Tak Disangka Menjadi Ibu Sambung

Tak Disangka Menjadi Ibu Sambung
Extra part 1


__ADS_3

Beberapa tahun kemudian, Gadis kecil putri sulung Dirga dan Naya itu sekarang sudah menjelma menjadi gadis remaja yang sangat cantik, tapi sayang kecantikan yang dimiliki Gadis remaja itu di tutupi dengan penampilannya yang cupu dan sederhana.


Dan pagi ini keluarga Naya sedang kumpul bersama di meja makan untuk sarapan bersama sebelum memulai aktivitas mereka masing-masing.


" Kak Flo, Kenapa kakak harus berpenampilan seperti itu sih, jelek tahu kak " ucap Dito putra bungsu Naya dan Dirga itu di sela makannya.


" Benar sayang, kamu itu sangat cantik kenapa harus di tutupi sih " kata Naya juga melihat penampilan putri sambungnya itu.


" Memangnya kamu lupa, dulu waktu sekolah penampilan mu seperti apa, pakai bertanya segala " sahut Nadiya yang selalu membela cucu sulungnya itu.


Sedangkan Dirga hanya mendengarkan saja keluarga nya bicara sambil tersenyum melihat kehangatan mereka.


" Memangnya dulu penampilan Bunda seperti apa omah ?" tanya Flo yang jadi penasaran.


" Penampilan bunda mu dulu waktu sekolah lebih parah dari mu sekarang nak, kamu meskipun sederhana dan cupu, tapi masih feminim. Tapi bunda mu, bukan hanya sederhana dan cupu, tapi juga tomboi, bagaimana mau cepat punya pacar coba, penampilannya saja seperti laki - laki " kata omah Nadiya lagi dan langsung mendapat senyuman dari yang lainnya kecuali Naya yang langsung cemberut.

__ADS_1


" Mommy iiiiccchhh... Tidak usah di ungkit juga, penampilan seperti itu lebih baik Mom, jadi tidak ada yang berani membully Naya di sekolah " kata Naya membela diri.


" Nah itu juga tujuan Flo berpenampilan seperti ini Bun untuk menutupi identitas Flo yang sebenarnya, Flo tidak mau orang tahu siapa Flo dan keluarga Flo, kalau sampai mereka tahu bisa banyak teman-teman yang berteman dengan Flo karena Flo berasal dari keluarga yang berada. Flo hanya ingin punya teman yang tulus yang mau berteman dengan Flo tanpa memandang harta, jadi biarkan saja mereka mengira Flo berasal dari keluarga tidak mampu, jadi hanya orang yang tulus yang mau dekat dengan Flo. " kata gadis remaja itu lagi dengan tenangnya.


" Denise setuju dengan kak Flo, jaman sekarang sangat susah mencari teman yang tulus mau berteman dengan kita, apalagi di sekolah elit, pasti banyak kepalsuan di sana " Sahut Denise yang sependapat dengan kakaknya itu.


" Ya sudah terserah kalian saja bagaimana nyamannya, cepat selesaikan sarapannya habis itu kita berangkat bersama " kata Naya dan langsung di anggukan anak - anaknya.


" Hari ini mommy ikut kamu ke perusahaan ya Nay, bosan mommy di rumah terus " kata Nadiya yang memang sudah lama tidak ke perusahaannya, karena sejak Naya menikah dan memiliki anak, semua pekerjaan perusahaan di serahkan Nadiya pada anak dan menantunya itu karena ingin mengurus cucu - cucunya saja.


Jadi sementara para cucunya sekolah, Nadiya akan pergi ke perusahaannya, agar tidak bosan, dan akan pulang sekalian menjemput kedua cucu kembarnya.


Sedangkan Flo tidak mau di jemput karena tidak ingin ada orang yang tahu siapa ia sebenarnya, dan Flo ke sekolah hanya menggunakan sepeda, jadi semua orang tidak tahu kalau Flo ada anak dari orang yang paling kaya di kota itu, dan cucu dari orang yang paling berpengaruh di sana.


Setelah selesai sarapan mereka semua langsung bersiap dengan aktivitas masing-masing, di sini Flo lah yang paling simpel karena ia hanya pergi ke sekolah menggunakan sepeda.

__ADS_1


Berbeda dengan si kembar dan para orang tua yang menggunakan mobilnya masing-masing untuk pergi ke tempat kerja mereka.


" Tidak bareng Naya saja Mom " kata Naya yang melihat ibunya pergi mengunakan mobilnya sendiri.


" Tidak, mommy pakai mobil sendiri saja, biar enak kalau mau pergi kemana pun termasuk bisa pulang terlebih dahulu jadi tidak harus menunggu kamu " sahut Nadiya.


" Baiklah mommy hati - hati ya. Dan kamu sayang, di sini kamu lah yang harus selalu waspada, karena kamu pergi hanya menggunakan sepeda " kata Naya lagi pada putri sambungnya itu.


" Tenang saja bunda, Flo sudah biasa, kalau ada apa-apa tinggal Flo libas saja beres kan " sahut Flo yang sudah berada di sepedanya, tapi masih belum di kayuhnya.


" Ya sudah sekarang cepat kita berangkat, lama - lama nanti telat, hati - hati semua " kata Dirga yang akhirnya bersuara setelah mendengarkan saja dari tadi.


" SIAP... " sahut semua yang langsung berangkat menuju ke tempat tujuan masing-masing.


Begitulah setiap pagi aktivitas keluarga Dirga dan Naya sekarang.

__ADS_1


__ADS_2