SUAMIKU SERIGALA

SUAMIKU SERIGALA
Terbelah Dua


__ADS_3

Untung saat mereka keluar kamar, mereka berdua sudah memakai baju. Rani yang tersentak berlari dari kamarnya ketika mendengar teriakan dari temannya.


"Kau bisa bayangkan apa yang akan terjadi kalau dia sadar semalam?" pekik Eliot. Dia baru saja menyaksikan keganasan istrinya jika benar-benar sedang marah.


"Huh, untung saja aku tidak memaksanya. Kalau tidak--," Aaron memberikan gerakan tangan seperti orang sedang menggorok leher.


"Apa yang kalian lakukan, hah?" Rani berkacak pinggang memarahi keduanya. Namun, dia segera meninggalkan ketika mendengar Hana meraung keras dari kamarnya.


Lucas berada di belakang istrinya. Dia tak banyak bicara, karena dia pun tahu yang dilakukan kedua suami serigala Hana itu.


"Ada apa, Han?" Rani menemukan Hana sedang menarik-narik rambutnya dengan kasar. Dia terlihat prustasi, terus saja memukuli dirinya dengan keras.


"Mereka berdua. Serigala gila itu, mereka berdua, arrrggghhh!!" Hana tak bisa mengeluarkan kemarahan. Dia hanya kembali berteriak melampiaskan kekesalannya.


"Mereka? Mereka, kenapa Han?" Rani menautkan alisnya. Bingung.

__ADS_1


"Gila! Keduanya, serigala gila. Benar-benar maniak! Arrggh!" dia kesal sendiri. Masih belum bisa menjawabkan.


Apalagi otaknya tiba-tiba memikirkan sesuatu diluar nalarnya. Membuatnya menutupi wajah karena malu. Hana menarik nafasnya dalam-dalam. Dia benar-benar geram, tapi dia tak bisa mengingat apapun kejadian semalam bersama dua laki-laki itu.


"Dimana mereka sekarang?" Hana berdiri. Selimut masih membalut tubuh polosnya. Dia, meraih bajunya yang tergolek dilantai.


Rani mengkrejapkan matanya. Perlahan stimulasi otaknya pun bereaksi, "Hah, kau gila, Hana. Jangan bilang kau semalam tidur bergantian memberikan jatah pada mereka!" cetus Rani membuat Hana makin berteriak menggila.


"Kalau saja aku tahu, aku sendiri yang akan mencekik mereka lebih dulu! Arrggh!" Hana berjalan lebar keluar kamarnya dan matanya langsung mendapati kedua serigala yang sudah mengklaim dirinya sedang asik duduk di sofa tanpa dosa.


"Akan kubunuh mereka!" geram Hana. Dia kemudian melirik sapu bertengger di sudut tembok. Dia meraih dan membawa sapu itu kehadapan mereka.


"Minggir sayang, aku akan beri mereka pelajaran!" Rani mencoba menerobos tubuh suaminya yang mengikuti setiap dia bergerak.


Lucas menggeleng kepalanya, "Daripada kau ikut campur, lebih baik kita lanjutkan lagi yang tadi. Aku masih belum kenyang dengan sarapan pagi kita, sayang!" ucap Lucas dan langsung menyergap tubuh istrinya. Memboyongnya kembali ke kamar.

__ADS_1


"Aargghh, kau tidak berkepri-temanan!" teriak Rani yang suara sudah menghilang dibalik pintu kamarnya.


Bagh! Bugh!Hana memukuli kepala mereka berdua bergantian.


"Kalian berubah benar-benar brengsek!" teriaknya. Namun, sapu yang dipegang Hana hanya bisa memukuli mereka dua kali saja, karena sapu tadi langsung patah, terbelah dua saat ketiga kalinya dia memukuli Eliot.


Eliot dan Aaron yang tak merasakan sakit sedikitpun hanya bisa menahan tawanya saat sapu yang dipegang Hana terbelah dua.


"Pprrtt! Hahaha!" Kedua lepas kendali saat Hana mengacak-acak rambutnya sendiri dengan kasar. Mereka tertawa karena tinggah menggemaskan istrinya.


"Harusnya kau mencari sesuatu yang lebih keras dan berat jika ingin memukuli kami," kekeh Aaron. Dia masih menggoda Hana yang kepalanya seperti sudah mengeluarkan taring dua.


"Arrggh, El, lihat dia mengejekku!" Hana melompat kepelukan suaminya. Membenamkan wajahnya didada Eliot. Hana lupa kalau dirinya pun masih marah dengan suaminya itu.


"Kau sudah tidak marah lagi sayang," ucap Eliot lirih. Hana menarik wajahnya. Dia membelalakan matanya kembali.

__ADS_1


"Arrggh! Kalian berdua kurang aja. Jangan sentuh aku!" teriak Hana. Dia mencoba melepaskan dirinya dari lingkaran tangan Eliot di pinggangnya.


"Ayo, El. Bawa dia kembali ke kamar. Kita ulangi lagi adegan yang semalam, tapi bedanya saat ini dia tidak sedang tidur!" Aaron memajukan tubuhnya. Mendekati Hana yang lagi-lagi berteriak keras dan memukuli wajah Aaron karena kesal.


__ADS_2