SUAMIKU TERNYATA PRESDIR

SUAMIKU TERNYATA PRESDIR
NYUEKIN NURI


__ADS_3

Jundi : Nur, laki-laki yang direstoran tadi sore itu siapanya kamu ya


Malamnya saat Nuri tengah bingung dengan keberadaan Dewa, Jundi mengechatnya dan menanyakan hal yang tadi sore.


"Duhh, jawab apa ya." bimbang Nuri.


"Gak mungkinkan kalau aku bilang Dewa suamiku, apa aku bilang saudaraku saja kali ya, iya itu kayaknya jawaban yang paling pas deh mengingat sikap Dewa tadi sore."


Nuri : Saudara sepupu aku kak


Jundi : Ohh syukurlah, jadi lega aku


"Ehh, apa ini maksudnya."


Daripada bertanya-tanya sendiri, Nuri memilih untuk bertanya secara langsung.


Nuri : Maksud kakak


Jundi : Ya kalau dia saudara kamu, aku…ekhem bisakan kenal lebih dekat dengan kamu, lebih dari sekedar teman maksudku


Nuri tidak langsung menjawab, dia bingung mau menjawab apa, "Duhh bingung, jawab apa ya." 


Untuk sesaat Nuri tidak membalas karna tengah berfikir mengenai jawaban apa yang diberikan.


Nuri : Maaf kak, untuk saat ini, aku tidak ingin menjalin hubungan yang menjurus ke arah pacaran, soalnya mau serius kuliah dulu.


"Oke, ini sepertinya jawaban yang tepat deh." Nuri membaca ulang pesan yang ditulisnya sebelum mengirimnya.


Jundi : Iya Nur, aku gak maksa kok, kita bisa menjalaninya pelan-pelan oke.


Nuri : Iya kak


****


Saat Dewa pulang, dia menemukan Nuri tertidur disofa.


"Kenapa tidur disini sieh dek." 

__ADS_1


Dewa membopong tubuh Nuri dan membawanya ke kamar.


Setelah meletakkan Nuri ditempat tidur, Dewa tidak langsung keluar, dia berdiri memandang wajah Nuri yang terlelap dalam tidurnya.


"Dari sekian banyak wanita yang mengejarku dan mengharapkan cintaku, kenapa aku bisa jatuh cinta pada gadis hitam manis ini, gadis yang membuatku sering kesal dan senyum disaat bersamaan." ucap Dewa tidak melepas pandangannya pada wajah Nuri.


"Tuhan, bukalah pintu hatinya untukku, buatlah dia melihatku dan menyadari kalau aku mencintainya dengan tulus." doa Dewa dalam hati.


Tiba-tiba ada dorongan dalam diri Dewa untuk mengecup kening Nuri, saat dia akan melaksanakan niatnya itu, dia berkata pada dirinya sendiri, "Aku memang suaminya dan bisa melakukan apapun kepadanya dan itu tidak dosa, aku bisa memaksa Nuri untuk melayaniku karna itu adalah hakku dan itu adalah kewajibannya, tapi aku ingin Nuri mekakukannya dengan rela karna dia ingin, aku ingin dia melakukannya karna cinta, cinta yang entah kapan datangnya." Dewa mendesah berat karna beratnya perjuangan untuk menaklukkan hati sang pujaan hati.


"Selamat tidur istriku, mimpi yang indah." setelah mengucapkan hal tersebut, Dewa keluar kamar.


****


Semalam saat Nuri tertidur, Dewa bersikap hangat sama Nuri, kini laki-laki itu menampakkan wajah datar dan sikapnyapun cendrung dingin, dia memang sakit hati mendengar kata-kata Nuri semalam, sehingga tidak heran, saat sarapan tidak ada obrolan yang terjadi seperti biasanya, ya walaupun ada, itu sifatnya satu arah, Dewa yang banyak bicara, sedangkan Nuri lebih banyak diamnya, walaupun merespon paling dia hanya bilang 'hmm atau iya, atau kadang ohh begitu' dan sekarang Dewa tidak bersusah-susah lagi memulai obrolan, dan Nuri merasa agak gimana gitu.


