
Mereka jalan-jalan keliling mall saling bergandengan tangan, dunia teras indah memang kalau jatuh cinta, dunia serasa milik berdua, yang lain ngontrak, itulah mungkin kata yang tepat untuk mengambarkan perasaan Nuri dan Dewa saat ini.
"Adek." Dewa menghentikan langkahnya disebuah toko kosmetik.
Nuri otomatis ikut berhenti, "Ada apa kak."
"Adek gak berniat masuk gitu untuk lihat-lihat kedalam."
Toko kosmetik yang ditunjuk oleh Dewa adalah toko kosmetik yang menjual kosmetik yang harganya lumayan mahal ya maklum sieh, kosmetik-kosmetik yang dijual disana adalah keluaran dari brand ternama, Nuri sering masuk kesana saat menemani Imel membeli produk-produk kecantikan, dia hanya sekedar menemani sieh tidak pernah membeli karna kantongnya yang tidak memungkinkan, tapi Imel yang murah hati sering banget membelikannya dan dua sahabatnya yang lain kalau mereka menemani Imel.
Oleh karna harga produk kecantikan disana mahal-mahal dan Nuri yakin suaminya tidak cukup uang untuk membelikannya sehingga
Nuri dengan halus menolak ajakan Dewa.
"Gak kak, lagian perlengkapan make upku masih belum habis kok, jadi ya gak perlu beli untuk sementara."
"Tapi kakak mau beliin adek, selama inikan kakak tidak pernah membelikan adek apa-apa selama menikah."
Inginnya Nuri berkata seperti ini 'Ini toko mahal kak, kakak tidak akan sanggup untuk membeli kosmetik yang dijual oleh toko itu' namun tidak mungkin mengatakan hal yang bisa membuat suaminya malu sehingga Nuri kukuh menolak ajakan Dewa.
"Gak usah kak, beneran deh, yang dirumah saja belum habis kepake, ntar mubazir lagi kalau cuma disimpen doank."
"Hmm, baiklah kalau adek gak mau." akhirnya Dewa tidak berusaha lagi membujuk Nuri.
"Ayok kak kita mending jalan saja."
Dewa hanya mengangguk saat kekasihnya itu menarik tangannya menjauh dari toko kosmetik tersebut.
__ADS_1
"Kak, kita masuk kesana yuk." Nuri menunjuk toko yang menjual berbagai macam aksesoris.
Dewa mengangguk.
Ditoko tersebut menjual aksesoris-aksesoris lucu.
"Adek, cobain deh." Dewa mengambil bando lucu yang berbentuk seperti telinga kelinci, dia memasangkannya dikepala Nuri, "Sumpah adek imut banget."
"Ohh ya, masak sieh."
"Kakak foto ya."
Dewa mengeluarkan ponselnya untuk mengabadikan momen tersebut.
Nuri berpose imut saat Dewa mengambil gambarnya, "Cantik dek, imut." Dewa memperlihatkan hasil gambar yang dia ambil kepada Nuri, "Baguskan."
"Tunggu dulu kak." Nuri mengambil bando yang sama dengan bando yang dipasangkan oleh Dewa dikepalanya, Nuri kemudian memasangkan benda tersebut dikepala Dewa, dan Dewa tidak protes saat Nuri melakukan hal tersebut.
"Nahh, kan sekarang kita couple kak."
"Ayok kak selvi."
Mereka berdua mengambil beberapa gambar, setelah itu mereka berdua tertawa-tawa dengan kekonyolan mereka.
"Lucu ya kak." komen Nuri melihat fotonya bersama dengan Dewa, gadis itu langsung menjadikan foto tersebut sebagai gambar walpafer diponselnya.
"Kakak juga donk jadiin foto kita sebagai walpafer kakak agar samaan."
__ADS_1
"Oke, apa sieh yang gak buat istriku tercinta."
Hal-hal semacam itu mampu membuat senyum Nuri terkembang indah.
Nuri melihat sebuah topi dan meraihnya, "Kak Dewakan sering kerja dibawah sinar matahari, dia butuh topi, jadi aku mau beliin ini untuk kak Dewa." ujarnya membawa topi tersebut ke kasir.
"Kak, ayok keluar." ajak Nuri setelah membayar topi tersebut.
"Udah dek, kok cepat amet."
"Iya kak."
Tatapan Dewa turun pada paperbag yang berada ditangan istrinya, "Adek kenapa gak bilang sieh saat akan bayar, tahu gitukan kakak yang bayarin." Dewa terlihat kesal saat melihat istrinya membayar sendiri belanjaannya, padahalkan niatnya mengajak Nuri jalan-jalan supaya dia bisa membelikan apapun yang diinginkan oleh istrinya itu.
"Apaan sieh kak, jangan manyun gitu donk, lagian aku beli ini untuk kakak lho, masak benda yang aku belikan untuk kakak, kakak yang bayar sieh, kan gak lucu." Nuri mengeluarkan topi tersebut dari paperbag dan memasangkannya dikepala Dewa.
Mendengar penjelasan Nuri tersebut membuat Dewa yang tadinya terlihat kesal kini kembali normal, apalagi saat Nuri memasangkan topi berwarna putih itu dikepalanya, meskipun murah, tapi Dewa sangat senang mendapat hadiah dari sang istri, apalagi saat Nuri memberi pujian kepadanya.
"Tampan banget sieh suami aku ini."
"Adek bisa saja."
"Karna kakak lebih sering bekerja diluar ruangan, jadi kakak butuh topi agar tidak kepanasan."
"Terimakasih adek karna adek begitu sangat perhatian dengan kakak."
"Kembali kasih kakak, kakakkan juga selama ini selalu perhatian sama adek, jadi terimakasih kembali ya kakak."
__ADS_1
****