SUAMIKU TERNYATA PRESDIR

SUAMIKU TERNYATA PRESDIR
BERTENGKAR


__ADS_3

"Mmm adekk." 


Nuri yang saat ini tengah menyantap makanannya mendongak saat Angell memanggilnya.


"Iya mbak."


"Adek jadikan bercerai dengan Dewa."


Nuri langsung meletakkan sendok yang dia pegang, saat hilang ingatan, selain dia lupa kalau dia pernah menikah dengan Dewa, Nuri juga tentunya melupakan rasa cintanya sama suaminya itu, sedikitpun rasa cinta itu tidak pernah ada untuk Dewa sehingga dia dengan entengnya dia bilang kalau dia ingin bercerai dengan Dewa, bahkan Nuri masih ingat dengan sangat jelas kalau dia berjanji akan membantu Angell untuk bisa bersama dengan Dewa, tapi rasa itu kembali tumbuh, bahkan saat sebelum ingatannya kembali, kelembutan dan perhatian Dewa membuat Nuri kembali jatuh cinta untuk yang kedua kalinya kepada suaminya itu.


"Apa sieh yang pernah aku lakukan Tuhan, saat itu aku berkata tanpa berfikir." namun penyesalan tidak ada artinya, Nuri harus jujur sama Angell, "Aku harus jujur mbak Angell, aku harus bilang sama dia kalau aku mencintai Dewa, dan aku tidak ingin berpisah dengan Dewa."


"Dekk, adek jadikan bercerai dengan Dewa, dan adek juga akan membantu mbakkan untuk bisa bersama dengan Dewa." tanya Angell mengulangi pertanyaannya.


Nuri masih terdiam, butuh keberanian untuk mengatakan hal tersebut, Nuri yakin Angell pasti akan sangat sakit hati dengannya karna dia telah memberi Angell harapan palsu.


"Mbak Angell, maafkan aku mbak."


Kata maaf selalu menjadi pertanda yang kurang baik, dan Angell yakin apa yang dia harapkan dari Nuri tidak akan dia dapatkan.


"Aku mencintai kak Dewa, aku ingin bersama dengannya, sekarang dan sampai maut yang memisahkan kami berdua, jadi aku harap, mbak Angell berhenti mencintai suamiku, ada banyak laki-laki diluar sana yang pastinya suka sama mbak Angell, jadi, aku harap mbak Angell jangan berharap lagi untuk mendapatkan kak Dewa, karna aku tidak akan melepaskannya." ujar Nuri tegas.


Panas membara hati Angell saat mendengar apa yang dikatakan oleh Nuri, dia benar-benar marah sama gadis ingusan yang ada didepannya saat ini, "Berani-beraninya dia bilang begitu sama aku, dia fikir dia siapa, dasar gadis dekil, aku akan merebut Dewa darimu." geram Angell mengepalkan tangannya.


"Bagaimana sieh kamu itu Nuri." Angell tidak memanggil Nuri dengan panggilan adek lagi saking kesalnya, "Kamukan sudah berjanji akan membantu mbak untuk bisa bersama dengan Dewa setelah kamu menceraikannya." 


"Sekali lagi maafkan saya mbak, saya mengatakan hal itu saat saya hilang ingatan, dan waktu itu memang aku sama sekali tidak mencintai kak Dewa, tapi sekarang, ingatanku sudah kembali mbak, cinta itu sudah hadir kembali bersamaan dengan kembalinya ingatanku, aku dan kak Dewa itu saling mencintai mbak, jadi mbak Angell harusnya cukup tahu diri untuk tidak berniat mengganggu hubungan rumah tangga kami."


Meledaklah lahar yang sejak tadi ditahan oleh Angell, tangannya meraih gelas yang berisi jus jeruk dan menyiramkannya diwajah Nuri, "Dasar gadis sialan gak tahu malu, harusnya kamu itu sadar, kamu itu jelek dan dekil, kamu itu tidak pantas bersanding dengan Dewa, paham gak kamu."


Apa yang dilakukan oleh Angell membuat mereka seketika menjadi pusat perhatian orang-orang yang berada dicafe itu, mereka tentunya tidak akan melewatkan adegan drama yang bisa mereka tonton secara live didepan mata mereka.


