
"Dewa."
Suara panggilan itu membuat Dewa yang saat ini tengah memeriksa berkas mendongak, diambang pintu ruangannya berdiri seorang gadis cantik dengan kulit putih bersih tersenyum sangat manis kepadanya.
"Angel." gumam Dewa saat mengetahui siapa gadis yang memanggilnya tersebut.
Angel adalah sahabatnya sejak kecil, gadis itu tinggal di Amerika mengikuti papa dan mamanya, dan entah kenapa, gadis yang selama dua tahun tinggal di negeri paman sam itu kini ada dikantornya.
Dewa berdiri menyambut sahabatnya tersebut, tentunya dia senang melihat Angel kini ada dihadapannya, kehadiran Angel yang tiba-tiba begini tentu membuatnya surprise.
Angel berjalan mendekati Dewa, dua orang itu berpelukan satu sama lain setelah cukup lama tidak bertemu.
"Sumpah aku kangen banget sama kamu Dewa." ujar Angel saat mengurai pelukannya.
Dewa hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan Angel, "Kamu kenapa tiba-tiba disini sieh, bukannya kamu di Amerika." Dewa bertanya.
"Ohh itu, aku gak betah di Amrik, aku minta mama dan papa untuk ke kembali ke Indo." jelas Angel.
"Jadi sekarang kamu tinggal di Indo."
Angel mengangguk pasti, "Kita bisa ketemu setiap hari sekarang Wa, kita bisa ketemu kapanpun kita mau."
__ADS_1
Dewa mengangguk senang.
"Kamu kapan baliknya sieh, kenapa kamu tidak ngasih tahu aku biar aku bisa menjemput kamu dibandara."
"Kemarin Wa, dan aku memang sengaja tidak memberitahu kamu tentang kepulanganku, aku ingin membuat kejutan gitu, gimana, apa kamu terkejut."
"Tentu saja aku terkejut, aku tidak pernah menyangka sahabat terbaikku tiba-tiba berada diambang ruanganku."
Angel terkekeh,
"Oh ya Wa, ini sudah waktunya makan siangkan, bagaimana kalau kita makan siang bareng, ada banyak hal nieh yang ingin aku ceritakan sama kamu."
"Tentu saja."
****
"Jadi Angel, bagaimana keadaan om dan tante." Dewa bertanya tentang orang tua Angel, orang tua Angel sangat baik kepadanya, bahkan mereka telah menganggap Dewa seperti anak mereka sendiri saat masih tinggal di Indonesia dulu.
"Mama dan papa kabarnya baik kok Wa." jawab Angel, "Makanya kamu main donk ke rumah, ketemu sama mama dan papa, mereka pasti senang banget deh kalau lihat kamu."
"Pasti, aku pasti akan datang menemui om dan tante."
__ADS_1
Angel tersenyum mendengar janji Dewa.
"Terus kamu rencananya apa sekarang."
"Aku sieh rencananya mau kerja diperusahaan papa gitu Wa, bantu-bantu papa."
"Baguslah itu, kamu memang harus melakukan hal itu sebagai anak yang berbakti."
Karna mereka sudah cukup lama tidak bertemu, ada banyak hal yang mereka bicarakan, tapi satupun dari pembicaraan mereka tidak ada yang menyinggung masalah pacar ataupun masalah pernikahan, Angel sangat yakin kalau saat ini Dewa tidak memiliki kekasih, selain tidak terlalu betah tinggal di Amerika, salah satu alasan utama Angel ingin balik ke Indonesia adalah supaya dia bisa dekat-dekat dengan laki-laki yang dia cintai, ya dalam hal ini adalah Dewa, Angel sudah lama menyukai Dewa, hanya saja dia bersembunyi dibalik topeng persahabatan dan belum berani mengatakan tentang perasaannya yang sebenarnya, Angel hanya berharap kalau Dewa juga membalas perasaanya.
Dan seperti janjinya, begitu pulang kantor, Dewa pergi ke rumah Angel untuk menemui mama dan papanya Angel, dia pergi tanpa mengabari Nuri terlebih dahulu.
****
Sudah jam delapan malam lebih, tapi Dewa tidak ada tanda-tandanya akan pulang juga, padahal Nuri sudah memasak makan malam untuk suaminya itu.
Nuri khawatir tentu saja, suaminya tidak seperti biasanya pulang terlambat seperti ini, apalagi nomernya tidak aktif saat Nuri menghubunginya dan itu membuat Nuri semakin khawatir.
"Kak Dewa kemana sieh, kenapa belum pulang juga, malah nomernya gak aktif lagi." Nuri sangat mengkhawatirkan Dewa.
Nuri berulangkali menoleh ke arah pintu berharap Dewa tiba-tiba datang, tapi sayangnya, Dewa tidak kunjung datang juga.
__ADS_1
"Ya Tuhan, jaga dan lindungilah kak Dewa, aku benar-benar khawatir dengannya."
****