SUAMIKU SERIGALA

SUAMIKU SERIGALA
Pulang Ke Istana Besar


__ADS_3

“Han, kapan kita akan berangkat kesana?" Rani terlihat tak sabar saat Lucas menceritakan istana besar keluarganya.


Mereka tengah menonton TV sambil menikmati beberapa camilan. Tentu saja Rani sedang menonton drama korea kesayangannya.


"Kok tanya aku? Coba kau tanyakan pada suamimu!" cetus Hana.


"Huh, dia tak menjawab. Makanya aku tanya denganmu. Mungkin saja suami-suami serigalamu membocorkannya!" Hana menggeleng.


Beberapa hari ini Aaron seperti sedang mempersiapkan sesuatu dengan Eliot. Mereka selalu saja menghilang dan kembali saat menjelang malam. Dan tentu saja saat mereka kembali yang diminta pertama kali adalah jatahnya.


"Eh, Han, kira-kira kita pakai baju apa ya saat kita nanti bertemu dengan keluarganya? Ehmmm, aku sudah membeli beberapa gaun mewah untuk dibawa kesana! Aku ingin keluarganya bisa menerimaku sebagai istri lucas"


Rani berkata dengan antusias tinggi saat menceritakan gaun-gaun mewahnya.


"Memangnya kita akan bawa barang-barang? Kau pikir kita sedang jalan-jalan?" dengus Hana. Dia berkeyakinan bahwa tidak akan membawa apapun selain dirinya.


"Hah? Benarkah? Lalu bagaimana nasib oppa-oppa-ku ini? Kita tidak akan membawa ponsel Han?" Rani yang tak bisa lepas dari gadgetnya. Mata langsung membulat lebar ketika Hana menskip semua yang ada di otaknya.


"Uhmm, aku pikir seperti itu Ran. Tidak ada ponsel, TV, bioskop, ice cream, burger dan ayam goreng kesukaan kita!" cetus Hana menambah mata Rani mendekik makin lebar. Semua berada diluar ekspetasinya.


"Arrggh! Aku tidak mau. Tidak mau kesana, Tidak seru. Untuk apa memiliki banyak uang, tapi tidak bisa menikmatinya!" teriak Rani. Dia sekarang benar-benar menolak pergi, beda dengan antusiasnya beberapa

__ADS_1


menit lalu.


"Apa kau bilang? Kau tidak mau pergi?" suara bariton Lucas memecahkan obrolan mereka. Rani langsung menengok. Dia melihat suaminya sudah memicingkan matanya dengan tajam kearahnya. Obrolan kepulangan


mereka ke istana besar hancur seketika.


"Iya, aku tidak mau! Hana saja yang pergi! Aku tidak mau ikut!" Rani melakukan protes. Dia tak ingin kehilangan semua yang dinikmati dan beralih ke zaman primitif. Setidaknya itulah yang ada dipikirannya.


Rani menolak mentah-mentah kepergiannya.


"Kita berangkat malam ini sayang!" ucap Eliot. Membuat Rani yang tengah panik menggeleng dan menggila.


"Tidak, Lucas. Aku tidak mau ikut denganmu. Kita bercerai saja ya!" celetuk Rani. Lucas memicingkan kembali matanya pada istrinya.


"Aargghh! Tidak, aku masih belum mau mati. Pokoknya, aku tidak mau pergi!" Rani baru saja beranjak dari duduknya. Namun, tangan Lucas sudah menariknya kepelukan.


"Ayo!" ucap Eliot mengulurkan tangannya. Malam ini dia tidak melihat Aaron.


"Dia, sudah lebih dulu pergi!" Eliot menjawab dari mata yang sedang dicari oleh Hana


Hana meraih tangan suaminya. Dan, memeluk tubuhnya dengan erat. Hana seolah sudah siap dibawa pergi oleh suaminya. Padahal mereka berdua, Hana dan Rani hanya mengenakan kaos lengan pendek  dan celana hotpans.

__ADS_1


Rani yang panik terus memukuli dada suaminya. Dia menolak pergi.


“Sa-sayang, aku tidak mau pergi, tidak mauuuu!” ronta Rani dipelukan suaminya.


“Kau sudah siap?” Eliot menyakinkan lagi kepergian mereka.


“Uhm, tapi, jangan lama-lama disana. Aku kan belum sempat nonton bioskop denganmu!” ucap Hana lirih, membuat Eliot tersenyum.


“Aku janji, setelah semuanya selesai.  Kau  sendiri bebas menentukan semua yang kau inginkan!” janji Eliot. Hana hanya mengangguk dan membenamkan wajahnya di dada suaminya.


Hana sebenarnya tidak mengerti dengan perkataan suaminya yang penuh arti itu. Dia, hanya tahu saat ini akan melakukannya yang terbaik. Demi kongres yang akan dijalani Aaron.


“Pejamkan matamu, sayang!” Eliot kembali berbisik lirih di telinga istrinya. Hana menuruti semua yang dikatakan suaminya.


Eliot mengangkat tangannya, sedetik kemudian dihadapan mereka muncul pusaran hitam. Pusaran seperti angin ****** beliung. Mereka akan melintas di lorang tersebut.


Mereka mulai memasukinya secara perlahan. Hanya Hana yang diam dalam pelukan suaminya. Sedangkan Rani terus saja berteriak dan berontak dengan kepanikannya.


Gerbang cahaya dilintasi mereka. Dan mereka telah sampai didepan


pekarangan istana besar. Eliot menurunkan Hana perlahan.

__ADS_1


Bugh!Eliot merasakan tubuhnya dipeluk dari belakang. Membuatnya sedikit tersentak, “Akhirnya kau kembali,


Pangeran Eliot!” suara seorang wanita tengah mengeratkan pelukannya di pinggang Eliot. Suara Sheira yang dipenuhi dengan kerinduan.


__ADS_2