"Semalam, apakah kakak yang membawaku ke kamar." karna tidak tahan, Nuri akhirnya buka suara.


"Hmmm." biasanya Nuri yang menjawab dengan gumaman tersebut, kini Dewa membalasnya dengan jawaban serupa.


"Ditanya jawab kek, jawabannya cuma hmm donk." batin Nuri kesal, tahukan sekarang rasanya dicuekin dan direspon dengan hmm doank tidak enak.


Dan tanpa menunggu jawaban Nuri, Dewa bergegas pergi, dia bahkan tidak menawarkan untuk mengantarkan Nuri seperti biasanya, ternyata kata-kata Nuri semalam cukup besar dampaknya bagi Dewa.


"Ishh, dasar menyebalkan." rutuk Nuri memandang punggung Dewa yang menjauh.


*****


Saat tengah mengikuti perkuliahan, Nuri bisa merasakan adanya getaran dari ponselnya yang disilent, Nuri merogoh tasnya untuk mencari tahu siapa gerangan yang mengirim pesan kepadanya, dan ternyata pesan itu dari Dewa, kok Nuri agak girang ya saat mengetahui kalau pesan itu dikirim oleh Dewa, padahal kemarin-marin Dewa tiap hari mengechatnya tapi kok dia biasa saja, bahkan dia jarang membalas pesan yang dikirim oleh Dewa.


Dengan cepat Nuri membuka pesan tersebut dan membaca isinya.


Dewa : Adek, kakak mungkin tidak pulang selama beberapa hari karna urusan pekerjaan, jadi adek nginep dirumah babe dan ibu ya, tadi kakak sudah memberitahu mereka.


Nuri : Kakak mau kemana memangnya.


Dewa : Bali

__ADS_1


"Keluar kota." ulang Nuri dalam hati, "Dia mau ngapain keluar kota, apa sieh yang dia lakukan disana sampai harus keluar kota, diakan hanya kerja serabutan, memang pekerjaannya itu mengharuskannya ke Bali."


Tangan Nuri tergerak untuk mengetikkan 'Jangan lupa oleh-olehnya' tapi mengingat gaji suaminya yang tidak seberapa sehingga dia mengurungkan niatnya, sebagai gantinya dia mengetikkan kalimat.


Nuri : Semoga selamat sampai tujuan, dan kembali dengan keadaan utuh


Untuk pertama kalinya Nuri menunggu jawaban dari Dewa, sayangnya Dewa ternyata tidak membalas pesannya tersebut, dan diluar inginnya, ternyata itu membuat Nuri jengkel.


"Ihh sialan, cuma diread doank lagi gak dibalas, dasar laki-laki menyebalkan, kesel deh gue." Nuri menyalurkan kekesalannya dengan meremas ponselnya.


"Main ponselnya nanti saja Nur, kita lagi belajar ini." bisik Juli.


"Ahh, mana bisa tuh materi yang diterangkan oleh dosen masuk ke otakku gue kalau gue lagi kesal begini." Nuri mendesah dalam hati.


****


"Ehh, jalan yuk, gue bosen nieh." ajaknya saat dosen baru keluar dari kelas.


"Jalan kemana emangnya." respon Imel.


"Kemana sajalah asal gue happy, gue bete nieh."


"Bete kenapa lo." timpal Juli.


"Gak tahu, mungkin karna gue lagi pms kali." bohongnya, padahalkan yang membuat dia badmoodkan gara-gara Dewa yang pergi ke Bali dan tidak membalas pesannya.


"Yuk jalan kita jalan ya, lagiankan kita sudah lama gak quality time." bujuk Nuri.


"Ya udah deh, lo benar juga."


Mood Nuri sedikit membaik mendengar persetujuan Juli, "Lo ikutkan Mel."


"Ikut donk, lagiankan jam segini suami gue belum pulang ngantor, jadi gak ada yang gue kerjain dirumah."


"Dasar mesum lo Mel."


Imel hanya terkekeh.

__ADS_1


****


__ADS_2