
Setelah kaki Gebi yang terkena kuah mi instan diobati oleh dokter dan diberi salep, kini pasangan pasutri itu kembali pulang ke rumah mereka yang sederhana.
"Adek kenapa tidak kasih tahu kakak sieh kalau adek lapar." ujar Dewa saat mereka berada diatas motor saat dalam perjalanan pulang.
"Gimana mau ngasih tahu, elonya tidur, lagian elonya juga yang maruk, elo sudah makan satu porsi nasi goreng, masih saja makan punya gue."
"Habisnya adek bilang gak lapar, daripada mubazir ya lebih baik kakak makankan."
Nuri diam, tidak punya kata-kata lagi untuk membalas Dewa.
"Jadi, adek mau makan apa ini."
"Gue mau sate."
"Baiklah."
Dewa berhanti sebentar dipedagang kaki lima yang menjajakan sate demi memenuhi keinginan istrinya, setelah mendapatkan apa yang Nuri mau, Dewa dan Nuri kembali melanjutkan perjalanan kembali ke rumah.
Setibanya dirumah, Nuri kembali digendong oleh Dewa karna dia masih belum sanggup berjalan dengan normal.
Dewa mendudukkan Nuri disofa sederhana yang sering dia tiduri.
"Sebentar ya adek, kakak ambilkan piring dulu." Dewa bergegas kedapur.
Seharusnya Nuri bersyukur punya suami seperti Dewa yang penuh perhatian dan benar-benar mencintainya.
Dewa kembali dengan piring yang diatasnya ditata sate yang tadi dibelinya.
Nuri menelan salivanya saat melihat daging sapi yang dibaluri oleh bumbu kecap dan kacang, Nuri mengambil satu tusuk sate dan melahapnya, mata terpejam menikmati enaknya sate tersebut.
Melihat Nuri yang terlihat senang begitu membuat Dewa ikut behagia, dalam hati dia berkata, "Ternyata tidak susah membuat kamu bahagia dek, cukup dengan makanan saja."
Dewa mengambil tisu dan mengarahkannya ke sudut bibir Nuri untuk mengelap bumbu sate yang tertempel disudut bibir Nuri.
Nuri hanya membeku saat tisu tersebut menyentuh sudut bibirnya, perasaannya agak gimana gitu, tapi bukan cinta juga sieh.
__ADS_1
"Makannya jangan blepotan donk adek, kayak anak kecil saja." komen Dewa saat selesai mengelap sudut bibir Nuri.
Nuri hanya diam tidak menanggapi, dia lebih memilih menghabiskan satenya.
*****
Karna kakinya masih sakit sehingga Nuri memutuskan untuk tidak masuk kuliah hari ini, dia sudah menitip izin sama sahabatnya.
Nuri : Woee, izinin gue donk, gue gak bisa masuk hari ini
Imel : Nape lu
Juli : Lo kenapa Nur
Nuri : Sakit gue, semalam kaki gue keciprat air panas
Juli : Astagfirullah, tapi lo baik-baik sajakan Nur
Imel : Lo ceroboh amet sieh Nur, lain kali makanya hati-hati
Nuri : Iya gak bisa dibilang baik-baik saja sieh, soalnya kaki gue masih sakit gitu, gak bisa buat berjalan secara normal.
Nuri : Oke, thanks you
Tok
Tok
"Adek Nur."
Saat Nuri selesai membalas pesan kedua sahabatnya, Nuri mendengar pintu kamarnya diketuk oleh Dewa.
"Apa."
"Apa boleh kakak masuk, kakak membawakan sarapan untuk adek."
__ADS_1
"Hmmm."
Dewa mendorong pintu dari luar, dengan membawa nampan sarapan untuk Nuri, Dewa melangkah masuk ke kamar istrinya, kamar yang seharusnya sieh menjadi kamar mereka berdua, tapi berhubung Nuri tidak ingin tidur sekamar dengannya, jadinya deh itu jadi kamar Nuri seorang.
"Pagi adek." sapa Dewa dengan senyum cerahnya, secerah sinar mentari pagi yang menghangatkan bumi.
"Gue tahu kali ini pagi." ketus Nuri.
Namun Dewa tidak memperdulikan nada ketus Nuri, dia malah berkata, "Ayok sarapan dulu."
Dewa ternyata membawakan nasi goreng untuk istrinya, makanan sederhana tapi begitu sangat disukai oleh orang, dan yang memasak adalah Dewa sendiri.
"Lo gak kerja."
"Adek, bisa tidak jangan ber elo gue sama suami sendiri, pakai panggilan yang sopan adek, panggil mas kek."
"Ihh ogah, geli gue." tandas Nuri tidak menyetujui ide Dewa.
"Ya sudahlah terserah adek saya, bagaimana supaya adek senang sajalah." pasrah Dewa tidak mau memaksakan kehendaknya, karna semakin dipaksa, bisa dipastkan Nuri akan membrontak
"Sekarang ayok sarapan, kakak suapin ya."
"Gue sendiri saja."
"Tapikan adek belum sehat."
"Yang sakit itu kaki gue ya bukan tangan gue, jadi kalau sekedar megang sendok doang gue bisa."
"Baiklah."
Dewa menyerahkan nampan tersebut pada Nuri.
"Lo gak kerja." Nuri bertanya.
"Bagaimana kakak bisa kerja adek kalau kondisi adek seperti ini."
__ADS_1
"Perhatian banget sieh dia, jadi terharu gue."
****