SUAMIKU TERNYATA PRESDIR

SUAMIKU TERNYATA PRESDIR
PULANG TERLAMBAT


__ADS_3

Karna keasyikan ngobrol dengan papa Ihsan papanya Angel, Dewa jadi lupa waktu, saat dia mengangkat tangan kirinya yang dilingkari oleh arloji hitam untuk melihat jarum jam yang tertera disana, dia dibuat kaget karna jarum berada diangka 10.10 menit.


"Astaga, sudah tengah malam saja ya om, gak terasa ya kita ngobrolnya sudah cukup lama." gumamnya.


Papa Ihsan turut melihat jam yang tergantung didinding ruang tamunya, "Tengah malam bagaimana, baru saja jam 10."


"Meskipun begitu om, saya harus segera pulang." Dewa ingat dia tidak memberitahu Nuri kalau dia bakalan terlambat pulang, dia mengecek ponselnya dan mencoba untuk menyalakannya hanya sekedar untuk menghubungi istrinya itu, namun ternyata benda tersebut tidak bisa dinyalakan sama sekali alias baterinya mati, akhirnya Dewa kembali memasukkan ponselnya disaku jasnya.


"Kamu itu ya Dewa, santai saja dulu, kayak ada yang nungguin kamu dirumah saja." papa Ikhsan berusaha untuk menahan Dewa lebih lama dirumahnya.


Dewa hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan papa Ihsan tanpa membenarkan kalau memang ada yang menunggunya dirumah, fikirnya, belum saatnya dia mempublikasikan tentang pernikahannya dengan Nuri.


"Meskipun begitu om, saya harus pulang, besok-besok kita bisa menyambung pembicaraan kita lagi."


"Baiklah kalau kamu sudah mau pulang." papa Ihasan akhirnya membiarkan Dewa untuk pulang, "Besok-besok datang lagi ya kerumah om, pasti ada yang sangat senang saat kamu kemari." maksudnya adalah Angel.


"Insaallah om."


Angel yang baru dari kamar mandi kembali keruang tamu dan melihat Dewa yang sudah bersiap untuk pulang, "Lho, Wa, kamu sudah mau pulang."


"Iya, sudah tengah malam nieh."


"Angel, kamu antar Dewa sampai depan gieh." imbuh papa Ikhsan.


"Baik pa."


Angel mengantar Jefri sampai depan rumahnya.


"Wa, besok ketemu yuk, makan siang bareng gitu."


"Boleh."


Angel tersenyum saat mendangar Dewa menyetujui keinginannya, "Oke, kamu jemput aku atau kita ketemu ditempat makan siang."


"Ketemu ditempat makan siang saja, agar gak menghabiskan waktu."


"Ohh oke."


Dewa memasuki mobil dan mulai menstater mobilnya, sebelum mobil benar-benar melaju, Dewa melambaikan tangannya dari jendela mobil yang terbuka.


"Bye Angel."


"Bye Dewa."


Angel tersenyum sembari memandang mobil Dewa yang keluar dari area rumahnya.


"Dewa." batinnya menyebut nama laki-laki yang selalu menghiasi relung hatinya selama beberapa tahun ini, "Aku gak sabar untuk nunggu waktu besok."


****


Terlebih dahulu Dewa pulang ke rumah besarnya untuk mengganti pakaiannya dan mengganti mobilnya dengan motor bututnya, Dewa hanya mampir ke rumah besarnya untuk melakukan hal itu, namun karna dia tinggal sendirian dan tidak punya keluarga sehingga tidak ada yang repot-repot menanyakan tentang apa yang dilakukannya, ya hanya Denis sieh asistennya yang bertanya, dan sekarang Denis sudah tahu jawabannya kenapa bossnya berpura-pura miskin.


Fikir Dewa Nuri tidak akan menunggunya, tapi nyatanya, dia menemukan istrinya tertidur disofa, tempat yang biasa dia tiduri.


"Apa Nuri menungguku." duganya, hal itu membuat Dewa merasa bersalah sekaligus terharu, bersalah karna tidak mengabarkan keterlambatannnya kepada istrinya itu, terharu karna istrinya rela menunggunya sampai ketiduran disofa.


"Istriku, manis sekali sieh kamu." ujarnya sebelum mengangkat tubuh istrinya dan membawanya masuk kedalam kamar.


Saat dalam perjalanan menuju kamar, Nuri perlahan membuka matanya karna merasakan tubuhnya terasa diangkat, matanya masih berkabut sehingga dia bisa melihat wajah Dewa samar-samar.


