SUAMIKU TERNYATA PRESDIR

SUAMIKU TERNYATA PRESDIR
MENGETAHUI KEBENARAN


__ADS_3

Sebagai tuan rumah yang baik, Nuri membuatkan teh untuk Angel.


"Duhh, maaf ya adek kalau mbak ngerepotin kamu."


"Gak ngerepotin kok mbak santai saja."


Dua wanita itu kemudian bicara ngolor ngidul, sampai pada akhirnya, Angell yang memang sejak awal sudah nyaman dengan Nuri menceritakan kalau dirinya baru saja ditolak oleh laki-laki yang dia cintai, meskipun Angell menyebutkan nama laki-laki yang dia cintai dengan gamblang, tapi sedikitpun Nuri tidak berfikir kalau yang dimaksud oleh Angell adalah Dewa suaminya.


"Belagu banget laki-laki bernama Dewa itu, setampan apa sieh dia sampai menolak mbak Angell yang cantiknya kebangetan kayak gini." suara hati Nuri.


"Sudahlah mbak, mbak Angell itu cantik, pasti yang mau sama mbak itu ngantri." Nuri berusaha membesarkan hati Angell karna dilihatnya wajah gadis itu terlihat mendung.


"Ya memang banyak yang mau adek, tapi entah kenapa rasanya sangat susah bagi mbak untuk move on dari Dewa."


"Mbak pasti bisalah, mbak yang semangatlah."


Bertepatan dengan itu, pintu terbuka, reflek Nuri dan juga Angell menoleh ke arah pintu.


"Adekk, ada tamu ya, siapa yang datang, apa temannya adek." Dewa langsung menghentikan ucapannya saat melihat Angell bersama dengan istrinya, Dewa tentu saja kaget


"Angell." gumamnya, sebelum mengalami kecelakaan dan hilang ingatan, Nuri sempat cerita kalau dia punya teman baru bernama Angell, waktu itu Dewa berfikir sudah pasti bukan Angell sahabatnya yang dimaksud oleh Nuri, tapi ternyata setelah melihat Angell berada dirumahnya bersama dengan Nuri, Dewa yakin, Angell yang dimaksud oleh Nuri waktu itu adalah memang Angell sahabatnya, sekaligus wanita yang pernah menyatakan perasaannya kepadanya.


"Dewa." Angell langsung berdiri saat melihat Dewa, matanya melebar saat tiba-tiba melihat Dewa masuk begitu saja ke rumahnya Nuri.


Untuk sesaat, Dewa dan Angell hanya saling menatap satu sama lain, mereka tentu saja sama-sama tidak pernah menyangka akan bertemu disini.


"Dewa, dia ngapain dirumahnya Nuri." suara hati Angell.


"Jadi Angell yang dimaksud selama ini oleh adek Nur adalah Angell sahabatku, sebuah kebetulan yang tidak terduga." suara hati Dewa.


"Kalian sudah saling kenal." intrufsi Nuri membuat kedua orang itu tersadar.


"Jangan bilang Dewa yang dimaksud oleh mbak Angell adalah Dewa suami gue, yang benar saja kak Angell cinta segitunya sama Dewa, emangnya Dewa juga tidak memberitahu ya kalau dia sudah menikahiku." suara hati Nuri.


Dewa dan Angell kompakan mengangguk.


Dewa melangkah masuk dan mendekat kearah kedua gadis yang berarti dalam hidupnya itu, berarti dengan cara yang berbeda, Angell adalah salah satu sahabat terbaiknya, sedangkan Nuri adalah wanita yang sangat dia cintai.


"Dewa, kamu ngapain disini." Angell penasaran.


Begitu tiba didekat sang istri, Dewa langsung melingkarkan tangannya dibahu Nuri, karna Angell sudah menerimanya semuanya dan mereka telah berjanji untuk tidak merasa sungkan satu sama lain setelah pernyataan cinta Angell waktu itu, sehingga membuat Dewa beranggapan kalau Angell tidak mungkin sakit hati kalau dia saat ini akan memperkenalkan Nuri sebagai istrinya.


Mata Angell langsung menatap tidak suka saat tangan Dewa melingkar mesra dibahu Nuri, "Ini apa maksudnya sieh." perasaan Angell menjadi tidak enak sekarang, dia berdoa dalam hati supaya apa yang dia fikirkan tidak terjadi.


