
Nuri sudah yakin suaminya akan mengabarkan kalau dia akan menjemputnya, sayangnya, apa yang dia harapkan tidak terjadi.
Dewa : Adek, hari ini kakak mau ke luar kota lagi, maafkan kakak karna kakak hanya memberitahu adek lewat pesan doank, dan sekarang kakak tengah dalam perjalanan menuju bandara, sekali lagi maafkan kakak ya adek, jangan marah ya sayang, kakak akan segera pulang untuk menemui adek
"Ihh selalu deh kayak gini, kenapa tidak ngasih tahu dari kemarin-kemarin kek, pas dia dalam perjalanan menuju bandara dia baru ngasih tahu." Nuri tanpa sadar menyuarakan kekesalannya begitu membaca pesan yang dikirim oleh Dewa.
"Lo kenapa ngamuk-ngamuk gitu Nur."
"Lo lihat saja sendiri." Nuri menyodorkan ponselnya pada Juli supaya dia bisa membaca pesan yang dikirim oleh Dewa.
"Kak Dewa keluar kota, ngapain Nur."
"Katanya sieh kerja."
"Kerjaan apaan."
"Gue kurang tahu." jawabnya sewot.
"Malam ini lo tidur sendiri Nur, pasti rasanya berbeda karna lo udah terbiasa tidur bersama suami elo."
"Gue kayaknya mau pulang ke rumah nyak sama babe saja, mana berani gue sendirian dirumah."
"Ihh kesal banget deh gue sama kak Dewa ini, awas saja kalau dia pulang nanti."
"Sudahlah Nur gak usah sewot begitu, lagiankan kak Dewa nyariin lo uang, dia bukannya keluar kota untuk selingkuh."
"Ya dia gak mungkin selingkuhlah, orang dia kere begitu, kalau mau selingkuhkan harus pakai modal." batin Nuri.
****
Nuri bukannya pulang ke rumah orang tuanya seperti yang dia katakan, tapi dia pulang kerumah yang dia tempati bersama dengan Qianu.
"Gue kangen sama suami gue." desahnya saat memasuki rumah, belum apa-apa juga sudah kangen saja dia itu.
Nuri jadi nyesal sendiri karna tidak membalas chat suaminya hanya untuk mengatakan semoga selamat selamata sampai tujuan, oleh karna itu dia mencari ponselnya ditasnya hanya untuk mengatakan hal tersebut.
Nuri : Semoga selamat sampai tujuan kak Dewa, ingat ya, disana jaga mata dan yang paling penting adalah jaga hati, awas lho ya kalau kakak macam-macam.
Nuri terkekeh sendiri saat membaca pesan yang dia tulis sebelum dia mengirimkannya kepada Dewa yang hanya centang satu abu-abu.
"Kak Dewa sepertinya tengah dipesawat."
"Malam ini pasti aku akan sangat kesepian, tidak ada guling hidup yang bisa dipeluk."
__ADS_1
*****
Sepulang kuliah sore tadi, Nuri langsung membaringkan tubuhnya tanpa mengganti pakaiannya, dia terbangun saat hari sudah gelap, dan itupun saat ponsel yang diletakkan sembarangan didekatnya berbunyi nyaring.
"Uhkkk, siapa sieh yang nelpon, ganggu tidur lelap gue saja." suara Nuri terdengar serak.
Tangannya meraba-raba untuk mencari ponselnya, nyawanya langsung terkumpul sempurna saat melihat nama yang tertera dilayar ponselnya, nama suaminya, orang yang dia rindukan, dengan antusias Nuri menggeser simbol telpon berwarna hijau dan menempelkan alat komunikasi itu ditelinganya.
"Halo kak Dewa, apa kak Dewa sudah sampai tujuan dengan selamat." cecarnya begitu sambungan terhubung.
"Halo juga adek, iya, ini kakak baru saja sampai."
"Ahh syukurlah, senang aku dengarnya." rasa kesal karna Dewa memberitahu keberangkatannya didetik terakhir hilang tidak berbekas saat Nuri mendengar suara suaminya itu.
"Kak Dewa." panggilnya dengan suara manja.
"Iya adek ada apa." jawab Dewa sabar.
"Aku kangen."
Dewa disana tersenyum mendengar ucapan istrinya, dia suka saat istrinya bermanja-manja kayak gini.