"Kak Dewa." gumamnya.


Dewa menunduk dan menemukan mata istrinya mengerjap-ngerjap.


"Heii cantik, tidurlah, maafkan kakak yang telah mengganggu tidurmu."


Dewa membaringkan tubuh Nuri ditempat tidur, dan sejak pernyataan cinta tersebut, Dewa dan Nuri kini tidur seranjang.


Saat Dewa membaringkan tubuhnya, Nuri bukannya memejamkan matanya kembali dan melanjutkan tidurnya, gadis itu malah membuka matanya, dia terjaga sepenuhnya sekarang, dan saat Dewa akan kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket karna seharian beraktifitas, Nuri menahan suaminya dengan meraih lengan Dewa.


"Kak Dewa mau kemana lagi." suara Nuri terdengar serak, khas orang bangun tidur, dia fikir Dewa akan pergi lagi.


Untuk sementara Dewa mengurungkan niatnya pergi kekamar mandi, dia yakin, ada beberapa pertanyaan yang akan diajukan oleh istrinya itu, "Kakak mau ke kamar mandi adek." Dewa kini ikut berbaring disamping istrinya, "Adek mau ikut, kita mandi bersama." godanya dan itu berhasil membuat wajah Nuri memanas dan memukul lengan Dewa.


"Apaan sieh kak Dewa ini, mesum deh."


Dewa terkekeh melihat istrinya yang malu-malu, "Ukhh." Dewa mencubit pipi istrinya, "Gemes banget dah istriku yang cantik ini kalau malu-malu kucing kayak gini."


"Jangan cubit pipi aku kak, sakit tahu."


Cup

__ADS_1


Dewa mencium pipi yang tadi dicubitnya, "Gimana, sudah tidak sakit lagikan."


"Ihhh, dasar mesum." Nuri memukul dada Dewa pelan, dia jadi manja kayak gini sekarang setelah jatuh cinta sama suaminya.


Dewa terkekeh dan merengkuh tubuh Nuri dalam pelukannya, pelukan dari seseorang yang kita cintai selalu bisa membuat rasa lelah yang dirasakan langsung menguar tidak bersisa sedikitpun, begitupun yang dirasakan oleh Dewa saat dia memeluk tubuh istrinya, "Nyamannya." gumamnya mencium puncak kepala istrinya.


Nuri mendorong tubuh Dewa agak menjauh dari tubuhnya, "Bau acem."


Dewa kembali terkekeh, "Acem-acem begini tapi kamu sukakan."


"Hmm, suka banget."


"Ukhh, gemasnya istriku ini, sini tayang kakak peluk."


Nuri kembali mendekat dan memeluk tubuh suaminya, mereka berpelukan untuk beberapa saat, sampai Nuri mengendus-endus pakaian yang dipakai oleh suaminya.


"Geli adek." Dewa terkekeh.


"Aman, tidak ada bau parfum wanita ternyata."


"Adek ngapain sieh." bingung Dewa melihat kelakuan istrinya yang terus mengendus-endus.


"Aku fikir bakalan nyium bau parfum wanita dipakain kakak."


"Bau parfum perempuan, maksud adek gimana."


"Ya akukan belajar dari sinetron-sinetron di indosiar itu kak, kalau baju suami yang telat pulang kerja itu ada bau parfum perempuan berarti tuh laki-laki selingkuh."


"Astaga, adekku yang cantik dan manis, jadi adek berfikir kalau kakak selingkuh gitu."


"Hmm, habisnya kakak kemana coba, kenapa pulang terlambat, ditelpon juga nomer kakak tidak aktif, akukan jadi khawatir."


"Adek khawatir ya, duhh kakak jadi terharu."


"Intinya bukan itu kak, kakak kemana saja sampai pulang terlambat."


"Kakak minta maaf karna membuat adek khawatir, kakak kebetulan bertemu dengan teman lama, dia meminta kakak untuk mampir kerumahnya." jelas Dewa.


"Teman kakak itu perempuan."


"Iya." jawab Dewa jujur dan itu berhasil membuat Nuri manyun, dia kesal mendengar Dewa datang kerumah teman perempuannya.


"Fikir aja sendiri."


Tuh, wanita itu memang seperti itu, difikir cowok cenayang apa yang bisa mengetahui isi hatinya.


"Kok ngambek sieh adek, kakak ada salah."


"Pakai nanya lagi."


"Iyakan kakak sudah minta maaf karna kakak pulang terlambat, dan ponsel kakak mati sehingga tidak bisa menghubungi adek."