"Perkenalkan Angell, Nuri adalah istriku." Dewa memperkenalkan dengan bangga, Dewa tidak tahu apa efek kata-katanya itu untuk Angel, Angell seperti salah satu korban yang kena ledakan bom atom dihirosima dan Nagasaki saat perang dunia kedua.


"Apa, Nuri apa." seru Angell tidak mempercayai pendengarannya, yang dia dengar adalah kalau Dewa memperkenalkan Nuri sebagai istrinya, bukan sebagai kekasihnya.


"Adek Nuri adalah istriku Angell, aku sudah menikahi adek Nuri."


"Jadi..jadi kamu sudah menikah Wa." suara Angell terdengar mencicit, tubuhnya kini juga gemetaran saat mendengar penjelasan Dewa, kalau kemarin dia sakit hati karna mendapatkan penolak dari Dewa, dan kini, hatinya bertambah sakit berkali-kali lipat saat mendengar sendiri dari Dewa kalau laki-laki yang dia cintai ternyata sudah menikah, parahnya lagi, Dewa menikah dengan perempuan yang sudah Angell anggap seperti sahabatnya sendiri.


"Iya Ngell, aku sudah menikah." jawab Dewa dengan santainya dengan senyum bahagia terukir dibibirnya, dia tidak tahu kalau saat ini Angell tengah bersusah payah untuk menguatkan hatinya supaya tidak sampai menangis meraung-raung didepan Dewa.


Nuri yang menyadari kalau laki-laki yang diceritakan oleh Angell adalah suaminya melepaskan rangkulan Dewa dari bahunya, dia sadar kalau saat ini, wanita yang akrab dengannya beberapa menit yang lalu tengah merasakan sakit yang teramat sangat karna mengetahui kalau laki-laki yang dia cintai sudah menikah, dan sakitnya bertambah berkali-kali lipat karna ternyata Dewa menikahinya, wanita yang dianggap sebagai sahabat oleh Angell.


"Aku benar-benar tidak menyangka kalau laki-laki yang ternyata disukai oleh mbak Angell adalah suamiku sendiri, tapi kok mbak Angell bisa suka sama Dewa ya, padahal menurut aku, Dewa gak cakep-cakep amet, dan kalau mbak Angell meminta Dewa kepadaku, aku dengan suka rela menyerahkan Dewa kepadanya." batin Nuri.


Agak kecewa juga sieh Dewa saat Nuri melepaskan rangkulannya dari pundak Nuri, namun toh dia tidak protes sama sekali dengan apa yang dilakukan oleh istrinya tersebut.

__ADS_1


"Mbak Angell, apa mbak Angell baik-baik saja." meskipun tahu kalau Angell saat ini dalam keadaan tidak baik-baik saja, tapi Nuri menanyakan akan hal itu.


Angell yang baik, Angell yang ramah kini seketika berubah membenci Nuri saat mengetahui kalau wanita yang dicintai oleh Dewa adalah Nuri, gadis yang Angell anggap sebagai sahabat, Angell selalu penasaran gadis mana bisa menaklukkan hati Dewa, secantik apalah wanita yang dicintai oleh Dewa, tapi ternyata Angell tidak pernah menyangka kalau wanita yang disukai oleh Dewa adalah wanita seperti Nuri yang kalau dibandingkan dengan dirinya jelas tidak ada apa-apannya, Angell bahkan dalam hati membandingkan kalau dirinya dan Nuri bak langit dan bumi, benar-benar sangat jauh dari segi fisik dan juga otak tentunya.


Angell mengusahakan untuk tersenyum untuk memberitahukan kalau dia baik-baik saja, "Hmm, tentu saja aku baik-baik saja." ujarnya berdusta.


"Syukurlah Angell ternyata bisa menerima semua ini." lega Dewa dalam hati saat melihat kalau sahabatnya tampak baik-baik saja.


"Mmm, sebaiknya aku pulang sekarang, aku sudah lama disini, takutnya nanti mama nyariin aku lagi."


"Kamu sudah mau pulang Ngell, cepat amet, padahal aku baru saja balik."


"Aku sudah lumayan lama disini Wa saat kamu pulang."


"Duduk dululah sebentar, kita ngobrol-ngobrol dulu."


"Aku harus pulang sekarang Wa, lagian aku tidak ngabarin orang rumah kalau aku akan terlambat pulangnya."


