
Baik semuanya,,pertemuan untuk hari ini sampai disini,,dan jangan lupa dengan tugas kalian buat persentasi minggu depan,,dengan kata2 itu dosen menutup pembelajarannya,,
Nuri sekarang membereskan kembali buku ataupun alat tulisnya, beberapa orang mahasiswanya mendekatinya,,dan dia mendengar salah satu dari mereka berkata:
ayok kamu sana,
,ih,, gak kamu aja,,
Nuri mendongak,,dia melihat 4 cewek yang dia gak tahu namanya saling dorong,,sampai akhirnya dia berkata,apa kalian ada perlu dengan denganku,,
Nuri melihat meraka salah tingkah,,eh,,seorang gadis berambut panjang berombak memiliki wajah tirus dengan hidung kecil berjalan malu2 kearahnya,,
maaf Nur saya,,katanya terdengar ragu,,Nuri menunggu dengan sabar,,saya agak susah bu dengan pelajaran tentang akuntasi,saya lemah dalam hitung2an,,cewek didepannya itu kembali menunduk takut melihat matanya,
Maryam hanya menatap temannya dengan kening berkerut,,karna gak direspon cewek itu kembali bicara dengan terbata-bata, "Nur." katanya,,dia memandang temen2nya,,meminta dikuatkan, saya,,dan temen saya dia mengedikkan dagunya pada temen2nya yang memandanganya dengan harapan mereka cepat pergi dari sana,,Nuri mengikuti arah pandang mahasiswa yang didepannya kearah temen2nya yang tersenyum canggung padanya, apa kami boleh meminta kami ngajarin kami gakz secarakan kamu pinter tuh akuntasi,,katanya memberanikan diri,."kalau kamu tidak keberatan." katanya cepat2, karna dlihatnya Nuri sekarang memandangnya kembali tanpa berkedip,,
"nama kamu siapa." tanya Nuri bersuara untuk pertama kalinya,,,
"riri,,airin zira mahendra." tambahnya, mereka memang sekelas, tapi mereka belum terlalu mengenal satu sama lain.
mmm,,Nuri mengangguk, "baiklah." ,katanya,,sekilas dia melihat kalau wajah tegang diwajah gadis didepannya terlihat lega dan rilek, "akan saya usahakan karna kamu tau sendiri saya sibuk,,saya akan usahakan cari waktu buat ngajarin kalian akunntasi."
"baik Nur gak apa-apa kok.",,suara cewek yang bernama ririn itu sekarang bersemangat tidak seperti pertama kalinya,
"saya akan hubungin kamu nantinya kata." Nuri menyampirkan tasnya dibahunya,,
Anak-anak itu berkata, "berkata terima kasih Nur.' katanya sambil tersnyum ,untuk pertama kalinya Nuri menyadari ternyata gadis yang didepannya ternyata cewek yang sangat cantik,,Nuri tersenyum dan pergi meningglkan kelasnya.
Masih jam 10 pagi ketika Nuri keluar dari kelas itu,,karna dia gak punya kegiatan apapun,,dia memutuskan untuk pergi kesuatu tempat yang biasa dia datengi ketika dia merasa banyak pikiran
Laju motornya membawanya kesebuah taman kecil yang terletak dipusat kota,,taman itu memang gak sebesar taman2 lainnya yang ada dijakarta,,tapi taman itu bersih dengan berbagai macam pohon2 berbagai jenis yang ditanam sebagai peneduh,,ditengah taman tersebut terdapat danau buatan yang gak terlalu besar,,disekitarnya ditanamai dengan aneka bunga yang sekarang sedang bermekaran,,Nuri duduk dibawah pohon rindang didekat danau beralaskan rumput hijau,,matanya terarah pada kupu2 yang hinggap pada bunga yang bermekaran,,suasana taman pada hari itu memang tidak terlalu ramai karna memang masih jam kerja,,hanya beberapa orang saja yang berlalu lalang,,dia membuka tasnya mengambil buku diari yang dibawanya untuk pertama kalinya biasanya dia gak pernah membawanya,,sejak keinginan bapaknya yang memintanya untuk memilik anak yang tidak bisa diwujudkan dalam waktu dekat, membuatnya selalu ingin menumpahkan keluh kesah dan membagi beban dengan buku yang sudah dianggapnya sahabat tempat mencurahkan segala kegundahan hatinya,,dan sebagian besar tentang satu nama, Dewa suaminya,,dia membuka bukunya,,setiap kali melihat nama yang tertulis dengan huruf besar dibagian pertama bukunya membuat hatinya berdesir,,dia betah berlama-lama memandang nama itu,,melihat nama itu saja mampu membuatnya tersenyum dan melupakn sejenak kegelisahannya,,setelah puas menatap nama itu dia kemudian kembali menggores setiap keluh kesahnya,,,
dear diary
Aku baru pulang kuliah nieh,,ini masih terlalu pagi jadi aku memutuskan untuk pergi ketempat dimana aku bisa membuat hatiku sedikit tenang,,aku gak tau,,apa yang terjadi denganku,,terkadang aku merasa gila karna,,dimana pun aku berada,,aku selalu mengingat satu nama,,satu nama yang membuat ku berdesir jika mengingatnya,,seperti sekarang ini aku berada disebuah taman yang indah,,tempat yang kondusif untuk memikirkannya,,tapi,disatu sisi aku merasa berdosa karna aku bener2 menyadari kalau memikirkannya adalah sebuah kesalahan,tapi aku gak tau lagi harus ngelakuin apa,,aku hanya berharap tuhan mengerti dengan keadaanku dan mengampuni aku yang gak seharusnya aku lakukn,,tapi harapanku,,aku ingin melihatnya walaupun hanya sekali seumur hidupku,,karna aku yakin,,,akan tiba saatnya kami akan bertemu
Dewa, suamiku tercinta.