Nuri bukanlah gadis lemah yang nerima saat dirinya dizholimi begitu, dia mengebrak meja dan bangkit dari posisi duduknya, "Kamu yang wanita sialan." suara Nuri meninggi, dia sangat marah dikata-katai jelek dan dekil oleh Angell, memang sieh kulitnya agak hitam, tapi bukan berarti dia dekilkan, "Dasar wanita tidak tahu malu, sudah tahu Dewa itu suamiku, tapi masih saja kamu cintai, dan seharusnya kamu sadar donk, meskipun kamu itu cantik, tapi Dewa sama sekali tidak tertarik sama kamu, dia malah mencintai wanita dekil seperti aku."


Nahh, mulai dari sekarang, mereka yang awalnya merupakan teman akrab dan sekarang resmi bermusuhan.


"Dasar wanita sialan, kalau kamu tidak menjampi-jampi Dewa, dia tidak mungkin cinta sama wanita jelek seperti kamu."


Makin seru deh adu mulut diantara mereka.


"Hehh, jaga ucapanmu, kalau kalah ya kalah saja, gak usah nyebar-nyebar fitnah seperti itu."


Nuri mengambil tasnya, dia sudah bersiap untuk pergi, dia malas meladeni wanita tidak tahu malu yang terobsesi dengan suaminya, namun sebelum Nuri berbalik, rambutnya ditarik oleh Angell yang emosi.


"Wanita brengsek sialan." 


"Akhhhh." Nuri kesakitan karna rambutnya ditarik dengan kuat.


Nuri menggapai-gapai untuk mencari rambut Angell, dan dapat, kini kedua wanita yang sama-sama mencintai Dewa itu saling jambak-jambakan satu sama lain, dan saling berteriak karna kesakitan.


Sementara para pengunjung cafe bukannya melerai kedua wanita tersebut, ehh mereka malah pada asyik menjadi penonton, benar-benar deh warga +62 itu.


Sampai kemudian, ada seorang pemuda yang baru masuk dan sadar kalau dia tidak seharusnya menonton tapi melerai, sehingga dia berlari ke arah kedua wanita yang bertikai tersebut, pemuda yang tidak diketahui identitasnya itu memeluk perut Angell dan menjauhkannya dari Nuri, nieh sik pemuda tahu saja dah mana wanita cantik sehingga dia lebih memilih Angell.


Angell yang tidak terima berontak dan menggapai-gapai, "Dasar wanita jelek dekil, kamu itu benar-benar tidak pantas dengan Dewa, sadar diri donk kamu." 


"Biarpun aku jelek dan dekil, tapi Dewa sangat mencintaiku dan bucin kepadaku, emang kamu, cantik doank tapi gak dicintai sama sekali oleh suamiku." 


Angell semakin berontak, tidak terima dia dengan kata Nuri yang menghinanya.


Manejer restoran itu keluar dan menghampiri tempat kejadian, karna menurut laporan, keributan kedua wanita yang memperbutkan seorang laki-laki itu membuat pengunjung cafe tidak nyaman, laporan sik karyawan itu jelas salahlah, buktinya, para pengunjung cafe malah menjadikan kejadian itu sebagai tontonan menarik.


"Hei hei, ada apa ini, kenapa kalian ribut-ribut direstoran saya hah."


Mendengar suara menggelegar itu membuat Nuri dan Angell yang pada adu mulut langsung menghentikan ocehan mereka.


"Kalau kalian ingin ribut, diluar sana, jangan membuat pengunjung dicafe saya tidak nyaman dengan kelakuan kalian, heran saya, cantik-cantik tapi kalakuan kalian bar-bar."


Dan yah mereka harus menghentikan pertengkaran mereka dan harus pulang dengan membawa emosi dibenak masing-masing.


****


Nuri : Hubungan pertemanan gue dan sik sialan itu sudah berakhir sekarang


Juli : Sik sialan siapa maksud elo

__ADS_1


Nuri : Sik Angell itulah


Imel : Lo sama dia kenapa sieh, bukannya tadi lo sama dia baik-baik saja ya


Juli : Apa yang terjadi Nur, ini pasti karna Dewakan


Nuri : Iya, gue bilang gue mencintai suami gue dan menolak untuk bercerai, ehh dia malah marah dan menyiram gue pakai jus jeruk, menyebalkan sekali gak tuh


Imel : Terus terus, wiehh kayaknya seru nieh cerita


Nuri : Ya kami berantemlah gila, lo fikir gue terima apa dizholomi begitu


Imel : jambak-jambakan begitu maksudnya


Nuri : Gue sieh gak mau ngelakuin hal itu ya, sik sialan itu yang duluan main tarik rambut gue, dan yahh pada akhirnya begitulah yang terjadi, aksi jambak-jambakan tidak bisa dihindari