"Baiklah kalau kamu sudah ingin pulang Ngell." seru Dewa, "Tadinya sieh aku mau menawarkan untuk mengantarkan kamu, tapi berhubung kamu kamu bawa mobil sendiri, jadi tidak mungkinkan aku melakukan hal itu."


"Baikalah, aku pergi dulu kalau gitu." ujarnya ingin segera pergi dari rumah yang membuatnya sesak nafas, dan tanpa berkata apa-apa sama Nuri, Angell main pergi saja."


"Sebentar ya adek, kakak mau mengantarkan Angell sampai depan dulu." tanpa menunggu persetujuan dari Nuri, Dewa menyusul Angell keluar.


"Apa mbak Angell membenciku karna ternyata aku adalah istri dari laki-laki yang dia cintai." Nuri bermonolog sendiri mengingat bagaimana pandangan yang diberikan oleh Angell kepadanya saat mengetahui kalau Dewa adalah suaminya, "Tapi seharusnya mbak Angell tidak membenciku, aku tidak pernah mecintai Dewa, dan kalau mbak Angell mau, tinggal ambil saja, akan aku berikan cuma-cuma kepadanya tanpa syarat."


Sedangkan didepan, Dewa berpesan pada Angell sebelum Angell menjakankan mobilnya, "Hati-hati dijalan oke, jangan ngebut-ngebut, selalu ingat kalau om dan tante tengah menunggu kamu dirumah."


"Tenang saja Wa, aku sangat menyayangi diriku dan lebih-lebih lagi nyawaku, aku sampai rumah dengan selamat."


"Gadis baik." dari jendela yang terbuka Dewa mengelus puncak kepala Nuri.


"Kabarin kalau sudah sampai Ngell.".


"Hmm." gumam Angel membalas pesan dari Dewa sebelum gadis itu menjalankan mobilnya menjauh dari rumah Dewa.


****


"Mbak Angell sudah pergi." Nuri bertanya saat Dewa kembali masuk.


"Iya."


"Kakak tidak pernah menyangka lho dek kalau Angell yang adek maksud waktu itu adalah Angell sahabat kakak."


"Emangnya aku pernah begitu menceritakan tentang mbak Angell sama kamu."


"Pernah adek sebelum adek kecelakaan dan hilang ingatan." beritahu Dewa, tapi jelaslah Nuri tidak akan mengingatnya karna saat ini ingatannya masih belum kembali.


"Mbak Angell cinta lho sama kamu." sejak dirinya hilang ingatan, Nuri sudah tidak pernah lagi memanggil Dewa dengan embel-embek kak.


"Kakak tahu adek."


"Terus."


"Gak ada terusnya."


"Maksud aku, tanggapan kamu gimana gitu."


"Ya meskipun Angel mencintaiku, tapi aku tidak bisa membalas perasaannya, hal itu disebabkan karna ada seorang gadis cantik yang telah melingkarkan sebuah cincin dijari manisku." Dewa memperlihatkan cincin yang Nuri sematkan dijarinya, cincin couple yang juga dikenakan oleh Nuri.

__ADS_1


Nuri menunduk untuk melihat jari manisnya yang dilingkari oleh cincin yang sama dengan yang dipakai oleh Dewa saat ini.


"Tapi kalau kamu mau sama mbak Angell gak apa-apa kok, aku rela kalau kamu sama mbak Angell."


Kata Nuri barusan jelas saja membuat Dewa menjadi marah, "Adekk, apa sieh maksud adek, kakak itu gak ada rasa sama Angell, kakak hanya menganggap Angell sebatas sahabat, itu saja tidak lebih, kakak hanya mencintai adek, dulu, sekarang dan sampai nanti."


"Tapi mbak Angell itu cantik banget lho, masak kamu tidak kpincut sama sekali sama dia."


"Adek bicara apa sieh sebenarnya, sejak mengalami kecelakaan, adek ucapannya sering ngelantur."


"Aku itu hanya..."


"Sudahlah dek, kakak itu capek mau istirahat, adek mending masuk gieh sana istirahat." perintah Dewa tegas tidak bisa dibantah.


Nuri yang sebenarnya ingin menjodoh-jodohkan Dewa dengan Angel terpaksa mengurungkan niatnya itu dan menuruti perintah Dewa untuk memasuki kamarnya.


