
"Sial, gak diangkat-angkat lagi sama kak Dewa." umpat Juli mulai kesal, gimana tidak, disaat genting seperti ini, Dewa tidak menjawab panggilnya.
"Kita harus gimana nieh Jul." bingung Imel, "Kayaknya kita tidak mungkin untuk memberitahu babe dan ibu untuk saat ini, bisa kena serangan jantung mereka."
Juli mengangguk membenarkan ucapan Imel.
Ditengah kebingungan seperti itu, pak Komar yang merupakan sopir yang biasa mengantar jemput Nuri terlihat berlari-lari kecil ke arah kedua gadis tersebut.
"Itu pak Komar Jul." tunjuk Imel, Juli otomatis mengarahkan tatapannya pada arah jari telunjuk Imel.
"Nengg, mana neng Nurnya, saya sudah lama menunggu sejak tadi tapi neng Nur tidak muncul-muncul."
"Yang benar saja bapak tidak melihat kedatangan Nuri, dia itu lebih dulu keluar dari kami pak, dan sekarang Nuri diculik."
"Apa." kagetlah pak Komar mendengar informasi yang dikatakan oleh sahabat nona majikannya itu, "Neng, jangan bercanda atuh."
"Astaga pak Komar ini bagaimana sieh, masak kami dianggap bercanda sieh."
"Ya Tuhan neng Nur, maafkan saya yang lalai, tadi saya ke warung sebentar beli rokok, saat itu kali ya neng Nur keluar." pak Komar terlihat merasa bersalah atas apa yang menimpa sang nona majikan, belum lagi dia takut kalau tuan majikannya marah dan memecetnya atas kelalaiannya karna tidak bisa menjaga Nuri, pak Komar tidak bisa membayangkan kalau dirinya dipecat, mau makan apa anak istrinya sedangkan cari kerja dikota besar ini susahnya ampun-ampunan.
"Terus gimana ini neng, tuan Dewa pasti akan marah sama saya." pak Komar menyuarakan isi hatinya.
Belum sempat baik Juli ataupun Imel menjawan keluhan pak Komar, ponsel yang sejak tadi dipegang oleh Juli berdering, dan itu merupakan panggilan dari Dewa.
"Kak Dewa Mell."
"Angkat Jull."
Sementara pak Komar mengkeret saat mengetahui kalau yang menelpon adalah tuan majikannya, "Semoga tuan berbaik hati tidak memecat saya." doanya dalam hati.
"Ada apa dek, maaf tadi kakak tidak menjawab karna kakak memimpin rapat." terdengar suara tenang Dewa dari seberang.
"Kak Dewa, Nuri diculik kak." Juli langsung to the point.
"Apa."
"Nuri diculik saat keluar dari kampus kak."
Mendengar berita tersebut tentu saja membuat Dewa panik, namun dia berusaha untuk bersikap tenang, "Juli, terimakasih sebelumnya dek karna telah memberitahu kakak, kakak akan ke kantor polisi untuk melaporkan perkara ini."
__ADS_1
"Iya kak."
"Dan adek."
"Iya kak."
"Tolong untuk sementara jangan kasih orang tua Nuri dulu, kakak yakin Nuri pasti bisa ditemukan dengan bantuan polisi, kakak tidak mau membuat mereka khawatir."
"Iya kak." patuh Juli dan mengakhiri panggilan.
"Gimana Jul." Imel bertanya begitu Juli menurunkan ponsel dari telinganya.
"Kak Dewa akan lapor polisi Mell."
"Ya itu memang hal yang seharusnya dilakukan."
"Pak Dewa nanyain saya neng."
"Gak."
"Ohh syukurlah." gumam pak Komar, meskipun begitu laki-laki paruh baya itu masih was-was, fikirnya dia pasti bakalan dimarahi habis-habis begitu dia dan tuannya bertatap muka secara langsung, karna sebab kelalaiannyalah sang nona muda sampai diculik.
Pak Komar mengangguk mengerti, "Baik neng."
****
Nuri langsung membuka matanya saat dia merasakan air disiramkan dengan kasar diwajahnya.
"Awhhh." lenguhnya sembari mengerjap-ngerjapkan matanya, otaknya berfikir keras mengingat apa yang sebenarnya terjadi, dan dia ingat, dia diculik saat keluar dari kampus oleh tiga orang laki-laki yang tidak dikenalnya.