Nuri menutup buku harian dan meletakkanya disampingnya,,buaian angin menerpa wajahnya menerbangkan rambutnya yang tergarai, Nuri menutup matanya mencoba menikmati setiap hembusan angin,,dia berharap angin juga menerbangkan segala gundah dan gelisah yang bersarang dihatinya,,dia membuka matanya dan dia merasa lebih tenang,,,dia bersandar pada pohon dibelakangnya,,hembusan angin yang lembut tanpa bisa dia cegah membautnya terlelap,,memejamkan matanya perlahan dan membawanya kealam mimpi.
****
Nuri tengah berada disuatu tempat yang tidak dikenalnya,,suasana ditempat itu sangat indah tempat itu seperti taman bunga,,yang menebarkan keharumahan dimana2,,dia melihat penampilannya dari ujung rambut sampai ujung kakinya,,dia memakai gaun putih yang indah seperti gaun pengantin,hal pertama yang dirasakannya dia sangat menyukai gaun yang digunakannya,,dia berputar ditegah taman bunga itu dan gaunnya mengembang dibagian bawah ketika dia berputar,,dia menghentikan memutar tubuhya begitu ada suara dibelakangnya yang menyapanya,,
kamu cantik Nuri,,
dia berputar dan menemukan seorang laki tampan yang juga menenakan pakain indah yang pas dengan badannya,,dewa,,bisiknya tersenyum,,cowok yang dipanggil Dewa itu kemudian menggegam tangannya dan mengarahkannya pada bibirnya Nuri tersipu malu,,dan Dewa kemudian berjongkok didepannya,memandang Nuri yang juga balik menatapnya,dan Dewa mengatakan sesuatu yang membuatnya bahagia
apakah kamu mau menikah dengan aku,,
Nuri tentu saja mau tanpa harus berfikir tapi sebulum dia sempat mengatakan ea,,dia mendengar suara lain yang mengatakan hei dengan cukup keras sehingga mampu mengalihkan perhatiannya dari Dewa,dia memandang sekelilingnya tidak ada orang lain selain dirinya dan Dewa ditempat itu,,karna dia tidak menemukan orang yang berada disana selain dirinya dan Dewa dikembali mengarahkan matanya pada Dewa dan sekarang Dewa juga menghilang,Dewa teriaknya sambil mencoba mencari keberaadn Dewa yang beberapa detik yang tadi bersamanya,dan dia mendengar suara lebih keras lagi dari suaranya dan dia tersentak,,dia membuka matanya perlahan,begitu dia membuka matanya seorang pemuda yang gak dikenalanya tepat berada didepannya,dia mengerjap beberapa kali untuk memastikan kalau itu hanya mimpi tapi begitu pemuda itu semkin dekat dia menyadari kalau itu bukan mimpi, Nuri yang kaget dan terkejut replek mendorong bahu pemuda itu dan mengapai tasnya dan menekapnya tepat didadanya,,dia ketakuatan melirik kiri-kanan,,dan kalau pemuda ini macam2 dia hanya tinggal berteriak karna mereka berada ditempat umum,,,dilihatnay pemuda itu juga sama kagetnya dengan dirinya,tapi mungkin kaget dalam kontek yang lain,mungkin pemuda itu gak menyangka tenaganya bisa sekuat itu untuk mendorongnya sehingga mampu membuatnya terjengkel beberapa meter,,dilihatnya pemuda itu seperti mengelus kameranya yang terbentur ketika dia mendorongnya,,dan ketika diapastikannya kameranya tidak apa2 pemuda itu berkata hai,,,dengan senyum,,
kamu,,gaagap nuri siapa,,
oh pemuda sekarang berdiri dan Nuri juga dengan cepat berdiri semakin menekan tasnya didepan dadanya,,pemuda itu mengulurkan tangannya berniat memperkenalkan dirinya,,
aku bram,,kamu tanyaya balik,,dia memperkenalkan diri tanpa merasa bersalah sedikitpun karna menggagetkan nuri
masih terpaku ditempatnya, nuri memperhatikan tangan pemuda yang bernama bram itu kembali memandang wajahnya didepannya dengn perasaan was2,,hal pertama yang disimpulkan ketika pemuda yang ditaksir seumurannya dengannya itu adalah bahwa pemuda itu tidak baik,,karna pertama cowok itu berambut gondrong dan bertindik walaupun sebenarnya ditengah rasa takut yang dirasakannya dia mengakui kalau cowok itu ternyata tampan,,maryam dengan cepat menggelengkan kepalanya,,dan berkata
maaf saya harus pergi,,dia memandang wajah didepannya yang sekarang menarik tangannya kembali, saya buru2,,dengan sangat cepat dia melangkah melewati pemuda itu,,setelah agak jauh beberapa meter dia berbalik dan masih menemukan pemuda itu berdiri dia kelihatan bingung,,tapi dengan cepat juga dia membalikkan kepalaya sehingga membuat lehernya sakit,,kemudian sayup2 didengarnya pemuda itu berteriak
