
Tok. Tok. Tok.
Hana langsung melompat dari tempat duduknya membuka pintu ruang makan mereka.
"Apa aku menggangu kalian" Ucap Rani memasukkan kepalanya lebih dahulu melirik sekitar dan keadaan.
"Tidak, kami sudah selesai kok. Aku lagi makan camilan, kau sudah makan?"
"Camilan?" Rani menautkan kedua alisnya.
Pertanyaan Hana terdengar vulgar di telinga Rani dan wajahnya seketika memerah lalu Lucas melenggang masuk mendahului Rani dan menatap sofa.
"Kau melakukan disini?"
Eliot mengangguk. Lucas menjentikan jarinya menghadirkan sofa lain untuk mereka duduki.
"Memang tak ada tempat lain?" dengus Lucas.
"Sudahlah, dimana pun tempatnya. Asalkan dia senang, aku turuti"
"Huh, beginilah nasib budak cinta, " Lucas menghela nafasnya sendiri.
"Cih, memangnya kau, tidak?"
Hana terlihat menarik lengan Rani yang tak mau bergerak.
"Ran, ayo makan!"
Hana, Hana ..., bisa-bisa kaumengucapkan kata makan dengan santai. Batin Rani yang memikirkan arti lain dengan kata makan.
Namun mata Rani langsung berbinar ketika melihat makanan benar-benar sudah tersaji di meja.
__ADS_1
"Waaah, kalau makanan yang ini aku juga mauuu. Aku lapar!" Rani cengegesan dan duduk di sofa samping Lucas.
"Huhh, makanya aku mengajakmu makan!"
Ohh, ternyata Hana makan sungguhan. Aku fikir .... . Batin Rani yang otaknya travelling kemana-mana.
Kedua lelaki tadi, Eliot dan Lucas hanya memainkan rambut Hana dan Rani saat mereka sedang makan.
Menatap keduanya yang sangat lahap makan.
"Hu wahh!!" Keduanya, Hana dan Rani kompak setelah kenyang makan langsung bersandar di kedua tubuh Eliot dan Lucas.
"Eh, Han, ngomong-ngomong sejak kapan kau makan sebanyak itu?" Rani yang baru saja sadar kalau makanan penuh di meja tadi bersih di makan mereka berdua.
"Uhmm ..., kapan ya? Sepertinya sejak bertemu suami-ku yang ganteng ini ..., " Hana yang berbalik gemas mencubit kedua pipi Eliot yang keras.
"Hahahaha, iya benar Han, seperti aku juga begitu," Rani yang melirik Lucas yang tak bergeming sedikit pun.
Rani mengambil ponselnya yang di dalam tas,
Ah, Monica mau apa dia?
"Iya, Mon, ada apa?" sahut Rani.
"Ya ampun, Ran, susah banget sih ngehubungin kamu!"
"Oh, memangnya kenapa, Mon?"
Lucas yang sudah menarik pinggang Rani kedalam pelukannya, kepalanya bersandar di pundak Rani.
Sedangkan Hana entah membahas apa dengan Eliot tampak serius dan bercanda.
__ADS_1
"Jack mencari-mu?"
"Jack!"
Rani yang kaget tiba-tiba berdiri, telinga Lucas yang tajam saat mendengar nama laki-laki lain langsung menarik Rani ke pangkuan-nya, mencubit pinggang Rani tak dia lepaskan.
"Argh, sakit, Lucas. Sakit sekali" Pekik Rani.
Monica yang mendengar suara Rani seperti sedang beradu kasih segera bertanya,
"Sedang apa kau?"
"Aww, sakit" sahut Rani dan telpon pun langsung terputus.
"Siapa Jack?" tanya Lucas dengan tatapan membunuh.
"Aw, sa-kit. Di-dia "
"Siapa?" hardik Lucas tambah kesal.
"Ma-mantanku, sayang!"
"Lalu, untuk apa dia menghubungi?"
"Aku tidak tahu, telponnya kau sudah mati"
"Awas, kalau kau berani macan-macam, aku tidak akan segan membunuhmu dengan kedua tanganku" ancam Lucas.
"Kita mau kemana lagi?" tanya Eliot.
"Uhm, ke taman hiburan saja, bagaimana Ran? Kau setuju , Ran? " usul Hana sambil berbalik dan melihat Rani yang sedang bertengkar dengan Rani.
__ADS_1
"Ada apa, Ran? Kenapa kalian bertengkar? " tanya Hana dengan wajah polos nya.