*****


"Akhhhhhh....."


"Akhhhhhhh......"


Angell berteriak kencang didalam mobilnya untuk meluapkan rasa sakit hatinya.


"Tuhan, kenapa engkau benar-benar tidak adil, kenapa engkau biarkan laki-laki yang aku cintai hidup bersama dengan wanita yang sudah aku anggap sahabatku sendiri, sakit banget Tuhan." Angell memukul-mukul stir untuk menyalurkan rasa sakit hatinya.


"Apa sieh kelebihan gadis hitam manis itu ketimbang aku, dibandingkan dengan dia, aku lebih segala-galanya, tapi kenapa Dewa malah memilihnya, apa kurangnya aku."


Saking emosinya dan sejak tadi Angell terus saja menyalurkan amarahnya dengan berteriak-teriak dan dia juga tidak terlalu memperhatikan jalanan sehingga dia tidak melihat ada mobil yang melaju cukup kencang dari arah berlawanan, Angell akan menghindar, sayangnya dia terlambat, kecelakaan tidak bisa dielakkan yang membuat tubuh Angel agak terhempas kedepan, untungnya saat itu dia memakai sabuk pengaman sehingga tuh jidat tidak bersilaturrahmi dengan jidatnya, sedangkan badan mobil Nuri dibagian depannya mengalami kerusakaan yang cukup parah.


Seketika orang berkerumun ditempat kejadian perkara.


Angell menangis dan meletakkan kepalanya disetir, "Ya Tuhan, kenapa tidak kau ambil saja nyawaku sekalian agar rasa sesak yang aku alami ini tidak akan terasa lagi."


Saat Angell tengah sibuk menangisi nasib percintaannya yang selalu kandas ditengah jalam, ketukan dijendela mobil yang berdekatan dengan tempat duduknya diketuk oleh dari luar.


"Nona, bisa keluar sebentar gak nona, kita bisa membicarakan ini baik-baik." pinta orang yang bertabrakan dengannya tersebut.


Angell mengangguk, namun dia menghapus air matanya sebelum keluar, begitu tiba diluar, laki-laki muda yang bertabrakan dengannya terlebih dahulu meminta maaf kepadanya, "Maafkan saya nona, saya yang salah dalam hal ini, karna lagi ngobrol ditelpon dengan teman saya sehingga saya menabrak mobil nona sehingga menjadi ringsek begitu, sebagai bentuk tanggung jawab saya, saya bersedia membayar semua biaya mobil nona, oleh karna itu, bisakah nona memberikan nomer ponsel nona dan juga nomer rekening nona."


"Benar-benar laki-laki yang bertanggung jawab." Nuri memuji dalam hati.


"Kamu tidak perlu melakukan hal itu, lagian mobilku sudah aku asuransikan ko." tolak Angell menerima tawaran kebaikan dari laki-laki bertanggung jawab itu, jarang-jarang lho ada laki-laki yang seperti itu.


"Tidak bisa begitu nona, karna saya yang bersalah karna telah membuat mobil nona sampai rusak begini, maka izinkanlah saya untuk membayar biaya kerusakaannya, oleh karna itu, bisakah nona memberikan nomer rekening nona supaya saya bisa memasukkan sejumlah uang untuk membayar biaya kerusakan mobilnya Gebi.


"Sudah aku bilang tidak usah."


"Tapi aku memaksa lho nona."


"Ya sudahlah kalau kamu begitu memaksaku untuk memberi nomer rekeningku itu." Nuri menyebutkan sederet angka kepada laki-laki yang telah mengaku salah kepadanya itu.


"Terimakasih karna telah mau memberikan nomer rekeningnya nona, nona tinggal memberitahu nominal yang nona keluarkan untuk memperbaiki mobilnya dan saya akan mentransfermya."


"Hmm baiklah kalau begitu, terimakasih atas kerjasamanya mbak, saya berharap semoga kita bisa bertemu lagi." ujar laki-laki muda itu sebelum pergi meninggalkan Angell, sedangkan Angel kembali ke mobilnya.


Begitu sudah duduk dengan nyaman dikursi pengemudi, Angel kembali menjalankan mobilnya, dan saat sendirian begini, Angell mulai kembali menangis saat merasakan dadanya kembali sesak


*****

__ADS_1


__ADS_2