"Siapa sebenarnya yang nyulik gue." batinnya ketakutan, apalagi saat ini Nuri tengah berada disebuah gedung tua yang tidak terurus, tempat dimana dirinya berada persis seperti sarang hantu dan dedemit.
Saat ini Nuri tengah duduk disebuah kursi dengan tangan ditautkan dibelakang dan diikat, Nuri bergerak berharap ikatan ditangannya terlepas, Nuri berhenti melakukan hal tersebut saat mendengar suara yang beberapa hari ini sering didengarnya.
"Sudah bangun tuan putri."
Nuri reflek mendongak ke arah sumber suara, didepannya berdiri gadis cantik dan anggun dengan senyum iblis yang membingkai bibir cantiknya, wanita itu tidak lain adalah Angell.
"Angell." gumam Nuri saat mengetahui siapa dalang dibalik penculikannya, "Kamu yang merencanakan menculikku."
__ADS_1
"Iya." jawab Angell santai, "Gimana, apa kamu suka Nuri."
"Apa-apaan sieh kamu Angell, gila kamu ya, lepasin aku Angell."
"Hahaha." Angell malah tertawa saat mendengar suara Nuri yang menghiba, "Melepaskanmu." ulangnya, "Tentu saja tidak akan aku lakukan Nuri."
"Kenapa kamu melakukan ini kepadaku Angell, apa salahku padamu."
Dengan wajah murka Angell berjalan cepat mendekati Nuri, gadis yang saat ini tengah dirasuki oleh iblis itu mencengkram dagu Nuri dengan kuat yang membuat kukunya menancap dikulit Nuri, itu tentunya membuat Nuri meringis kesakitan.
" Apa salahku kamu bilang." Angell dengan geram mengulangi kata-kata Nuri barusan, "Kamu sudah merebut Dewa dariku, dia adalah belahan jiwaku, hanya aku yang boleh memilikinya."
"Kak Dewa itu mencintaiku, bukan kamu Angell."
Plakk
Kata-kata Nuri tersebut disambut dengan sebuah tamparan keras dipipinya yang membuat wajah Nuri sampai oleng ke samping, Nuri bisa merasakan pipinya memanas akibat tamparan dari tangan Angell tersebut, dan tamparan tersebut sekaligus membuat Nuri murka dan melayangkan sumpah serapahnya untuk Angell, "Dasar wanita berhati iblis, wanita sialan, wajah dan namumu benar-benar tidak sesuai dengan perbuatanmu, kamu benar-benar wanita tidak tahu malu Angell."
"Diammmmm."
Plakkk
Kali ini pipinya yang sebelahnya lagi yang jadi korban, dengan suara tinggi melengking Angell membalas umpatan Nuri, "Ini semua gara-gara kamu, kamu yang membuatku berubah menjadi iblis seperti ini, dan kalau aku tidak bisa mendapatkan Dewa, maka kamu juga tidak boleh bersamanya."
"Apa maksudmu."
"Kamu harus mati Nuri."
"Jangan gila kamu Angell." mendengar ancaman tersebut tentu saja membuat Nuri menjadi ketakutan.
"Aku memang sudah gila, hahaha." sepertinya Angell memang sudah kehilangan kewarasannya hanya gara-gara cintanya sama Dewa yang membuatnya sampai berbuat senekat ini, Angell yang dulunya baik, ramah, lembut, penuh kasih sayang, kini berubah menjadi monster hanya gara-gara cinta.
Angell kemudian berbalik, dia kemudian meraih sebuah jrigen yang berisi minyak tanah dan memperlihatkannya pada Nuri, "Kamu tahu ini apa Nuri." tanyanya dengan senyum mematikannya.
"Jangan bercanda kamu Angelll." Nuri semakin kena serangan panik mengetahui benda cair yang berada dalam jrigen tersebut.
"Hahaha." tawa Angell melengking dan menyeramkan, dia benar-benar menikmati momen saat melihat Nuri ketakutan begini, "Katakan selamat tinggal sama Dewa dan dunia fana ini gadis kecil, sayang sekali, kamu hanya sebentar menikmati manisnya kehidupan, dan setelah ini, kamu harus pergi ke neraka, hahaha."
"Angell, aku mohon, jangan lakukan itu." Nuri berusaha berontak dengan harapan ikatan ditangannya terlepas, sayangnya, usahanya tidak membuahkan hasil sama sekali, orang suruhan Angell begitu sangat kuat mengikat tangan Nuri.
__ADS_1
****