hei,,,setelah itu dia tidak mendengar apa2 lagi karna dia semakin mempercepat langkahnya,,sementara itu pemuda yang bernama bram,,tersenyum geli sendiri dibelakang gadis yang semakin manjauh itu,,dia tau gadis itu merasakan ketakutan dilihat dari pancaran matanya,,
dasar gadis aneh,,gumamnya,dikira gue mau ngapa2in dia apa,,walaupun gue mau ngapa2in gue harus pilih2 juga lah,,dia jauh banget dari tipe gue,,
bram memungut kameranya yang tergelatak ditanah,,,dan melihat sebuah buku berwarna pink dengan gambar bunga2an,,sesaat dia sadar itu adalah milik gadis yang tadi,,dia berusaha menghentikan gadis yang semakin jauh itu dengan memanggilnya,,untuk mengimpormasikan kalau ada barangnya yang tertinggal
hei,,ada barangmu yang ketinggalan,,tapi sekarang gadis aneh itu sudah menghilang dari pandangannya,,dia tidak berniat sedikit pun buat mengejar gadis itu,,dia mengamankan buku yang diperkirakan adalah sebuah buku harian itu didalam jaketnya,,,dan dia kemudian berlalu menigglkan taman itu,,dengan janji dia akan datang kembali
****
Nuri memiliki sepupu bernama Maryam, dia adalah seorang dosen.
maryam sangat hobi menulis di diarynya, sama seprti yang dilakukan oleh Nuri yang juga hobi menulis diary, inilah curhatan hati maryam di diaryan tentang seorang laki-laki bernama Alfa
Dear diary,,
__ADS_1
12 tahun yang lalu ketika aku masih satu sekolah dengan dia,,eh maksud aku bukannya satu sekolah aja sama dia, tapi aku juga satu kelas dengan dia,masa2 itu kami masih memakai seragam biru putih,anak SMP yang masih ingusan yang kata orang nieh, kalau kita jatuh cinta pada usia segitu dikatakan dengan cinta monyet,,tapi aku menganggap cintaku padanya bukanlah cinta monyet, karna kalau cinta itu hanya cinta monyet, kenapa sampai sekarang aku masih memendam rasa sama dia,,yah,, mungkin orang akan menganggap aku gila atau gimana, entahlah, tapi aku gak peduli, nyatanya sampai sekarangpun setelah dua belas tahun yang amet panjang berpisah dengannya membuat aku masih memendam perasaan padanya,rasa ini selalu aku pendam sendiri dan gak ada satupun orang yang tau akan perasaanku ini termasuk juga dia,,hanya buku diari inilah tempatku selalu mencurahkan segala isi hatiku,,walaupun terkadang aku selalu marah,kesel, terkadang juga aku membantingnya, tapi toh dia selalu menjadi temen yang baik buatku,oh kembali kedia,,setelah lulus smp,aku masih inget ketika dia bersama temen cowok-dan ceweknya mencoret-coret seragamnya sebagai sebuah tanda kalau dia lulus,dan kuperhatika mereka saling membubuhkan tanda tangan masing2 pada seragam yang yang penuh dengan warna pilok warna warni,sedangkan aku sik anak kalem, pemalu, yang mungkin gak akan berani seperti mereka mencoret-coret seragam sekolah ku, walaupun nantinya gak bakalan aku pakai lagi,aku hanya bisa memandangnya dari kejauhan,bukannya apa2,karna aku selalu dididik dari kecil dengan didikan agama yang panatik oleh orang tua ku,mengingat keluarga ku juga berasal dari kalangan yang sederhana membuatku aku selalu berfikir ulang untuk membuang sesuatu yang masih ada manfaatnya bagi orang lain, termasuk seragam yang lagi kukenakan ini. untuk terakhir kalinya, yang jauh2 hari telah aku niatkan akan aku sumbangkan buat anak yang membutuhkan, karna seragam ku masih bagus karna rajinku setrika,,bukannya aku gak pengen kayak meraka merayakan kelulusan dengan eksperesi yang berlebihan kayak gitu,aku pengen sebenarnya, tapi,,aku takut dengan kemarahan ibuku,,eh ralat bukan marah sebenarnya,,seumur hidupku ibu dan bapakku mereka tidak pernah marah sama sekali, meraka adalah orang yang sangat sabar dalam mendidikku,,bukanya karna mereka orang tuaku terus aku membanggakan meraka, bukan, tapi itu memang kenyataanya,,aku membayangkan ketika aku pulang dengan seragam penuh coret2an seperti temen2 ku,,ibu pasti kaget dan bilang,astgafirullah nduk,yah nduk, itu adalah panggilan sayang orang tuaku padaku,ayah dan ibuku adalah orang jawa asli yang tutur katanay halus,dan merantau kejakarta begitu mereka sudah menikah,bajumu kok dicoret kayak gini,,emang negara kita sudah kehabisan kanfas apa,,inget nduk walaupun kamu sudah gak