SUAMIKU TERNYATA PRESDIR

SUAMIKU TERNYATA PRESDIR
MABUK


__ADS_3

Ternyata Diana tidak menepati janjinya, gadis itu juga minum cukup banyak sehingga membuatnya agak mabuk, tidak separah Angell memang, tapi kondisinya itu memang bisa dibilang rawan kalau harus menyetir sendiri.


Dan setelah tadi happy-happy diclub, dua wanita dewasa itu memutuskan untuk pulang, dua wanita yang dalam pengaruh minuman beralkohol tersebut sejak tadi cekikikan dan bicaranyapun pada ngelantur, terutama Angell, gadis itu menyuarakan apa yang membuat hatinya sesak.


"Dewa, aku mencintaimu Dewa, aku mencintaimu sejak dulu, tapi kamu malah memilih wanita dekil itu yang tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan aku." clotehnya diluar kesadarannya, "Kamu benar-benar tega sama aku Dewa, tega." ujarnya sambil memegang dadanya.


"Ha haha." Diana tertawa, "Angell, Angelll, kamu itu cantik banget tahu gak, tapi kenapa malah mencintai pria yang tidak mencintaimu Ngell, buka matamu lebar-lebar Angell, diluar sana banyak pria yang ngantri untuk mendapatkan cintamu, pilih salah satu pria yang mencintaimu dan mengagumimu itu."


"Ha ha ha." Angell ikut tertawa, "Sayangnya, aku hanya mencintai laki-laki bernama Sadewa Argantara, laki-laki yang lebih memilih wanita dekil, kumal dan bodoh dibandingkan aku yang tidak ada kurangnya."


"Dasar Dewa bodoh, laki-laki bodoh begitu hempas saja dari muka bumi ini." teriak Diana.


"Ha ha ha, Dewa memang bodoh, dasar Dewa bodoh, aku sumpahin kamu dan istri jelekmu itu bercerai." Angell juga ikut-ikutan membodoh-bodohkan Dewa.


Diana kemudian menstater mobilnya, dia menarik gas dengan cukup kuat sehingga membuatnya menabrak mobil yang terparkir didepannya, tabrakan itu membuat dirinya dan Angell terhempas kedepan, tapi semuanya masih aman dan tidak terjadi apa-apa sama mereka.


"Gila kamu Diana, kamu mau membuat kita pergi ke surga hah." omel Angell dengan suara telernya.


"Sloww Angell, baru pemanasan." jawabnya santai dan tidak memperdulikan bodi mobil orang yang ditabraknya sampai penyok begitu.


Dan tanpa bersalah sedikitpun, Diana kembali melajukan mobilnya keluar dari area parkir club malam tersebut, mobilnya kini berbaur dengan puluhan mobil lainnya dijalan raya.


Karna dalam keadaan mabuk, cara Diana membawa mobil tentu saja seperti orang ugal-ugalan, dia juga sering menyalip kendaraan yang ada didepannya, umpatan-umpatan dari pengendara mobil lainnya tidak mereka hiraukan, mereka berdua malah menanggapinya dengan tawa.


"Dasar wanita sinting, bosan hidup lo." umpat salah pengendara yang disalip oleh Diana yang hampir saja menyebabkan terjadinya tabrakan, untungnya sik pengendara itu cepat tanggap dengan menurunkan laju kendaraannya.

__ADS_1


" Ha ha ha." tuhkan, emang pengaruh dari alkohol yang masuk ke lambung mereka menghilangkan kesadaran mereka, mereka malah ketawa gitu kena umpatan begitu.


"Dasar banci lo, bawa mobil sudah kayak siput aja, pergi ke laut lo." Diana tidak kalah berteriak.


"Hahaha." Angell tertawa puas mendengar umpatan sahabatnya itu, "Siput seharusnya disawah saja sana, kenapa malah berkeliaran dijalan." teriak Angell turut menimpali.


Diana tertawa dan menoleh ke arah samping dimana sahabatnya berada, selain mabuk yang membuat caranya membawa mobil juga gak benar, dan ditambah lagi dia tidak fokus, dia seharusnya menatap kedepan malah menghadap samping sehingga dia tidak sadar ada mobil yang melaju dari arah depan.


"Di, ada mobil didepan." tunjuk Angell disisa-sisa kesadarannya.


Dengan gerakan slow motion Diana menoleh kedepan, dan bertepatan dengan pandangannya kearah depan, mobil yang ditunjuk oleh Angell itu menyenggol body mobil milik Diana yang membuat mobil tersebut keluar dari jalur, karna dalam keadaan mabuk sehingga Diana tidak bisa mengendalikan mobil yang saat ini dia kendarai sehingga mobil itu harus menabrak pembatas jalan, dan lagi-lagi tubuh kedua gadis tersebut terhempas kedepan karna mereka tidak memasang sabuk pengaman mereka, ditambah lagi bodi bagian depan tentu saja penyok dan mengalami kerusakan yang bisa dibilang tidak terlalu parah, untungnya kaca depan tidak pecah, kalau pecah, maka celakalah mereka.


