
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang juga memperhatikan mereka dari tadi, dengan tatapan tajam sambil berkacak pinggang memperhatikan mereka.
" Ehemm... " dehem orang tua sambil berdiri dengan tatapan yang sangat tajam.
Mereka semua langsung terkejut mendengar itu dan langsung melihat ke arah suara.
" Mamah / Nenek / nyonya besar... " kata mereka yang sangat terkejut melihat kedatangan wanita paruh baya yang begitu mendadak sekali.
" Ada apa ini hmm... Kenapa pagi - pagi sekali sudah ribut seperti ini " kata wanita paruh baya itu dengan masih menatap tajam semua.
" Bunda... " gumam gadis kecil itu pelan dan langsung memeluk Naya.
" Mamah, Kapan mamah tiba, kenapa tidak memberi kabar terlebih dahulu " kata Dirga yang langsung menghampiri ibunya itu.
__ADS_1
" Suka - suka Mamah mau kesini kapan, dan kamu, kenapa kamu berpakaian seperti itu, kurang kerjaan apa pakai pakaian dapur seperti itu " kata Bu Diana ibu ibu Dirga.
Dirga dan yang lain hanya diam saja mendengarkan wanita paruh baya itu memperhatikan mereka.
" Kamu, kamu orang baru di sini, kenapa bocah kecil itu memanggilmu Bunda, memangnya siapa kamu HAH .. " kata Diana sambil menatap tajam ke arah Naya.
Naya yang di tatap seperti itu langsung tertunduk, karena menyadari dirinya hanya sebagai pengasuh saja.
" MAH... Bocah yang mamah sebut itu adalah putri ku mah, darah daging ku, dia cucu mamah juga " kata Dirga yang tidak terima putrinya di sebut seperti itu.
Mendengar seperti itu membuat gadis kecil itu semakin mengeratkan pelukannya pada Naya, sedangkan Naya, ia mencoba memahami situasi dan keadaan sekarang.
" Biar bagaimanapun Mamah mengelak, dia tetap putriku, cucu kandung Mamah. Kalau mamah mau bikin ribut di rumah ku, sebaiknya mamah pulang saja sekarang. " kata Dirga yang berubah menjadi dingin karena kedatangan ibunya itu.
__ADS_1
" Sampai kapan pun mamah tidak akan pernah mengakui dia sebagai cucuku, karena di darahnya Juga mengalir darah wanita miskin itu, untung perempuan itu sudah meninggal, kalau dia masih hidup tidak akan mamah biarkan kamu mengasuh bocah itu, biarkan saja dia bersama dengan ibunya yang miskin itu. " kata Bu Diana dengan angkuhnya.
" CUKUP MAH..., bukankah aku juga sudah sering mengatakan, jangan pernah menghina ibu dari anak ku ini, karena sampai kapanpun aku tidak akan pernah terima, mamah mengerti... " kata Dirga yang sekuat tenaga menahan amarahnya, kalau bukan wanita paruh baya itu yang mengatakannya, mungkin sudah Dirga bungkam mulutnya yang sudah berani menghina almarhum istrinya.
" Bunda, Flo takut " gumam gadis kecil itu pelan dengan masih dalam pelukan Naya.
" Tenang sayang ya, ada Bunda di sini, Flo jangan takut ya " kata Naya sambil menenangkan gadis kecil itu yang tubuhnya mulai bergetar karena menahan rasa takut terhadap wanita paruh baya ini.
" Oh jadi wanita ini adalah ibunya pak Dirga, galak banget, ya ampun mimpi apa aku bakal punya calon mertua seperti ini, pantas saja gadis kecil ini trauma, rupanya bukan hanya Mak Lampir itu, ternyata ada lagi yang membuatnya sampai ketakutan seperti ini ck ck ck... " kata Naya dalam hati sambil diam mendengarkan ibu dan anak itu berdebat.
" Hey kamu... " panggil wanita paruh baya itu dengan kerasnya sambil menunjuk Naya, dan itu membuat Naya dan gadis kecil itu sangat terkejut.
😊🙏 maaf ya teman-teman, hari ini author up nya telat, maklum menjelang lebaran sibuknya berkali lipat 😥 dan untuk beberapa hari ini mungkin author up nya hanya satu episode sehari, nanti setelah lebaran akan author up banyak lagi seperti biasa.
__ADS_1
🙏 Terimakasih sudah membaca cerita ini semoga terhibur 🥰
😊🙏 Mohon maaf lahir batin semua 🙏😊