makai seragam itu lagi, seragam itu pasti sangat berguna bagi orang lain,walaupun ibuku gak marah tapi aku ngeri membayangkan kalau sampai aku membuatnya kesel,kembali kita kedia yang terlupakan sejenak,,ketika melihat aku berdiri di dekat papan mading berdiri terpaku menyaksikan keriuhan dan keributan yang diciptkan temen2 seangkatanku, termasuk pandanganku lebih banyak terpokus pada dia, yang sejak awal kuperhatiakan bibirnya selalu menyunggingkan senyum lebarnya,,dia tiba2 mengarahkan pandangannya pada ku, entah kenapa dia tersenyum dan berjalan medekatiku,tentu saja membuatku kaget dan panik,seperti yang aku bilang diawal2 kalau aku dan dia satu kelas,sebenarnya kami satu kelas ketika kelas 9 aja, kelas 7 dan 8 kami gak sekelas,kalau dibilang kami saling kenal, iya, kami saling kenal, tapi gak lebih dari temen sekelas aja,selama aku kenal dia, dia hanya dua kali dia menyapaku termasuk pas hari kelulusan kami yang sedang kutuliskan ini,aku yang pada waktu itu selalu memperhatikannya dari jauh, begitu dia sudah didepanku,apakah ini Cuma perasaanku saja atau Cuma aku saja yang kegeeran, kulihat senyumnya semakin lebar,membuat jantungku berdetak lebih cepat daripada biasanya, was2,,grogi,keringat dingin,,kakiku lemes seperti agar2 yang gak bisa menopang berat tubuhku,sesuatu hal yang sering terjadi ketika begitu aku dekat denganya,pengen rasanya aku sembunyi tapi hal itu gak aku lakukan, setengah hatiku mengatakan kalau aku tidak akan melihatnya untuk waktu yang cukup lama dan aku gak seharusnya aku menghindar,dan dugaanku tepat karna dua belas tahun sudah sekalipun aku gak pernah bertemu dengannya, jangankan bertemu, mendengar kabarnya aja aku gak pernah sama sekali,,begitu dia sudah sampai dihadapanku dia tersenyum,,aku salah tingkah didepannya,,kemudian dia berkata
kamu kok berdiri disini, gak ikut dengan yang lainnya ngerayain kelulusan, ,aku hanya bisa menggeleng tanpa ada yang keluar dari mulutku,,bibirku rasanya terkunci,,kamu pasti luluskan tebaknya,dan tebakannya bener kayaknya dia pantas jadi peramal,aku masih diem,,melihat aku masih terdiam dia kembali menambahkan,,yah pastilah lulus, kamu kan cewek terpintar disokalahan kita,murid kebanggaan para guru,dia bener lagi, aku memang cewek terpintar satu sekolahan bukannya aku sombong atau membanggakan diri, buktinya disekolah elit ini aku meraih beasiswa penuh dan setiap semester aku selalu langganan juara umum, dan pembuktian terakhir kalau aku pintar adalah nilai nem tertinggi kedua sdki jakarta,dia mengulurkan tanganya yang putih bersih,,senyumnya yang manis tidak pernah meninggalkan bibirnya yang kemerahan,,aku menjabatnya dengan sedikit bergetar,,tapi mulutku tetap terkunci,kurasakan tangan halusnya menjabat tanganku erat,dia melepaska tangan ku dan berbalik tanpa menoleh lagi kebelakang, kulihat dia sekarang sudah bergabung dengan temen2nya yang ku perhatikan dari jauh seperti bertanya dia habis ngapain,, kemudian dia menoleh kepadaku lagi tetep tersenyum pastinya, dan temennya juga ikut2an memandangku,,aku hanya tersenyum kaku,,pada akhirnya aku mengutuki diriku yang bodoh karna gak ngomong sama dia tadi, padahal itu kesempatan terakhirku,,sampai sekarang penyesalan itupun masih kubawa.aku selalu bertanya-tanya pada diriku sendiri apakah aku akan bertemu lagi dengan dia,alfa,,yah namanya alfa lengkapnya alfaro adi barata. nama yang bagus dan keren seperti orangnya pastinya,dan namanya kutulis dengan huruf besar dihalaman pertama setiap buku diari ku,yang tengah aku tulis sekarang ini,
tokk,,tokkk,kututup diariku dengan tergesa-gesa dan mengakhiri curhat ku begitu kudengar suara pintu kamarku diketuk,,
“ndukkk” terdengar suara ibuku yang lembut memanggilku dari luar kamarku yang tertutup,aku buru2 melangkah kearah pintu karna aku gak mau ibuku menunggu dan sebagai anak yang baik dan berbakti, aku juga gak menyahut ibuku dari dalam kamar,kubuka pintu dan kulihat ibuku berdiri didepan pintu,,
“ea,,,bue,”
“nduk makan malem dulu, sudah ada bapak dan tole menunggu”
“baik bue”,sebelum menyusul ibuku keruang tengah, aku memakai jilbab yang selama 15 belas tahun ini selalu menutupi mahkotaku.