Angell memegang kepalanya yang terbentur dasbor, kepalanya terasa pusing tiba-tiba, begitu juga yang dirasakan oleh Diana, kepalanya menabrak stir dengan cukup keras yang membuat darah segar merembas dari kepalanya, tabrakan itu sedikit tidaknya mengembalikan kesadaran mereka.


Angell panik saat melihat darah yang mulai menetes dari kepala sahabatnya, "Di, kepalamu." tunjuknya dengan tatapan ngeri.


"Dari kepalamu keluar darah Angell, ihh, aku takut." kebanyakan wanita memang takut akan darah, tapi anehnya saat mereka datang bulan, melihat darah mereka biasa-biasa saja tuh.


Mendengar kata-kata Angell barusan, Diana meraba samping kepalanya, dia merasakan sesuatu yang hangat mengenai jari tangannya, dan begitu dia mengarahkan tangannya kembali kedepan matanya, Diana membelalak kaget dan menjerit histeris saat melihat benda berwarna merah terang tersebut.


"Akhhhhh, darahh."


"Tenang Diana, tidak apa-apa, cuma luka kecil." Angell meminta Diana untuk tetap tenang dan tidak drama queen.


"Sekarang kamu tenangkan diri kamu, begitu kamu tenang, ayok jalankan kembali mobil dan kita menuju rumah sakit untuk mengobati luka-lukamu."

__ADS_1


Diana mengangguk mengerti, sayangnya, tangannya yang sudah tergerak untuk menghidupkan mesin mobil kembali dia tarik saat dia mendengar ketukan dikaca mobilnya, yang mengetuk ternyata adalah polisi yang bertugas patroli malam.


"Sialan, polisi Ngell." keluh Diana.


"Akhh, kenapa sieh ada polisi malam-malam begini." keluh Angell.


Karna tidak kunjung membuka kaca mobilnya sehingga membuat polisi tersebut makin kencang mengetuk kaca transpran tersebut, "Nona, tolong kerjasamanya ya nona, tolong keluar nona."


Karna tidak punya pilihan lain sehingga membuat Diana terpaksa menurunkan kaca mobilnya, dengan pura-pura tidak bersalah dia bertanya, "Ada apa ya pak polisi."


"Nona jangan pura-pura bodoh ya, nona membawa mobil ugal-ugalan dijalan raya sehingga membuat nona menabrak pembatas jalan, ditambah lagi nona membawa mobil dalam keadaan mabuk lagi, nona benar- benar memberikan contoh yang tidak baik dalam berkendara." jelas sik polisi panjang lebar.


"Aduhh saya benar-benar minta maaf lho pak polisi, tapi bisakah bapak membiarkan kami pergi kali ini saja, sahabat saya lagi patah hati berat, dia sejak tadi menangis terus." sik Diana, kenapa malah ngelaporin hal begituan sama pak polisi, emangnya pak polisi itu peduli apa.


"Saya tidak peduli apakah teman anda lagi sakit hati atau tidak, yang saya tahu anda telah melanggar aturan lalu lintas, jadi anda harus mendapatkan ganjaran sesuai dengan apa yang anda lakukan."


"Dasar tidak punya hati, tidak memiliki belas kasihan sama sekali." desis Diana kesal dengan polisi itu, tentunya dia menyuarakan kekesalannya tanpa suara, dia cukup memiliki kesadaran untuk tidak menyuarakan kekesalannya dengan lantang.


"Oh iya nona, minta tolong sebelum kita ke kantor, nona bisa tunjukkan sim dan stnk kendaraan anda nona."


"Hmm iya, kalau hal itu selalu saya bawa kemana-mana." ujar Diana percaya diri, dia membuka tasnya dan mencoba mencari benda yang diminta oleh polisi itu, sayangnya, ditas tersebut, tidak ada tuh benda yang dia cari.


"Apa, heii, dimanakah benda-benda sialan itu saat dibutuhkan kayak gini." umpat Diana dalam hati.


"Gimana Di, kamu bawakan apa yang diminta oleh bapak polisi."

__ADS_1


"Gak ada Ngell, ditasku stnk dan simku tidak ada, padahal aku fikir aku selalu membawanya." mulai panik dah tuh anak dua, pasalnya mereka sudah bisa memastikan kalau malam ini mereka akan tertidur dibalik jerusi besi.


*****


__ADS_2