
"Lorong kedua, jika kalian memang berhasil sebelum batas waktunya. Kalian bisa langsung masuk kesana. Di dalam sana, kalian harus berburu manusia sebanyak-banyaknya dan memakannya dihadapan kami semua tanpa sisa."
"Ini sebagai bukti bahwa kalian punya kekuatan kalian yang tak tertandingi. Hukumannya sama seperti yang pertama, jika kalian gagal. Kalian akan mati." Matius tetap berkata dengan tegas saat melihat mereka satu demi satu.
Membuat yang dibelakang tubuh Eliot dan Aaron yaitu Hana dan Rani. Merasakan mual tak terhingga di perutnya saat mendengar penjelasan dari Matius untuk aturan yang ada di lorong kedua.
"Apa kalian mengerti? Kalau mengerti, aku akan lanjut untuk yang ketiga," ucapnya. Mereka menjawab dengan anggukan kuat tanda mengerti.
"Bagi yang berhasil dari lorong kedua ini. Kalian bisa langsung masuk ke lorong dimensi ketiga. Kami akan meminta akan mengurung kalian dalam segel api dan es secara bergantian masing-masing selama 3 hari."
__ADS_1
"Segel api akan terasa panas bagi api neraka yang membakar seluruh tubuh kalian. Lalu segel es bagaikan gurun salju di suhu paling minus yang akan membuat kalian membeku seperti mayat hidup. Penyempurnaan terakhirnya, kalau kalian selamat. Kalian akan berendam pada air suci dari kami."
"Air suci akan mengembalikan kekuatan kalian berlipat ganda. Tapi, jika gagal, Norman dan Spargo yang akan membakar kalian sampai menjadi abu!"
"Bagaimana? Apa masih ada yang ingin kalian tanyakan?" Matius menatap para peserta satu persatu. Dan, mereka hanya menjawab dengan anggukan.
Tubuh Hana bergetar hebat. Dia, tak mengira jika kongres yang akan dilaksanakan oleh Aaron benar-benar akan melenyapkan nyawanya, jika dia tak berhasil melalui. Ditambah lagi, dengan Sheira yang naik kongres ingin istri kedua Eliot.
Benar-benar hal konyol dan tak masuk akal pikir Hana. Bagaimana bisa ada dunia, maksudnya kerajaan serigala mempunyai peraturan di luar nalarnya sebagai manusia.
__ADS_1
"Aku tidak setuju. Kau, kau dan kau. Seenaknya saja melakukan hal itu padaku. Kalian bahkan tak memikirkan perasaanku!" cetus Hana membuyarkan persiapan mereka.
Gadis itu tidak setuju menjadi taruhan dan dia harus mempertaruhkan suami kesayangannya dengan wanita ulet keket itu.
"Wah, rupanya ini suaramu? Aku sangat penasaran. Ternyata, selain kau bisa menarik para serigala. Kau memang benar-benar gadis pilihan yang sangat cantik." Puji Matius penuh arti yang tak di mengerti oleh Hana.
Dia bahkan tak mendengar ucapan Matius. Baginya sekarang mempertahankan posisinya dan mengamankan suaminya dari jerat serigala betina lain.
"Kau, tak berhak menolaknya. Jika, kau memang tak setuju. Aku punya usul yang sempurna. Ini jika aku memang benar-benar lolos dari ketiga ruang dimensi itu. Aku memberikan kesempatan padamu. Untuk mempertahankan posisimu dengan bertarung denganku sampai mati. Kalau kau tidak punya keberanian itu, lebih baik kau terima saja aku sebagai istri kedua Pangeran Eliot!" tegas Sheira.
__ADS_1
Sheira sengaja mengambil kesempatan berharganya. Padahal dia, tak mengira kalau Hana akan membuka suaranya. Jadi, dia berpikir akan menyingkirkan Hana dengan sangat mudah dengan alasan seperti ini.
"Aku tidak setuju!" Kini kedua suami serigalanya yang kompak membuka suami. Terang saja mereka tidak akan menerima hal itu. Mereka tak akan membiarkan seorangpun menyentuh Hana, walaupun itu seujung kuku pun.