Oh yah aku lupa, perkenalkan namaku maryam,tepatnya siti maryam,temen2ku, tetangga2ku, mahasiswaku memanggilku maryam,,banyak yang bilang kalau namaku ketinggalan zaman,gak keren dan bla,,bla,tapi aku gak peduli dengan tanggapan orang tentang namaku,satu hal bahwa aku sangat bangga akan nama pemberian kedua orang tuaku,,ku akui dulu ketika aku masih duduk dibangku sd, aku sering dibuli oleh temen2 ku, karna katanya namaku sama seperti penjual gorengan dikantin sekolah, gara2 hal itulah aku pulang kerumah dengan hujan air mata dengan isakan hampir seperti menjerit,ibuku yang tengah sibuk melayani pelanggangannya yang tengah laris2nya tanpa pikir panjang meninggalkan pelanggannya dengan tergesa-gesa menghampiri aku yang masih beberapa meter dari rumah,,ibu memelukku,,mengelus rambutku yang pada waktu itu belum menggunakan jilbab, setelah aku tenang barulah ibu menanyaiku dengan senyum ramahnya yang selalu membuatku selalu beruntung dilahirkan olehnya,,
“kenapa toh nduk” ibuku bertanya dengan hati2 seolah aku ini barang yang mudah pecah,
kata2 pertama yang kukeluarkan adalah,,
“bue,, maryam mau ganti nama,,maryam gak mau bernama maryam lagi”,,
kulihat ibuku menghela nafas masih diam dan sabar mendengar rengekanku,setelah diem sebentar ibu seperti sudah siap untuk ngomong,,dan dengan suaranya yang begitu pelan dan menenangkan,,
“nduk,, kenapa mau ganti nama,,nama siti maryam kan bagus dan sangat cocok buatmu”
“pokoknya maryam mau ganti nama”,rengekku pada ibu,,
“ea tapi kenapa nduk”,ibu masih bertanya alasanku,,
“maryam dibuli gara2 katanya nama maryam ketinggalan zaman” jelasku ditengah isakanku,kulihat ibu seperti memikirkan sesuatu dan kemudian bercerita panjang lebar yang membuat aku selalu bangga akan namaku samapai kapanpun,,terlebih dahulu ibu menuntunku,,begitu sampai dirumah ibu mendudukakan aku didipan usang,maryam mau dengar cerita suara ibu terdengar sangat lembut,aku tidak menjawab,,aku mengusap air mata yang menggenang dengan punggung tanganku,dan kemudian menggguk,,
“dulu,,,kata ibu memulai,,ada seorang gadis muslimah..dan cerita ibu mengalir aku hanya mangut2 mendengar cerita ibuu sampai selsai.”itulah yang membuatku banggaakan namau,,siti maryam nama yang membuatkuen
****
Matahari perlahan masuk dalam peraduannya,,beristirahat setelah melakukan tugasnya menyinari bumi tercinta,,semburat warna jingga menghiasi langit bagai lukisan yang digores dikanpas oleh seniman penuh dengan perasaan cinta,,malam merangkak menjadi gelap yang sekarang diterangi dengan sinar bulan yang bertengger indah menghiasi langit malam ibarat raja yang dikelilingi oleh ribuan bintang2 yang seakan-akan menjadi pengawal setianya,,kumandang azan saling bersahutan memanggil umat muslim untuk menunaikan kewajibannya pada sang pencipta sebagai salah satu bentuk kepatuhan,,diantara kerumunan orang yang berhamburan keluar dari masjid,,aku berdiri diluar tembok masjid memeluk alquran yang selalu jadi panutanku,,aku menunggu ibu dan bapakku yang masih melakukan ibadah sholat sunat,mataku mengawasi setiap sosok yang satu persatu keluar dari masjid,,terkadang tetanggaku berhenti untuk menyapaku,bebarapa detik aku melihat ayah dan ibu berjalan kearahku
ngapain toh disini nduk tanya bapakku begitu didekat,
ibu kira kamu sudah pulang duluan,,sahut ibuku lagi,,
mari duluan pak ali sapa seorang yang aku kenal adalah tetangga kami pak agung yang berjarak 2 rumah dari rumahnya,
mari,mari,,pak agung,kami juga akan pulang,,bapak membalas,,nah sekarang mari kita pulang ajak bapaknya kemudian berjalan duluan,,
maryam dan ibunya berjalan dibelakang bapaknya yang memimpin didepan. Dari masjid kerumah maryam hanya melewati 5 rumah saja,,sehingga biasanya maryam beserta ayah dan ibunya sering sholat berjamaah dimasjid dengan berjalan kaki,beberapa orang yang dikenalanya menyapa mereka dalam perjalanan pulang,sesekali mereka juga berhenti karna sapaan tetangganya,,begitu mereka sampai dirumah,,
nduk,suara bapaknya yang sudah mulai tua menghentikan maryam yang memegang gagang pintu kamarnya dia berbalik memandang bapaknya,nduk boleh bapak bicara sbentar,,
tanpa bertanya dia menjawab,ea pak,sebentar,maryam ganti mukena dulu,
bapaknya mengganguk dan duduk dikursi kayu diruang tengah,maryam bergegas kekamarnya,,bertanya dalam hati ada apa gerangan sampai bapaknya mengajaknya berbicara,gak biasa2nya,apa bapaknya mau mengajaknya untuk menjenguk adiknya yang sekarang berada dijawa,ah kayaknya bukan, dia membatin. karna gak tahan penasaran dia buru2 mengganti mukenanya dan memakai jilbab berwaran hitam dan bergegas menemui bapaknya, maryam menemukan bapaknya tengah duduk dikursi kayu diruang tengah, maryam duduk dibangku panjang diseberang untuk pertama kalinya dia memperhatikan wajah bapaknya dari dekat,,wajah lelah bapaknya yang berjuang keras untuk keluarganya,terlihat kerutan hampir disemua wajahnya,matanya yang teduh selalu membuat maryam tenang bila memandangnya,wajahnya yang ramah yang selalu menarik pembeli untuk membeli dagangannya,melihat wajah tua didepannya pengen rasanya maryam mengambil alih tanggung jawab,tapi dia tau bapaknya pasti akan berkata,
