Tak Disangka Menjadi Ibu Sambung

Tak Disangka Menjadi Ibu Sambung
Part 43


__ADS_3

Di perjalanan pulang, Dirga Naya dan Alan sebagai supir, mereka hanya diam saja dengan pikiran masing-masing, sedangkan gadis kecil itu sudah terlelap di pelukan Naya.


Sampai bunyi dering ponsel membuyarkan lamunan mereka.


" Ya hallo Mom " sahut Naya sambil mengusap kepala gadis kecil itu agar tidak terbangun.


" Kamu dimana Nay ?" tanya Nadiya dari sebrang sana.


" Di jalan, kenapa Mom ?" tanya Naya lagi sedangkan Dirga hanya mendengarkan saja di sebelah.


" Pulang Nay, ajak Flora Mamah kangen sama anak itu, Mamah kesepian nih di rumah, pulang ya " kata Nadiya lagi.


" Haah sepertinya tidak bisa Mom, kami capek mau istirahat, besok besok saja ya " sahut Naya yang memang sangat lelah sekali hari ini.


" Mommy tidak perduli, pokonya sekarang kamu pulang, kalau tidak Mamah sendiri yang akan menyusul kamu ke sana, bagaimana " kata Nadiya lagi dan itu sukses membuat Naya sangat bingung


" Duh bagaimana ya Mom, Flo nya sudah tidur Mom, besok saja ya " kata Naya lagi.


" Tidak bisa, kamu pulang atau mommy yang akan ke situ, cepat katakan agar mommy bisa bersiap sekarang " kata Nadiya yang keras dengan keinginannya karena merasa sangat kesepian di rumah.


" Iya Iya, haaah... Baiklah, Naya pulang sekarang mommy tunggu saja di rumah " kata Naya lagi yang mau tidak mau harus pulang.

__ADS_1


" Nah gitu dong, ngalah sama orang tua, ya sudah hati - hati di jalan mommy tunggu di rumah ya " kata Nadiya yang terdengar sangat senang dan langsung mematikan ponselnya.


" Huuh... Kebiasaan deh mommy, Kalau sudah ada maunya tidak bisa di tunda besok, kudu sekarang huuuuh " gumam Naya pelan setelah mematikan ponselnya.


" Ada apa Nay ?" tanya Dirga yang sedari tadi hanya mendengarkan saja.


" Eh enggak Pak, itu cuma ibu saja yang menyuruh untuk pulang, mau tidak mau deh saya pulang, saya ijin pulang ya Pak sebentar " kata Naya


" Baiklah, kalau begitu saya ikut sekalian ya " kata Dirga sambil tersenyum pada Naya.


" Mau ngapain pak ?" tanya Naya yang terlihat bingung.


" Saya juga mau ketemu sama ibu kamu, sekalian mau melamar kamu juga. " jawab Dirga dengan santainya.


" Benar, saya tidak mau menundanya lagi, kasihan anak saya, termasuk saya kalau kelamaan menunggu. " kata Dirga dengan santainya.


Mendengar itu Naya tidak bisa berkata apa-apa lagi, sedangkan Dirga hanya santai saja, dan malah terlihat sangat senang.


" Jadi sekarang kita kemana Pak, pulang atau bagaimana ?" tanya Alan yang hanya mendengarkan dari tadi.


" Kita ke rumah Naya " sahut Dirga sedangkan Naya hanya mengangguk saja mengiyakan.

__ADS_1


Mendengar itu Alan mengangguk dan langsung menjalankan mobilnya menuju ke rumah orang tua Naya.


Naya menunjukkan arah menuju rumahnya, tidak lama akhirnya mereka sampai di rumah itu, mansion yang tak kalah besarnya bahkan lebih besar dari rumah Diana.


" Wow... Ini mansion mu Nay ?" tanya Dirga setelah mereka sampai di depan rumah Nadia.


" Bukan Pak, ini rumah orang tua saya, saya cuma numpang di sini, kan saya baru kerja sama bapak jadi belum bisa beli rumah " sahut Naya yang tidak mau menyombongkan diri.


" Kamu ini ada ada saja, sama saja Nay, berarti rumah kamu juga. " kata Dirga


" Beda pak, selama ini ibu saya yang bekerja, saya mah cuma pengangguran, jadi saya tidak punya apa-apa " kata Naya lagi.


" Kamu ini ada ada saja, kalau begitu pas kamu menikah dengan saya, karena saya sudah memiliki segalanya termasuk anak ya kan. " kata Dirga lagi yang menanggapi candaan Naya.


" Hahahaha... Bapak bisa saja, itu benar pak, paket komplit berarti hehehe... " sahut Naya dan langsung di anggukan Dirga lalu mereka tertawa bersama melupakan sejenak perasaan kesal di hati akibat kejadian tidak mengenakan di rumah orang tua Dirga.


Sedangkan Alan hanya geleng-geleng kepala mendengar candaan bos dan calon nyonya nya ini.


Saat mereka sedang asik tertawa bersama, tiba-tiba...


EEHHHMM... EEHHHMM...

__ADS_1


mendengar itu membuat mereka sangat terkejut.


__ADS_2