SUAMIKU TERNYATA PRESDIR

SUAMIKU TERNYATA PRESDIR
DEWA SAKIT


__ADS_3

“Adek sudah tidur ya, maaf ya adek kalau kakak mengganggu tidurnya adek.” Lisan  Dewa merasa tidak enak karna dia beranggapan telah mengganggu tidurnya Nuri, padahalkan Nuri tidak bisa tidur sama sekali.


“Hmmm.” gumam Nuri, “Ehhh, kok basah.” Tanya Nuri saat melihat sebagian tubuh sang suami yang basah.


“Kan diluar hujan adek, makanya basah.” memang saat ini diluar memang lagi hujan, tapi hujannya memang tidak terlalu besar.


“Kamu sebaiknya masuk deh, ganti baju, ntar malah masuk angin lagi.” 


“Ahh iya.” Dewa buru-buru masuk, dia baru menyadari kalau dirinya begitu kedinginan karna sebagian badannya terutama tubuh bagian atasnya basah.


Setelah mengganti pakaiannya dengan pakain kering, Dewa duduk disofa dan menutup tubuhnya dengan selimut, dia begitu kedinginan sehingga membuat tubuhnya menggigil karna kedinganan.


“Adek.” Panggil Dewa menghentikan Nuri yang saat ini akan masuk ke kamarnya.


“Hmmm.”


“Apa boleh kakak minta tolong sama adek.”


“Minta tolong apaan.”


“Bisa buatkan kakak teh hangat.”


“Iya, tungguin sebentar.” jawab Nuri tanpa banyak drama, wanita itu berjalan menuju dapur.


5 menit kemudian, Nuri kembali keluar dengan membawa teh hangat yang direquest oleh Dewa.


“Ini tehnya.” Nuri meletakkan teh tersebut dimeja.


“terimakasih adek.”

__ADS_1


“Hmmm, ada lagi gak yang kamu inginkan.”


“Gak ada dek, terimakasih ya sekali lagi.”


“Ya udah kalau gak ada lagi, aku mau tidur kalau gitu.”


“Tidurlah adek, istirahatlah.”


*****


Besoknya, saat Nuri ke kamar mandi, dia melihat Dewa masih tertidur pulas disofa, hal itu membuat Nuri bertanya-tanya dalam hati karna tidak seperti biasanya Dewa masih tidur, karna Dewa selalu bangun pagi.


“Tumben banget Dewa belum bangun jam segini.” Heran Nuri, “Mungkin karna semalam dia tidurnya larut malam kali.” Lisannya dan melanjutkan perjalanannya menuju kamar mandi.


Setelah sholat, Nuri kemudian berjalan menuju dapur untuk menyiapkan sarapan, dan saat masakannya sudah siap dan kembali kedepan, Nuri masih melihat Dewa masih terlihat tidur nyenyak, tadinya sieh Nuri ingin membiarkan, tapi dia ingat kalau Dewa harus bekerja sehingga hal tersebut membuatnya melangkah mendekati dewa untuk membangunkannya.


“Dewa, bangun, ini sudah siang, bukannya kamu harus kerja.”


“Astaga, tubuh Dewa panas sekali.” kaget Nuri saat mengetahui kalau suaminya tersebut mengalami demam yang tinggi.


“Dewa, bangun Dewa.” Nuri menggerakkan lengan Dewa untuk membangunkan suaminya itu.


Perlahan, kelopak mata Dewa bergerak-gerak, dan tidak lama kemudian, matanya terbuka.


“Dekk.” Suara Dewa terdengar serak.


“Badan kamu panas banget.”


“Iya, sepertinya ini akibat hujan-hujanan semalam.”

__ADS_1


“Tunggu sebentar ya,  aku akan pergi ke warung sebentar untuk membelikan obat penurun panas.”


“Maaf ya adek karna kakak telah membuat adek kerepotan seperti ini.” Dewa merasa tidak enak.


“Tidak masalah.”


“Berbaringlah dulu, aku akan segera kembali.”


Dewa mengangguk patuh, sedangkan Nuri berjalan kepintu untuk membeli obat penurun panas untuk suaminya.


10 menit kemudian, Nuri kembali, tidak hanya membawa obat penurun panas, tapi dia juga membawa bubur untuk Dewa, dia tadi membelinya di abang-abang gerobakan yang lewat didepan warung.


Terlebih dahulu Nuri mengambil piring dan air putih dan meletakkannya dimeja, barulah kemudian dia membangunkan Dewa lagi.


"Dewa, bangun, sarapan dulu ya, aku tadi sudah beliin kamu bubur."


Dewa membuka matanya, dia mencoba untuk bangun dari posisi berbaringnya, sayangnya, tubuhnya terasa lemah sehingga dia agak kesusahan untuk bangun, melihat hal tersebut, Nuri dengan sigap membantu Dewa, sehingga Dewa bisa duduk dengan nyaman, melihat kondisi Dewa yang lemah begitu membuat Nuri inisiatif untuk menyuapin Dewa.


"Aku suapin ya."


"Kalau adek tidak keberatan."


Nuri menyuapkan bubur kemulutnya Dewa, mungkin karna disuapin oleh wanita yang dia cintai sehingga Dewa makan dengan lahap meskipun saat ini dirinya dalam kondisi sakit, sehingga sekarang bubur itu hanya tinggal suapan terakhir, dan setelah itu, barulah Nuri memberikan obat penurun panas yang tadi dibelinya diwarung.


Dewa akan kembali membaringkan tubuhnya saat Nuri berkata, "Kamu sebaiknya tidurnya dikamar saja deh ya agar lebih nyaman."


"Emang boleh dek."


"Tentu saja boleh." jawab Nuri, "Ayok aku bantu." Nuri membantu Dewa berdiri dan menuntunnya menuju kamar.

__ADS_1


****


__ADS_2