Juli : Baguslah Nur, emang mana bisa lo menjalin pertemanan dengan laki-laki yang mencintai suami elo


Nuri : Kesel tahu gak gue sama dia, masak gue dibilang dekil dan jelek


Imel : Eh eh, bibirnya itu gak pernah disekolahin kayaknya, kenapa gak lo tampar saja bibirnya


Nuri : Inginnya sieh gue gitu, tapi keburu dipisahin kita sama salah satu pengunung cafe, malah kita disemprot lagi sama manejer dicafe itu


Juli : Mulai sekarang Nur, lo harus menjaga suami lo baik-baik dari yang namanya Angell, tuh perempuan kayaknya berniat ngerebut Dewa dari elo


Nuri : Dia harus ngelangkahin nyawa gue dulu kalau mau melakukan hal itu 


****


Dewa : Adek, adek gak usah nungguin kakak ya, kakak pulang telat soalnya


Nuri : Kak Dewa lembur ya


Dewa : Bukan adek, ada teman kakak yang ngundang kakak makan malam, gak apa-apakan adek


Nuri : Gak apa-apa kok kak


Dewa : Istirahatlah adek


Dewa : Siap adek


Setelah membalas pesan tersebut, Dewa memerintahkan Denis untuk menjalankan mobilnya ke rumah Angell karna Dewa mendapat undangan makan malam dari dari keluarganya Angell.


Keluarga Angell yaitu papa dan mama sangat senang menerima kehadiran Dewa dirumah mereka, mereka sudah menganggap Dewa seperti anak mereka sendiri.


Setelah selesai makan malam, mereka berbincang-bincang diruang tengah, membicarakan tentang bisnis, bahkan kehidupan pribadi tidak luput dari obrolan mereka sampai kemudian papa Ihsan membahas tentang pernikahan.


"Ngomong-ngomong masalah pernikahan, kamu tidak berniat menikah Dewa." 


Mama menimpali, "Jangan betah melajang lho Dewa, umur kamu itu sudah cukup untuk membina rumah tangga


Dewa tersenyum tipis menanggapi ucapan papa Ihsan dan mama, "Mmm, sebenarnya aku sudah menikah om, tante."


Tentunya berita tersebut sangat mengejutkan papa Ihsan dan mama, kecuali Angell tentunya karna sudah tahu akan hal tersebut, Angell tentunya merasa sakit hati saat Dewa membuat pengakuan didepan mama dan papanya.


"Harus gitu Dewa melapor sama mama dan papaku."


"Ohh ya, masak sieh Wa kamu sudah menikah, astaga kamu itu ya Dewa, nikahnya diam-diam tidak memberitahu om dan tante."


"Maafkan saya om, tante, tapi pernikahan saya mendadak, lagiankan om dan tante ada diluar negeri, rasanya saya tidak tega membiarkan om dan tante melakukan perjalanan jauh hanya gara-gara saya, tapi saya janji bakalan menggelar resepsi pernikahan, dan om, tante dan juga Angell sudah pasti menjadi orang pertama yang akan saya undang."


"Beruntung sekali ya Wa wanita yang bisa menaklukkan hati kamu itu, dapat dimana coba laki-laki sebaik dan sesopan kamu masa sekarang ini, sudah baik, kaya lagi." papa Ihsan memuji.


"Tadinya saya fikir Dewa belum menikah gitu lho pa, kan niatnya mau dijodohin gitukan sama Angell." 


Angell hanya bersungut-sungut menahan hatinya yang saat ini bergemuruh hebat didalam sana.


"Papa sieh juga inginnya begitu ma, ingin sekali gitu lho menjadikan Dewa ini sebagai menantu kita, tapi yahh, apalah daya kita ma kalau mereka tidak menyukai satu sama lain." papa Ihsan mengungkapkan kekecewaannya.


"Aku mencintai Dewa ma, pa, tapi gara-gara wanita sialan itu aku jadi tidak bisa bersama dengan Dewa." ingin rasanya Angell meneriakkan hal tersebut.


"Aku dan Angell memang jodohnya berteman om, tante."


"Yahh karna kamu sudah menikah Dewa, tante hanya  berharap Angell juga segera menemukan pujaan hatinya, menikah dan memberikan om dan tante cucu."