"Pasti senang banget ya kak Dewa bertemu dengan teman lama sampai gak ingat waktu dan gak ingat pulang, teman perempuan lagi, pasti kakak dimasakin ya dan disuguhkan makanan yang enak-enak dan pasti ya teman perempuan kakak itu cantik sampai kakak betah dirumahnya." intinya bukan telat pulangnya, yang membuat Nuri kesal adalah teman suaminya adalah perempuan, dan setiap wanita didunia tidak suka melihat suaminya dekat-dekat dengan wanita lain apalagi sampai berteman dengan wanita lain, karna tidak ada persahabatan antara laki-laki dan perempuan, pasti salah satunya menaruh rasa, dan dalam kasusnya Dewa benar adanya, buktinya Angel memendam rasa cinta kepada Dewa.


"Itu cuma teman kakak adek, tidak lebih." Dewa berusaha untuk menjelaskan, kini dia tahu penyebab bibir manyun sang istri, "Lagian kakak datang kerumahnya itu mau bertemu dengan papa dan mamanya saja dek, orang tuanya sudah menganggap kakak seperti anak mereka sendiri, dan begitu juga dengan kakak, keluarga mereka sudah lama tinggal diluar negeri dan keluarga mereka baru kembali ke Indonesia, jadi, kakak kerumahnya, ngobrol banyak dengan om Ikhsan."


Mendengar penjelasan dari suaminya, bibir Nuri perlahan-lahan kembali normal, "Kakak tidak bohongkan."


"Bohong itu dosa adek, Tuhan bisa marah kalau kakak bohong sama istriku."


"Hmm."


"Kapan-kapan kakak kenalin ya sama mereka, pasti mereka senang bertemu dengan istriku yang sangat cantik dan manis ini."


"Iya."


"Ya sudah, kakak mau mandi nieh, badan kakak rasanya lengket."


Dewa mengurai pelukannya dan bangun dari posisi berbaringnya.


"Adek mau ikut gak, gosokin punggung kakak."


"Ihh ogah." Nuri menutup wajahnya dengan bantal karna malu.


Dewa hanya tertawa melihat tingkah istrinya.


****


Seperti janjinya tadi malam, Dewa menemui Angel disebuah restoran untuk makan siang bersama.


Angel melambaikan tangannya saat melihat Dewa memasuki restoran, Dewa tersenyum dan berjalan mendekati Angel.

__ADS_1


"Hai, kamu sudah lama." sapa Dewa.


"Gak kok, baru saja tiba."


Angel berdiri dan mencium pipi Dewa, itu bukan suatu yang patut dibesar-besarkan mengingat hal tersebut sudah biasa dilakukan oleh orang yang saling kenal apalagi oleh seorang sahabat, hanya saja kalau Nuri melihat adegan tersebut, gadis itu tidak diragukan lagi sudah pasti akan marah dan ngambek, dan untungnya dia tidak melihat sehingga Dewa aman untuk saat ini.


"Duduk Wa."


Dewa duduk dikursi yang berhadapan dengan Angel.


Terlihat seorang pelayan datang menghampiri meja mereka dan menyerahkan buku menu kepada Dewa dan Angel, setelah mencatat pesanan pelanggannya, pelayan itu kembali pergi dan meminta pelanggannya untuk menunggu sebentar.


"Jadi bagaimana hari ini." Angel memulai percakapan sembari menunggu makanan yang mereka pesan datang.


"Yahh seperti biasa, disibukkan dengan urusan perusahaan." jawab Dewa sekenanya.


"Kamu sendiri bagaimana, apa kamu sudah mulai bekerja diperusahaan om." Dewa balik nanya.


Angel mengangguk, "Aku mulai masuk kerja hari ini."


"Bagaimana, apa kamu menikmati menjadi seorang karyawan diperusahaan papamu sendiri."


"Sejauh ini sieh asyik-asyik saja Wa, mungkin karna ini hari pertama kali ya, capeknya juga belum terasa, apalagi para karyawan cowok tuh pada baik sama aku." Angel bercerita dengan menggebu-gebu.


Dewa tertawa mendengarkan cerita Angel yang membuat kening Angel mengerut.


"Kamu kok malah ketawa sieh Wa, ada yang lucu ya."


"Kamu kok bisa bercerita dengan polosnya tentang rekan kerja laki-laki dikantor kamu yang baik sama kamu."


"Lho, emang kenapa, aneh ya."


"Kamu itu polos atau gimana sieh."


"Maksudnya." Angel tambah tidak mengerti.


