SUAMIKU SERIGALA

SUAMIKU SERIGALA
Ikatan Pasangan Jiwa


__ADS_3

Aaron mencuri kesempatan untuk melingkar kedua tangannya di pinggang Hana. Hana berontak dan berusaha melepaskan dirinya. Dia merasa bersalah saat mendengar ucapan suaminya.


Eliot tidak mungkin lagi melarang keberadaan Aaron disisi istrinya. Dia, hanya bisa menerima keberadaan Aaron, walaupun hatinya menolak keras. Pasangan yang sudah melakukan berkawin tak bisa dipisahkan begitu saja, karena jika dia mencoba memisahkan salah satu diantara mereka pasti ada yang terluka.


Seperti satu ruangan. Mereka hanya bisa saling mengisi dan memahami. Karena mereka sudah melakukan ikatan pasangan jiwa.


"Lepaskan dia, Aaron! Kau tadi sudah dengannya, sekarang giliranku!" Eliot mencoba menarik lengan istrinya.


"Iya, lepas. Lepaskan!" Hana mencoba menggerakkan tubuhnya dari lingkaran tangan Aaron.


"Kau pelit sekali El, aku baru satu kali sedangkan kau sudah berkali-kali!" Aaron protes soal berkawinnya dengan Hana.


"Aargghh, aku tidak mau El. Aku tidak mau bersamanya lagi. Cukup satu kali kau menjualku!" dengus Hana.


Aaron membenarkan posisinya. Namun, tangannya tetap tak mau lepas.

__ADS_1


"Kau tahu dengan benar kan, El? Dia ini seharusnya masih bersamaku!" Aaron berkata dengan penuh penekanan. Eliot hanya bisa menghela nafas panjangnya.


Dia tahu permintaan Aaron barusan tak mungkin dia tolak. Ada persyaratan yang memang harus dia penuhi saat dia menerima bantuan selain menjadikannya suami Hana.


Eliot baru saja akan beranjak dari duduknya. Namun, tangan Hana mencegahnya.


"Jangan lakukan itu, aku tidak mau bersama dengan. Aku mohon!" pinta Hana. Wajahnya berubah sedih dan akan menangis.


Aaron tahu walaupun dia punya wewenang saat ini, tapi saat pemilik tubuh menolaknya, dia tak bisa melakukan apa-apa. Apalagi tujuannya berkawin adalah untuk membuat raga manusia Hana menjadi lebih kuat.


Eliot berlutut dihadapan istrinya. Menatap wajah istrinya yang penuh kesedihan. Dia, tak mungkin menceritakan kalau nyawa istrinya dalam bahaya dan hanya berkawin dengan keduanya barulah bisa memurnikan raganya.


Eliot tahu dengan pikiran awam Hana. Dia pasti berpikir, dirinya sedang mencari keuntungan dari tubuh istrinya itu.


"Sayang, aku akan segera membawa pulang, tapi tubuhmu ini harus segera dilapisi oleh kekuatan kami. Jika tidak, aku tidak tahu hal apa lagi yang akan menimpamu. Aku tidak ingin kejadian di lorong hitam terulang kembali!"

__ADS_1


Degh! Penjelasan Eliot memang benar-benar tidak masuk akal buat Hana. Baginya, suami sedang mencari alasan saja.


"Apa tidak bisa hanya denganmu saja, El. Aku sungguh tidak ingin bersamanya," ucap Hana. Dia lagi-lagi menolak keberadaan Aaron. Baginya Aaron hanya peganggu pernikahannya.


"Baiklah, baiklah. Aku tidak akan memaksanya. Aku akan pergi sebentar, tapi saat aku kembali kau tidak ada alasan untuk menolak keberadaanku!" Aaron bangkit dari ranjang mereka.


Hatinya memang sakit, tapi kalau dia terus memaksakan hasilnya akan menjadi buruk. Karena ikatan pasangan jiwa harus dilakukan atas dasar ketidak terpaksaan.


Aaron menghilang dari pandangan mereka. Hana langsung menghambur kedalam pelukan suaminya. Sesegukan menangis sekencang-kencangnya.


"Kau benar-benar tega padaku, El. Kenapa kau harus melakukan hal seperti ini padaku. Aku tidak mau pergi ke tempatmu. Biarkan aku disini saja!" cetus Hana. Dia mengambang keputusan sendiri.


Eliot menarik tubuh istrinya kedalam pangkuan.


"Ma-maafkan aku, sayang, ternyata dikehidupan ini pun aku tetap tak bisa menghindari. Kita memang saling terkait dan membutuhkan. Aku adalah es, dia adalah api dan kau adalah sinar diantara kegelapan kami sayang. Jadi, kumohon mengertilah. Aku melakukan ini demi kebaikanmu!" Eliot tetap membujuk istrinya. Tetap saja Hana menggeleng pasti.

__ADS_1


"Sudah aku bilang, aku tidak suka perselingkuhan. Aku membencinya!" jawab Hana mantap.


__ADS_2