__ADS_1


"Amin, saya juga berharapnya begitu tante, semoga Angell mendapatkan laki-laki yang baik seperti om."


"Dewa, kapan-kapan bawa istri kamu itu kemari, tante ingin mengenalnya, pasti ya istrimu sangat cantik sampai membuat jatuh cinta dan menjadikannya sebagai teman dalam hidupmu."


"Jelek dan dekil ma istrinya Dewa, sangat jauh jika dibandingkan dengan putri mama yang cantik ini."


"Dia memang cantik tante."


"Ishh cantik apaan sieh, cantik kalau dilihat pakai sedotan maksud kamu Wa."


"Sudah tante duga."


"Cantik bagi saya tante, yahh mungkin orang lain menganggapnya gadis yang biasa, bisa dibilang, istri saya tidak memiliki keistimewaan apa-apa, tapi saya begitu sangat mencintainya tante."


"Waduhh, kamu manis sekali sieh Dewa." mama jadi iri tuh dengan kesweetan Dewa, "Lihat tuh pa, Dewa begitu sangat mencintai istrinya."


"Papakan juga sangat mencintai mama."


"Papa mah cuma dikata-kata doank cinta, aslinya mah cuek banget orangnya."


"Duhh mama, kita itu sudah tua mama, jangan iri-iri sama yang muda, dulu waktu papa muda jugakan papa sweet bangetkan."


"Ihh papa mah, padahal mama masih muda begini dibilang tua." kebanyakan orang memang menolak saat dibilang tua termasuk mama.


Dewa hanya menahan senyum mendengar perdebatan antara papa Ihsan dan juga mama.


Setengah jam kemudian, Dewa pamit pulang, Dewa berjanji akan datang lagi dengan membawa Nuri.


Angell mengikuti Dewa untuk mengantarkan Dewa sampai depan.


"Wa, bisa bicara sebentar."


Dewa otomatis berbalik saat mendengar permintaan Angell.


"Kamu mau bicara apa Ngell."


Angell terlihat menarik nafas panjang dan menghembuskannya sebelum berkata.


"Wa, aku masih mencintaimu, dan aku tidak bisa melupakanmu sampai sekarang Wa." jujurnya.


Pengakuan Angell untuk yang kedua kalinya itu membuat Dewa mengerutkan kening, "Aku sudah menikah Angell, kamu tahukan itu."


"Aku tahu dan aku tidak peduli Dewa, aku mencintaimu dan aku tidak ingin kehilangan kamu."


"Maafkan aku Angell, kamu adalah sahabatku, dan sampai selamanya kamu adalah sahabatku." valid Dewa.


"Apa yang dimiliki oleh istrimu itu yang tidak aku miliki Dewa."


"Tidak ada, kalau dibilang kamu lebih segala-galanya dibandingkan Nuri, aku mengakui hal itu, tapi memang hatiku pemenang hatiku adalah dia, Nuri, aku bahkan mencintainya pada pandangan pertama."


Angell kemudia meringsek ke arah Dewa, dia memeluk laki-laki itu dengan erat, bibirnya dia arahkan ke leher Dewa sehingga meninggalkan bekas lipstiknya disana.


"Angell apa-apaan sieh kamu, lepasin aku."


"Aku gak mau Dewa, aku mencintaimu, aku tidak bisa hidup tanpamu, jadikan aku yang kedua Dewa, aku rela."


"Apa-apaan seih kamu itu Angell, sudah gila ya kamu, kamu fikir aku adalah laki-laki satu-satunya yang tersisa dimuka bumi ini apa."


Angell ternyata memeluk Dewa dengan sangat erat sehingga membuat Dewa kesusahan melepaskannya.


"Angell lepasin, ntar kalau ada orang yang lihat difikirnya aku ngapa-ngapain kamu lagi."


"Biarin aja, biar kita dinikahkan sekalian."


"Kamu benar-benar sudah gila Angell."


"Aku gila gara-gara kamu Dewa."


"Sial, kenapa Angell berubah menjadi gadis yang tidak tahu malu begini sieh."


Dan setelah dua menit berjuang,  Dewa akhirnya berhasil melepaskan belitan tangannya Angell, dia kemudian buru-buru meninggalkan Angell menuju mobilnya, dan setelah duduk dikursi kemudi, tanpa mengatakan apa-apa Dewa langsung tancap gas meninggalkan rumah keluarga Angell.


"Kenapa Angell jadi seperti ini sieh."


****

__ADS_1


__ADS_2