SUAMIKU TERNYATA PRESDIR

SUAMIKU TERNYATA PRESDIR
NIAT JAHAT JUNDI


__ADS_3

Juli dan Imel sudah pulang, kini tinggal Nuri sendirian, dia nunggu taksi onlien yang dia pesan belum sampai dilokasi, daripada menunggu diluar, Nuri lebih memilih menunggu didalam saja meskipun agak berisik, Nuri beberapa kali mengecek ponselnya untuk memastikan apakah taksi online yang dia pesan telah sampai atau belum, sayangnya, taksi yang dipesannya ternyata masih dalam perjalanan.


"Hai Nur, aku boleh dudukkan." Nuri menoleh ke arah suara yang menyapanya.


"Kak Jundi." gumam Nuri saat melihat siapa laki-laki yang menyapanya, "Silahkan duduk kak." Nuri mempersilahkan.


Jundi membawa gelas berisi minuman ditangannya dan menyodorkannya pada Nuri.


"Tenang saja, itu bukan minuman beralkohol kok, jadi aman." jelas Jundi saat Nuri menatapnya.


"Oh iya, terimakasih kak."


Jundi mengangguk.


"Kenapa sendirian Nur, Imel dan Juli mana." Jundi bertanya karna tidak melihat keberadan Imel ataupun Juli.

__ADS_1


"Mereka sudah pulang duluan kak, aku juga rencananya mau pulang, tapi nunggu taksi online yang aku pesan dulu."


"Pulang, cepat amet, padahal pestanya baru jalan 30 menit lho Nur."


Nuri tersenyum canggung, dia yakin Jundi pasti akan berfikir kalau dia dan kedua sahabatnya katrok, tapi Nuri tidak peduli, dia benar-benar tidak nyaman ditempat seperti ini.


"Aku dan yang lainnya gak nyaman kak soalnya, kami tidak pernah datang ke tempat seperti ini." jujur Nuri yang membuat Jundi mengangguk mengerti.


"Ehh Nur, ayok minum." Jundi menunjuk minuman yang dia bawakan untuk Nuri.


Namun, setelah minuman itu mengaliri tenggorokannya, Nuri merasa agak aneh, kepalanya terasa pening, badannya juga terasa panas, rasanya dia ingin melepas bajunya ditempat itu juga, namun dia masih sedikit kesadaran sehingga dia tidak melakukan hal tersebut, dan hal yang Nuri fikirkan saat ini adalah, dia harus segera pulang sebelum kondisinya semakin bertambah parah.


Nuri mencoba untuk berdiri, dia berhasil berdiri meskipun dengan susah payah, Nuri memegang kepalanya yang agak berat, "Kak, aku pulang dulu ya."


Nuri mulai berjalan dengan sempoyongan, Jundi buru-buru mengejarnya, Jundi meraih lengan Nuri dan melingkarkannya dibahunya, Nuri hanya pasrah karna dia rasanya tidak sanggup berjalan dengan benar.

__ADS_1


"Kamu akan menjadi milikmu malam ini Nuri." batin Jundi jahat, dia memang mencampurkan minuman yang dia bawakan untuk Nuri dengan obat perangsang, hal ini dia lakukan karna begitu susahnya dia menaklukkan Nuri, sementara dia sudah menyukai Nuri sejak dulu.


Jundi akan membawa Nuri ke mobilnya, sayangnya, sebelum hal tersebut terwujud, sebuah suara berat menahannya.


"Apa yang kamu lakukan kepada gadis itu." 


Jundi menghentikan langkahnya dan mencari sumber suara, Jundi bisa melihat seorang laki-laki bertubuh tegap berjalan ke arahnya dengan tatapan penuh emosi, laki-laki yang ternyata adalah Dewa, Dewa yang khawatir terhadap istrinya berhasil melacak keberadaan Nuri melalui ponselnya.


"Lepasin gadis itu." perintah Dewa dengan suara menakutkan begitu sudah ada didekat Jundi, Dewa benar-benar tidak suka melihat istrinya dipegang-pegang begitu.


"Siapa kamu, jangan ikut campur." heran Jundi saat melihat Dewa, ternyata Jundi tidak ingat sama Dewa.


"Bukannya dia laki-laki yang waktu itu makan dengan Imel ya, diakan teman kelas Imel, tapi kenapa dia membawa Imel, apa dia dia berniat jahat sama Imel." Dewa curiga dengan sikap Jundi, apalagi melihat kondisi istrinya yang setengah sadar, makin yakinlah dia kalau Jundi memang memiliki niat jahat.


****

__ADS_1


__ADS_2