"Ya rekan kerja kamu itu baik sama kamu karna mereka itu suka sama kamu."


"Ahh masak sieh."


"Gak percaya lagi."


"Nieh aku kasih tahu ya, kalau cowok baik sama kamu, mau membantu kamu ini itu, itu artinya tuh cowok suka sama kamu." Dewa menjelaskan dan Angel berusaha mencerna penjelasan Dewa, "Ya wajar saja sieh mereka suka sama kamu, siapa seih yang gak suka sama wanita secantik kamu." pujinya diakhir kalimatnya.


Ucapan Dewa yang mengatakan kalau dia cantik tentu saja membuat Angel merasa tersanjung, yah dia berharap sieh kalau Dewa juga memiliki perasaan yang sama kepadanya, mengingat selama ini Dewa juga selalu baik kepadanya dan selalu menolongnya, kata Dewa barusankan, kalau laki-laki baik sama perempuan itu tandanya suka.


Dan perlu digaris bawahi, tidak semua laki-laki seperti yang dikatakan oleh Dewa juga sieh, mengingat dia yang selalu baik sama Angel, tapi sama sekali tidak memiliki rasa sama Angel, Dewa tidak sadar kalau kata-katanya memberikan harapan untuk Angel.


"Ahh kamu bisa saja Wa."


"Terus, kamunya gimana Ngel, ada salah satu yang kamu suka gak dari rekan kerja kamu yang baik-baik itu."


"Gaklah, biasa aja."


"Aku tebak, kamu pasti sudah punya kekasihkan, makanya kamu tidak kepincut sama salah satu dari mereka ."


"Yang mau sama kau sih banyak Wa, tapi aku maunya sama kamu doank." jawabannya yang dia berikan dalam hati, jawaban yang dia berikan dilisan adalah, "Gak ada, aku gak punya pacar kok."


"Masak sieh wanita secantik kamu tidak punya pacar." Dewa jelas tidak percaya mendengar penuturan Angel.


"Beneran gak ada."


Dewa akan kembali membalas ucapan Angel, namun pelayan yang mengantarkan pesanan mereka membuat Dewa menelan kata-kata yang akan diucapkan.


Karna lapar, Dewa langsung menyantap makanan yang dia pesan dengan lahap, sementara Angel tidak langsung menyantap makanannya, dia malah menatap Dewa dan berkata, "Makanya Wa, cariin aku pacar donk, mungkin ada kenalan kamu yang jomblo gitu kenalin ke aku." Angel sengaja mengatakan hal itu untuk melihat reaksi Dewa, apakah Dewa cemburu atau tidak.


Dewa menghentikan suapannya mendengar ucapan Angel, ekpresi Dewa sieh biasa saja, hal ini membuat Angel tidak bisa menilai apakah Dewa cemburu atau tidak.


"Nyariin kamu pacar Ngel." ulang Dewa.


"Iya Wa, cariin aku pacar gitu agar aku tidak jomblo lagi, kan lumayan tiap malam minggu ada yang ngajakin aku jalan." lisannya, dalam hati berkata, "Ayok donk Wa cemburu, katakan sama aku kalau kamu tidak suka mendengar aku meminta kamu untuk mencarikan aku pacar."


Dewa terlihat menghela nafas, Dewa menghela nafas karna menurutnya sangat susah untuk mencarikan pacar untuk sahabatnya yang menurutnya sempurna dan pemilih, itu terbukti saat dulu mereka masih kuliah, banyak laki-laki yang mencoba mendekati Angel, tapi tidak pernah digubris sama sekali oleh Angel, bahkan laki-laki yang menyatakan perasaan sama Angel secara langsungpun tidak pernah ada yang diterima oleh Angel, ya wajar saja Angel menolak setiap laki-laki yang menembaknya, itu karna Angel mencintai kamu Dewa, semua laki-laki terlihat buram dimata Angel, dan ya disini Dewa saja yang tidak peka dengan perasaan sahabatnya itu, padahal Angel menampakkkan perasaan sukanya dengan sangat jelas.


Dan helaan nafas Dewa membuat Angel berfikir kalau Dewa cemburu dan tidak terima dengan ucapannya, hal tersebut membuat Angel senyum-senyum sendiri dalam hati.


"Duhh, jangan suruh aku tuk nyariin kamu pacar deh Ngel."


Kata-kata Dewa itu semakin membuat Angel yakin kalau Dewa memang sebenarnya suka padanya, fikir Angel, Dewa malu untuk mengakui perasaannya.


*****

__ADS_1


__ADS_2