SUAMIKU SERIGALA

SUAMIKU SERIGALA
Menjadi Satu


__ADS_3

Tubuh Hana melayang di udara dan perlahan-lahan turun hingga dalam pelukan Eliot.


"Hampir saja, untung energi dari cincinku masih berguna!" ucap Eliot. Hana kini sudah berada dalam pelukannya.


"Bukan hanya Asher, tapi Matius pun sudah mengetahui kebedaanya. Kau benar-benar bodoh!" umpat Aaron kesal.


Kini mereka sudah berada di dalam gua. Menyalahkan perapian agar kondisi Hana segera pulih.


"Cih, kau menyalahkan-ku? Istriku ini memang istimewa jadi bukan salah siapapun!" Eliot kecut membalas umpatan Aaron.


"Istrimu, sebaiknya kau keluar, kau tidak akan bisa memulihkan kondisinya dengan kekuatan es-mu itu. Kali ini Hana bukan cuma istrimu, tapi juga istriku, hanya aku yang bisa memberikan kehangatan. Dia, akan pulih saat berkawin denganku!" Aaron yang tak ingin mundur lagi.


Kali ini dia sudah memutuskan walaupun akan dijadikan suami serigala yang kedua oleh Hana, dia akan tetap menolongnya. Eliot tak bergeming. Dia sadar semua yang diucapkan Aaron memang benar adanya. Dia tak boleh egois, semua demi keselamatan nyawa istrinya.


"Hah, kau gila! Berapa lama yang kau butuhkan!" Eliot sudah prustasi dan dia pun menyerah. Semakin lama pengobatan istriku dilakukan akan semakin berbahaya dengan kondisi tubuh manusia Hana.


"Cih, kau masih saja bertanya. Aku berkawin dengannya. Dan, aku sudah menahan selama seribu tahun. Apa kau cukup melakukanya hanya satu kali!" cetus Aaron yang dipastikan dia kali ini akan menang. Eliot tidak mungkin melarangnya untuk berkawin.


Brukk! Eliot menggesek pintu batu gua dan dia masuk ke gua sebelah dimana Lucas dan kedua kembar sudah didalamnya.

__ADS_1


"Arghh! Aku ternyata tak bisa menghindarinya!" Eliot meninju satu batu besar hingga menjadi serpihan melampiaskan kekesalan dalam hatinya.


"Huh, untung saja istriku di kehidupan manapun hanya aku pemiliknya!" dengus Lucas sambil mengusap dadanya. Dan menepuk pundak Eliot, mencoba menenangkan hati Eliot yang sedang bergejolak.


Aaron menghampiri tubuh Hana yang tergolek. Dia menyentuh kulit Hana yang masih terasa sangat dingin.


"Sayang, aku mohon, bangunlah!" Aaron meraih tubuh Hana kedalam pelukannya. Dia, mendekatkan wajahnya hingga bibir Aaron menyentuh bibir dingin Hana.


Hana membuka matanya saat dia merasakan kobaran panas ditubuhnya.


"Ka-kau," ucap Hana lirih. Tubuh masih tak bertenaga.


"Jangan khawatir aku ada disini, sayang. Kau pasti akan melewatinya!" Aaron merebahkan tubuh Hana yang sudah tak mengenakan sehelai benang pun. Dan dia seperti merasakan terbang diawang-awang saat kulitnya dan Aaron menyatu menjadi satu.


Hana hanya tertunduk. Dia malu dan sekaligus marah dengan dirinya sendiri. Dia yang selalu bangga hanya memiliki satu orang yang dicintai, kini dia telah menjadi penghianat.


"Kau baik-baik saja, sayang!" Eliot merengkuh tubuh istrinya ke dalam pelukan. Dia, masih terlihat khawatir dengan kondisi istrinya.


"Ma-maafkan aku, El!" Hana menangis. Dia meraung keras dalam pelukan Eliot, suaminya. Suami serigalanya. Hana meresa sangat bersalah.

__ADS_1


"Aku yang harus meminta maaf karena tak bisa menjagamu. Dan membiarkan serigala abu itu menyentuhmu!" dengus Eliot masih kesal sambil melirik Aaron.


Hana menjadi linglung dengan ucapan suaminya. Kenapa tiba-tiba dia membahas masalah itu.


"Ma-maksudmu, El?" Hana menaikkan wajahnya menatap suaminya yang terlihat gelisah.


"Maafkan aku, sayang. Aku sudah menyetujui kalian berkawin!" cetus Eliot.


"Maksudnya?" Hana masih tetap belum mengerti dengan ucapan suaminya.


"Aku yang mengizinkan Aaron menyentuhmu!"


Bugh! Bugh! Hana memukuli dada Eliot.


"Apa maksud-mu, hah? Kau meragukan cintaku, El? Hah!" Hana menjadi berang. Dia merasa dipermainkan oleh dua serigala itu.


Bagaimana dia bisa dengan seenaknya melakukan itu padaku.


Hana memicingkan tajam matanya menatap mereka berdua bergantian.

__ADS_1


"Jangan salahkan dia, Hana. Aku juga ikut andil. Aku tidak ingin tubuh manusia-mu terluka. Tubuh manusia sangat rentan. Kalau aku tidak melakukannya berkawin denganmu. Kau pasti sudah mati. Dan aku maupun dia tidak ingin itu terjadi. Kau bisa sampai disini adalah karena kami!"


Aaron menjelaskan secara gamblang. Hana pun kembali menatap sekitar dan dia pun menyadari kalau dirinya sekarang tidak berada di mall.


__ADS_2