"Kakak juga kangen adek, tapi adek sabar ya, untuk saat ini kita tidak bisa bertemu dulu."
Dewa menuruti keinginan Nuri, dia mengganti panggilan suara ke panggilan vidio dan kini mereka bisa bertatap muka, mereka sama-sama tersenyum pada satu sama lain.
"Kakak dimana itu."
"Kakak dikamar hotel adek."
"Hotel, kok bisa kakak nginep dihotel, bukanya itu mahal dek."
"Bisa donk adek, kan bossnya yang bayarin, kalau kakak mah mana mampu bayar sewa hotel yang tarif semalam saja sampai jutaan rupiah."
"Kak Dewa, cincinnya dipakaikan kak."
Dewa mengangkat tangannya dan mengrahkannya ke arah kamera untuk menujukkannya kepada Nuri.
"Jangan dilepas ya kak, biar semua orang pada tahu kalau kakak sudah menikah dan supaya cewek-cewek genit tidak mengganggu kakak."
"Iya adek, cincin ini akan selalu melingkar di jari kakak."
"Begitupun dengan aku."
__ADS_1
Pasangan pasutri itu ngobrol cukup lama, mereka membicarakan banyak hal, lebih tepatnya sieh Imel yang banyak ngoceh tentang ini itu bahkan ngoceh tentang hal yang tidak jelas, tapi Dewa dengan sabar mendengarkan curhatan Nuri, sampai gadis itu kelelahan sendiri dan tertidur.
Dewa hanya terkekeh melihat istrinya, tadi Imel meminta ditemenin sampai dia tertidur.
"Selamat tidur kesayanganku, mimpiin kakak ya, kakak akan segera pulang." janji Dewa sebelum mengakhiri panggilan vidio yang saat ini dia lakukan.
Dewa juga membaringkan tubuhnya dikasur empuk kamar hotel, dia harus memejamkan matanya karna besok dia harus bangun pagi-pagi.
****
Sudah dua hari berlalu, tapi Dewa belum pulang juga, namun Dewa rutin menelpon atau mengechat istrinya, meskipun merasa kesepian dirumah sendirian, tapi Nuri mencari kesibukan lain supaya dia tidak galau ditengah kesendiriannya, seperti yang dia lakukan saat ini adalah membuat kue coklat.
"Coba saja kak Dewa ada disini, kak Dewakan suka banget kue coklat." karna hanya sendirian dirumah, makanya dia memakan kue itu sendirian, dia sempat mengundang Juli dan Imel sieh untuk kerumahnya, tapi dua sahabatnya itu tengah ada kesibukan masing-masing sehingga mereka tidak bisa memenuhi undangan Nuri.
Ditengah seperti itu, Nuri mendapat chat dari Angel yang mengajaknya untuk bertemu.
Angel : Adek, mbak lagi free hari ini, ketemuan yuk
Tanpa berfikir Nuri mengiyakan lewat balasan.
Nuri : Boleh kak, ketemu dimana
Angel : Nanti mbak sharlok ya
Nuri : Ohh oke
Nuri bangkit dari duduknya dan bergegas ke kamar mandi, kalau mau keluar seenggaknya dia harus rapikan dan sedikit dandan, Nuri tidak mau kebanting jauh dengan Angel yang cantiknya itu paripurna, dandan saja Nuri tidak ada apa-apanya dengan Angel, apalagi kalau sampai tidak mandi dan tidak dandan, bisa dipastikan dia dan Angel seperti sik itik buruk rupa dan sik angsa yang cantik.
Dan setengah jam kemudian, Nuri sudah siap untuk menemui Angel, gojek yang dia pesan saja sudah menunggu didepan.
Saat sudah duduk dengan nyaman diboncengan gojek, Nuri memberitahukan alamat tujuan yang akan dia tuju.
****
Angel yang datang tepat waktu melambaikan tangannya saat melihat Nuri yang memasuki pintu cafe, Angel berdiri untuk menyambut kedatangan Nuri, gadis kecil yang sudah dianggap sebagai temannya.
Kedua gadis itu saling berpelukan dan tidak lupa juga untuk cupika-cupiki.
"Duduk dek." Angel mempersilahkan dengan sopan.
"Iya kak terimakasih."
Mereka kini sudah duduk dan saatnya untuk mengobrol.
__ADS_1
****