
"Mmm, baiklah kalau kamu gak mau." ucap Jundi terlihat kecewa.
"Maaf ya kak, bukannya aku nolak niat baik kakak, hanya saja, aku gak enak gitu merepotkan kakak, apalagi rumah kita berbeda arah."
Sebenarnya sieh Jundi senang direpotin, hanya saja kalau Nuri menolak, dia bisa apa.
"Iya, aku ngerti kok Nur."
Nuri merasa tidak enak juga sieh, apalagi saat melihat raut kecewa diwajah Jundi.
"Ya udah ya, aku ke kantin dulu." pamitnya.
"Iya kak."
Jundi kembali melanjutkan langkahnya menuju kantin yang sempat tertahan karna mengajak Nuri untuk pergi bareng ke pesta ultahnya Tania, begitupun dengan Nuri cs yang juga kembali melanjutkan langkahnya ke kelas untuk mengikuti perkuliahan berikutnya.
"Ehh Nur, lo lihat gak tuh tadi wajahnya kak Jundi, doi kelihatan kecewa banget tahu gak saat lo nolak ajakannya." komen Imel saat perjalanan menuju kelas.
"Baguslah Nur lo nolak ajakannya kak Jundi, kasihankan kak Jundi kalau lo kasih harapan gitu sedangkan lo udah punya suami." Juli menimpali, Juli adalah orang yang paling keras menentang yang namanya perselingkuhan, menurutnya, perselingkuhan hanya dilakukan oleh orang-orang bodoh.
__ADS_1
"Coba saja kak Jundi ngedeketin gue saat gue belum menikah, pasti gue senang banget dah tuh."
Imel merangkul sahabatnya dan mencoba untuk membesarkan hatinya, "Sudah lo gak usah ngeluh gitu Nur, lagian kalau dibandingin sama kak Jundi, kak Dewa itu jauh lebih tampan kok."
"Hmmm." gumam Nuri, dalam hati berkata, "Kak Dewa memang lebih tampan, sayang tidak berpendidikan seperti kak Jundi, dari segi pekerjaan juga, Dewa hanya bekerja serabutan yang gajinya tidak seberapa."
*****
Imel : Udah pada siap-siap gak nieh
Juli : Ini baru jam 4 tepat Cahyo, acaranyakan ntar jam 7, ya kali siapnya-siapnya 3 jam.
Imel : Sebagai seorang wanita, kalau mau tampil paripurna ya siap-siapnya juga kudu lama donk, biar semua mata menatap kearah kita karna terpukau.
Nuri : Dasar genit, inget suami lo Mel
Imel : Ya iya, duhh, gak bisa ngomong salah dikit ya gue
Saat ini Nuri tengah berbaring dikamarnya, sementara Dewa belum pulang, Nuri ingat, dia belum meminta izin sama Dewa, oleh karna itu dia mendial nomer suaminya itu untuk meminta izin, tapi sayangnya panggilannya tidak dijawab oleh Dewa, oleh karna itu Nuri memilih untuk mengechatnya saja.
__ADS_1
Nuri : Kak, teman kelas aku ntar malam mau ngadain pesta, aku boleh datangkan
Tidak ada balasan, hanya centang satu abu-abu.
"Sesibuk itu ya dia sampai jawab telpon gak sempat, balas chat gak bisa." Nuri ngedumel.
Waktu begitu cepat berlalu, tahu-tahunya sekarang jarum jam sudah menunjukkan angka 05.30.
"Mending gue siap-siap sekarang."
Nuri bergegas menuju kamar mandi, dia hanya mandi sekitar 10 menit dan dandan 15 menit, intinya dia tidak seribet Imel deh yang kalau mau pesta-pesta kayak gini butuh waktu dua jam untuk siap-siap.
"Oke beres, gini aja udah cukup kok, gak perlu cantik-cantik banget, toh sudah punya suami juga."
Saat Nuri masih melihat pantulannya dicermin, ponselnya berbunyi, Nuri fikir yang menelpon adalah Dewa, tahunya sopir taksi online yang dipesannya hanya untuk memberitahu bahwa dia sudah sampai ditempat yang disebutkan oleh Nuri.
"Iya, tunggu sebentar ya pak, saya akan keluar nieh."
Nuri meraih tas mungilnya, memasukkan ponsel dan juga dompetnya sebelum keluar, saat Nuri pergi, Dewa belum pulang, tapi Nuri tidak ambil pusing, toh tadi dia sudah mengechat Dewakan untuk memberitahukannya kalau dia akan pergi ke pesta.
__ADS_1
****