bapak masih sanggup nduk menghidupi kalian dengan keringat bapak sendiri,
bapaknya begitu mandiri dan pekerja keras walaupun honornya sebagai guru SD dan berjualan tahu goreng keliling tidak seberapa,dan walaupun sekarang maryam sudah bekerja dengan gaji yang cukup walaupun memang gak bisa dibilang besar dia bisa membantu keungan keluarganya tapi dengan tegas ditolak bapaknya,,dengan alasan yang sama,
sebaiknya uang itu ditabung nduk,,kalau kamu mau membantu bapak dan ibumu,,tabunglah sedikit penghasilanmu buat biaya sekolah adikmu kelak,adikmu nantinya pasti akan membutuhkan biaya banyak,,kata2 bapaknya itu masih terngiang-ngiang,,adik mu tole tidak sepinter kamu nduk,,dengan kemampuan otaknya yang biasa2 itu dia gak mungkin dapet beasiswa sepertimu,,
setelah puas memandang wajah bapaknya dia berkata dan menarik dirinya kemasa sekarang,kenapa pak, maryam bertanya sambil memperbaiki posisi duduknya,bapaknya tidak langsung menjawab tapi dia melihat wajah muram diwajah bapaknya yang gak seperti biasanya,,maryam hanya duduk menunggu sampai bapaknya bicara,,
nduk,,, suara bapaknya memecahkan keheningan,setelah beberapa detik diam,apa kamu ngak mikirin tentang menikah,,
maryam sedikit terkejut mendengar kata2 bapaknya,,karna ini untuk pertama kalinya bapaknya menanyakan hal itu,,walaupun melati sudah sering mendengar celotehan temen2nya tentang dirinya yang masih hidup sendiri, tapi dia gak ambil pusing dengan ledekan temen2nya dia cendrung menaggapinya dengan santai dan berkata
jodohku masih dipingit oleh tuhan jawabnya setiap kali ditanya kapan menikah,tapi ketika mendengar bapaknya yang langsung bertanya tetap membuatnya agak merasa tergaanggu,
mmm,,maryam terdiam gak tau harus menjawab apa,
bapaknya melanjutkan,umurmu sudah mateng nduk buat berumah tangga,sedangkan bapak dan ibu sudah semakin tua setiap harinya,bapaknya menatap kearah dapur ,dan kembali memandangnya,dikhir usia bapak dan ibu mu ini, bapak pengen menimang cucu darimu,bapaknya memandangnya dengan penuh harapan berharap maryam mengatakan “ea” untuk segara menikah,adikmu kan masih kecil belum bisa diharapkan untuk menikah lanjutnya karna melihat maryam belum juga menaggapi kata2nya,,maryam hanya menunduk gak tau harus menjawab pertanyaan bapaknya,dia hanya memilin-milin ujung jilbabnya,karna memang dia juga belum memiliki calon,kalau boleh jujur sebenarnya hati kecilnya hanya mengaharapkan satu nama sebagai calon pendampingnya suatu saat kelak,satu nama yang selalu terukir dihatinya sejak dulu walaupun dia tau sepertinya hal itu akan sulit mengingat perbedaan mereka seperti langit dan bumi,,memang ada sieh yang mencoba untuk mendekatinya,bahkan ada yang mau mengitbahnya,tapi maryam dengan halus menolak,dengan alasan yang yang dibuat-buat,,belum siap
alfa desahnya tanpa sadar menggerakkan bibirnya,,
apa nduk, kata bapaknya mendengar suara melati yang seperti gumaman,bapaknya seakan mendengar dia mengatakan ea,,,
eh,, ndak pak, ucapnya buru2,sadar dia telah mengungkapkan kata hatinya,dan pada akhirnya dia berkata,
__ADS_1
ea pak,,katanya berharap bapaknya tidak mendesaknya untuk segera menikah,,maryam juga gak mau nunda-nunda untuk mejalankan sunah rasul,,tapi kan bapak tau sen,,
bener kata bapak mu nuduk,,suara ibunya yang baru keluar dai dapur memotong kata2nya,,membawa nampan berisi 3 gelas teh,,ibunya ternyata mendengar percakapannya dengan bapaknya dari dapur atau mungkin ibunya sengaja menguping,,,,menaruh gelas berisi teh panas yang masih mengeluarkan uap panas disodorkannya didepan masing2 pada suaminya dan dua didepan maryam dan dia kemudian duduk didekat putrinya yang terlihat gak nyaman dengan topik pembicaraan yang dimulai bapaknya,
kami sudah tua,ibunya melanjutkan begitu dia sudah duduk kami ingin diakhir hidup kami menimang cucu,
maryam memandang bapaknya yang mengambil gelas yang berisi teh yang masih mengepul terlebih dahulu meniupnya kemudian medekatkannya dibibirnya, nduk kemudian kata bapaknya kembali bicara setelah meletakkan gelas pada meja didepannya,,temen2 seusia mu udah punya anak,,bapak juga gak tau harus menjawab apalagi kalau ditanya temen2 bapak,kemudian maryam merasakan tangan dingin ibunya menggenggam tangannya,
kalian jangan ngomong seperti itu,,balasnya,bapak dan ibu pasti akan melihat maryam menikah dan punya anak,
