut. Suara Asher muncul dihadapan mereka.


Hana merasakan tubuhnya bergetar ketika mendengar suara tadi. Hawanya membuatnya merinding tak enak. Dia pun melompat kepelukan suaminya.


Hana menyembunyikan wajahnya didada Eliot. Mata Sheira membulat lebar. Dia benar-benar kesal kalau ada wanita lain yang mencuri perhatian orang yang diincarnya.


Sedangkan Rani tanpa ragu menatap kearah suara. Namun, Lucas segera maju dan melindungi istrinya.


Sorot mata Asher langsung tertuju pada Hana. Eliot mengusap punggung istrinya secara perlahan, "Jangan takut, dia adikku, Pangeran Asher!" Eliot berbicaralah sedikit lirih pada istrinya.


Sheira bermulut kecut saat mendengar Eliot berkata dengan sangat lembut.


Huh, bisa-bisa wanita itu merebut perhatian orang yang kupuja. Lihat saja, aku tidak akan dengan mudah menyerah dan melepaskan buruanku.


Hati Sheira berbicaralah tak ingin sedikit pun memberi kesempatan pada Hana.

__ADS_1


__ADS_2