Tak Disangka Menjadi Ibu Sambung

Tak Disangka Menjadi Ibu Sambung
Part 98


__ADS_3

Tidak lama akhirnya mereka tiba di rumah sakit, dan Dirga langsung di tangani oleh tenaga medis, pada saat Naya dan gadis kecil itu menunggu di depan ruangan tiba - tiba...


" Bunda kenapa baju bunda basah, bunda ngompol ya ?" tanya Flo saat mereka duduk di kursi tunggu depan ruangan.


" Apa... ya Tuhan shiiiith rasanya aku sudah tidak kuat lagi. Suster tolong saya sus... " panggil Naya pada suster yang lewat.


" Bunda kenapa, apa perut bunda sakit ?" tanya gadis kecil itu yang baru memperhatikan keadaan bundanya itu.


" Ya Tuhan, air ketuban nyonya sudah pecah, dokter tolong nyonya ini sekarang, sepertinya akan segera melahirkan " panggil perawatan yang di mintai tolong oleh Naya itu.


Sedangkan Naya sudah tidak kuat lagi untuk bicara dan berbuat apa-apa karena memang begitu merasakan sakit yang luar biasa.


" Baiklah... Ayo kita bawa ke ruang bersalin sekarang " sahut dokter itu yang juga kebetulan lewat dan di panggil oleh perawat yang menolong Naya tadi.


" Jadi bunda mau melahirkan, ya tuhan bagaimana ini, cepat tolong bunda saya dokter " kata gadis kecil itu yang kembali panik dengan keadaan sekarang.

__ADS_1


" Baiklah dek, kami akan membawa nyonya ke ruangan sekarang, sebaiknya adik hubungi keluarga ya " kata dokter itu memberikan pengertian pada gadis kecil itu.


" Baiklah dokter, cepat tolong Bunda saya " kata gadis kecil itu lagi yang bingung mau mengikuti Naya yang langsung di bawa oleh tenaga medis, atau menunggu untuk mengetahui keadaan papahnya sekarang.


Dalam keadaan bingung dan panik akhirnya seseorang yang sangat Flo harapkan datang.


" Sayang, bagaimana keadaan papah mu, kenapa kamu sendiri bunda mu mana ?" tanya Nadiya yang baru datang dengan terburu-buru serta penuh dengan rasa cemas dan khawatir pada menantunya itu.


" Omah... Bagaimana ini Oma, papah masih di tangani dokter di dalam, sedangkan Bunda saat ini sudah di bawa ke ruang bersalin karena sepertinya bunda akan melahirkan Sekarang... Bagaimana Oma Flo bingung " jawab gadis kecil itu yang begitu sangat khawatir dan cemas dengan semuanya.


" APA... Naya mau melahirkan, ya tuhan... Tenang ya sayang, kita hadapi bersama. " kata Nadiya yang juga tak kalah paniknya saat ini karena kondisi anak dan menantunya sama - sama darurat.


Dan saat ini, Dirga yang masih berjuang melawan maut, begitu juga dengan Naya yang sama berjuang nya melahirkan dan menantang maut.


Nadiya serta Flo lah yang paling cemas, panik dan khawatir memikirkan keadaan keduanya.

__ADS_1


Setelah menunggu beberapa saat akhirnya dokter yang menangani Dirga keluar.


" Bagaimana keadaan menantu saya dokter ?" tanya Nadiya yang masih dengan paniknya.


" Papah saya bagaimana dokter ?" tanya gadis kecil itu juga.


" Syukurlah semuanya tidak terlambat, dan kami sudah berhasil mengeluarkan peluru dari dalam perutnya, serta menghentikan pendarahan yang diakibatkan oleh tembakan itu. Dan kini kondisi beliau sudah lebih baik dan tidak ada yang perlu di khawatirkan, tinggal menunggu pemulihan saja lagi " sahut dokter itu menjelaskan dengan nafas leganya.


" Oh ya tuhan syukurlah... Kalau begitu saya titip menantu saya dokter, saya mau melihat keadaan putri saya yang sedang proses melahirkan sekarang " kata Nadiya lagi yang begitu sangat lega setelah tahu kondisi menantunya.


" Baiklah nyonya, kami akan menjaga menantu anda, dan anda bisa fokus menjaga dan menemani putri anda yang sedang melahirkan karena putri anda pasti butuh seseorang saat ini. " kata dokter itu lagi yang tidak keberatan di minta untuk menjaga Dirga.


" Flo tunggu di sini Oma, jadi Oma bisa menemani bunda melahirkan di sana " kata gadis kecil itu yang mengerti dengan keadaan.


" Baiklah sayang, dokter titip menantu dan cucu saya ini ya, saya pergi dulu untuk menemani putri saya di ruang bersalin " kata Nadiya yang bergegas.

__ADS_1


" Baiklah nyonya " sahut dokter itu.


Tanpa menunggu lama lagi Nadiya langsung menuju ke ruang bersalin untuk menemani putrinya melahirkan, sedangkan Flo masih berada di depan ruangan papahnya untuk menemani papahnya yang masih belum sadarkan diri.


__ADS_2