kamu sudah punya calon nak tembak ibunya secara tiba2,maryam merasa tertohok,,dia berfikir kenapa ayah dan ibunya kompak buat menanyakan hal ini,apa mereka sudah janjian terlebih dahulu, dilihatnya wajah ibunya yang juga sama lelah dan tuanya sama bapaknya,maryam menggeleng pelan,dia kemudian mengangkat wajahnya sedikit untuk melihat eksperesi kecewa yang sudah pasti tergambar diwajah bapak dan ibunyanya,,dan memang pemikirannya gak meleset karna jelas walaupun bapaknya berusaha menyembunyikan rasa kecewanya tetap saja maryam melihat guratan kekecewaan diwajah bapaknya yang berusaha disembunyikan,sedangkan ibunya tersenyum kecewa
maryam kan belum tua2 amet pak,tegasnya membela diri,masalah jodoh itukan urusan allah,kalau sekarang maryam belum nikah yah,,, mungkin itu yang terbaik buat maryam,,
ea,, memang betul timpal ibunya dengan sabar seolah-olah dia lagi menerangkan satu tambah satu sama dengan dua pada anak SD, tapi kan manusia juga harus berusaha untuk menjemput jodohnya toh nduk,
maryam kembali menunuduk mendengar kata2 ibunya yang memang bener, sadar sepintar-pintarnya dia, lulusan S2 inggris,,mengajar disalah satu kampus ternama diibu kota,tetap saja dia gak akan bisa menang berdebat dengan orang tuanya, selama ini memang dia gak terlalu memikirkan akan jodoh walaupun memang berulang kali temennya meledeknya,,dia gak ambil pusing tapi hal mengenai jodoh itu begitu lain begitu kata2 itu lngsung ditanyakan oleh kedua orang tuanya,
ya sudahlah bapaknya berkata,,,maryam yakin kalau bapaknya berkata ya sudah lah artinya pembicaraan ditutup,,kamu istrirahat aja nduk besokkan kamu mesti ngajar,maryam melirik diam2 wajah bapaknya mencari-cari kalau wajah itu memendam amarah,tapi yang dilihatnya tidak ada tanda2 baik dari suara bapaknya yang marah ataupun raut wajahnya tetap tenang dan teduh,,ibunya melepas pegangan tangannya,,
baik pak,,bu,maryam kekamar dulu,dia berdiri melangkah kearah kamarnya,,
setelah menutup pintu dibelakangnya didengarnya bapak dan ibunya menutup pintu kamar mereka setelah mendengr kata2 yang gak jelas didengar dari kamarnya,,begitu dia menutup pintu dia menyadari setetes kristal bening membasahi pipinya,,dia berusaha untuk mengahapusnya,,dia berjalan dengan langkah lebar kearah meja kecil didekat tempat tidurnya dengan sentakan dia membuka laci meja itu,,mengambil buku harian yang tergeletak paling atas dari tumpukan buku harian yang tersusun rapi dibawahnya yang tiap2 lembarannya sudah habis ditulis olehnya, buku harian yang sudah menjadi temen curhatnya selama bertahun-tahun,,dengan pelan dibukanya buku harian yang entah sudah keberapa yang dia tulis,,dia membukanya pelan dan pada lembar pertama buku itu,,tertulis dengan tinta hitam dengan hurup besar2 sebuah nama yang selalu membuatnya bergetar hanya dengan melihat namanya saja,,dibawahnya tertempel fotonya,,yang tengah tersenyum manis memandang kamera,,,kemudian dia membalik lembar demi lembar halaman yang sudah tertulis dan samapai pada halaman kosong yang menunggu untuk ditulis,dia mulai menggoreskan setaiap kata yang ingin ditumpahkan pada buku harin itu,,,
dear diaray,,,
Malam ini,, bulan bersinar dengan terang,bintang2 berkerlap-kerlip dibawah naungan langit malam,,suasana malam ini begitu sempurna dengan angin sejuk yang berhembus meniup dedaunan,,tapi,,,suasana malam yang indah ini tidak sejalan dengan keadaan hatiku,,entah kenapa,,malam ini untuk pertama kalinya bapak dan ibuku menanyakan hal yang selalu aku takutkan buat mereka tanyakan,,aku sedih karna untuk pertama kalinya juga aku gak bisa memenuhi keinginan orang tuaku dalam waktu dekat,,sementara umur mereka semakin tua,,bukannya aku sombong atau sok atau gimana,,memang ada beberapa rekan2 dosenku pernah mendekati,,mencoba untuk mengenalku,bahkan ada yang berniat untuk melamarku,tapi karna suatu alasan yang gak pasti aku menolak mereka dengan cara halus,,
alfa,untuk satu kata itu maryam menulisnya dengan penuh perasaan,
ea,,alfa dia cowok yang gak pernah bisa aku lupain sampai usiaku menginjak 27 tahun,,aku gak tau dimana dia berada,,akupun gak tau kabarnya gimana,ini salah,,jelas sesuatu hal yang salah,,aku menyadari itu,,sebagai seorang muslimah seharusnya aku gak memikirkan orang yang bukan muhrimku,,aku tau ini dosa,,aku tau ini gak boleh,tapi apa dayaku,,,setiap kali sosok itu berusaha aku lupakan,,semakin aku gak bisa dan membuat aku tersiksa yang pada ahirnya membaut aku menyerah,,membiarkan dia kembali mengembara didalam hatiku,,tapi setelah malam ini,,setelah permintaan kedua orang tuaku,,perasaan kuat untuk menghilangkannya tumbuh kembali,,pertanyaan buatku sendiri,, apakah aku bisa,,aku gak tau,,aku hanya akan mencoba buat menepisnya dari fikirnku dan berusaha membuka hati buat orang lain yang sudah pasti bukan sebuah bayangan seperti dia,,walaupun jauh dalam hatiku aku berharap bisa melihatnya walaupun hanya sekali,,alfa,
goresan terakhir itu mengakhiri tulisan maryam dia menutup buku diarynya dan menaruhnya kembali kealam laci bersama dengan buku2 harian yang pernah ditulisnya dan sudah full dengan curhatan tentang satu orang yaitu alfa.
****
Begitu sampai dikampus dan memarkir motornya,,maryam tergesa-gesa berjalan dikoridor kampus menaiki satu persatu anak tangga,,jilbabnya berkibar diterpa angin yang berhembus,,,saking tergesa-gesanya dia gak menyadari ada yang memanggilnya dari belakang,,,
bu,,,teriak seorang gadis dari belakang,,
tapi yang dipanggil terus melangkah tanpa menoleh,,
bu,,bu maryam teriaknya berlari menyusul orang yang dipanggil,,bu maryam teriaknya,,teriak gadis itu tidak meyerah
maryam menoleh dan menemukan mahasiswa yang pernah memintanya untuk membimbingnya,,,tapi dia lupa namanya,,,maryam sekarang berhenti,,,
bu saya ririn,,,
ea kenapa ya,,,maryam bertanya dengan bingung,,,
bu,,ibu jadikan memeberi pelajaran tambahan buat saya dan temen2 saya,,seru gadis yang bernama airin itu,,,
maryam menepuk keningnya,,,astaga,,aduh ibu minta maaf,,soal itu,,kita omongin hal itu nanti yah,,katanya memberi pengertian,,sekarang ibu ada rapat,,maryam melirik jamnya,,dan saya sudah telat,,
oh ea bu jawab airin memandang maryam sampai menghilang ditelan tangga yang dinaiki.
90 menit kemudian maryam keluar ruangan rapat,,dia berjalan beriringan dengan dekan fakultas ekonomi,,
Jadi,,, suara pak beni dekan fakultas ekonomi, saya harap bu maryam lah orang yang tepat sebagai pembicara diseminar dihotel pancasila itu,
baik pak beni saya akan mengusahakan yang terbaik,,ucap maryam,,
pak beni mengagguk-angguk saya sangat mengandalkan bu maryam,,desisnya,,
terimaksih atas kepercayaan yang bapak berikan
mereka berbincang-bicang sampai mereka berpisah,,ketika maryam ingat kalau dia harus memberi kuliah pada mahasiswa tingkat 5,,sedangkan pak beni kembali kesekteriat,,dia memang dateng agak terlambat,,dia dateng ketika rapat sudah berlangsung 10 menit tapi sykurnya dia tidak ketinggalan hal2 penting,,bahkan dia ditunjuk sebagai pembicara yang mewakili kampus tempatya mengajar dalam seminar yang akan diadakan dihotel pancasila yang akan dihadiri oleh mahasiwa fakultas ekonomi disemua universitas dijakarta,,dia memang sering menjadi wakil fakultasnya untuk acara2 semacam itu,,itu karna berkat kepandaiannya dalam berbicara,,sehingga gak mengherankan dia banyak mendapatkan penghargaan,,bahkan dia pernah menerima penghargaan sebagai dosen teladan,,begitu selsai memberi mahasiswa semester 5 kuliah,sebenarnya dia ingin langsung pulang dan istirahat karna dia merasakan badannya pegel2,,tapi begitu sampai dilantai dasar mahasiswa yang menyapanya tadi pagi berjalan kearahnya dan menyapanya,,
siang bu,,,ririn tersenyum ramah,,
siang,,kamu mahaiswa yang tadi pagi itu kansambar maryam sebeleum gadis itu mulai akan memperkenalkan diri lagi,,
gadis itu mengguk ea bu,,, ,
soal pelajaran tambahan itu,,maryam memulai,,ririn hanya memusatkan perhatainnya pada maryam,,saya hanya bisanya hari minggu saja karna dihari2 lain jadwall saya padat,,
ririn tersenyum sumringah,,,gak apa2 bu katanya cepat, secepat kereta api ekspres,ibu bisa meluangkan waktu buat memberi pelajaran tambahan saya sudah seneng ucap ririn tulus,
__ADS_1
baiklah nanti saya kabarin lebih lanjut lewat email yah,,
ea bu,,,maksih bu,,,kata ririn sebelum maryam jauh,,