Tak Disangka Menjadi Ibu Sambung

Tak Disangka Menjadi Ibu Sambung
Part 68


__ADS_3

Keesokan paginya seperti biasa setelah sarapan Dirga langsung pergi ke kantor setelah itu Naya bersiap mempersiapkan putrinya untuk sekolah.


" Pergi dulu ya sayang, hati - hati sekolahnya. " kata Dirga yang langsung mencium kening putri dai istrinya sebelum berangkat.


" Iya Pah, papah juga hati - hati ya di jalan " sahut gadis kecil itu dengan senangnya.


" Iya sayang, papah pergi dulu ya " kata Dirga lagi yang langsung di anggukan Naya dan gadis kecil itu bersamaan.


Setelah Dirga pergi kemudian Naya dan gadis kecil itu juga langsung bersiap hendak pergi sekolah.


" Yu sayang kita berangkat sekolah. " ajak Naya


" Iya Bunda ayo " sahut gadis kecil itu.


Lalu mereka berdua langsung berangkat sekolah.

__ADS_1


Waktu berlalu begitu cepat dan tidak terasa sudah waktunya pulang sekolah, Naya dan gadis kecil itu pulang ke rumahnya, setelah mengganti pakaian gadis kecil itu langsung beristirahat di kamarnya.


Sedangkan Naya langsung menghampiri Bi Ijah untuk mulai mencari tahu tentang sahabatnya itu.


" Bi, sini dulu bi, boleh Naya bertanya sesuatu ?" kata Naya yang mengajak bi Ijah duduk di kursi taman belakang.


" Iya neng Naya, mau bertanya apa ?" tanya bi Ijah ketika mereka sudah duduk di taman itu.


" Begini bi, bibi kan sudah lama bekerja di rumah ini, saya ingin tahu bagaimana tentang mendiang istri Mas Dirga dulu, maukah bibi menceritakannya pada saya, Naya sangat ingin tahu kisahnya seperti apa " kata Naya yang tidak mengatakan kalau sebenarnya Anggun adalah sahabatnya, dan Naya ingin tahu bagaimana kehidupan sahabatnya itu selama berada di rumah ini.


" Menderita, maksud bibi menderita bagaimana ?" tanya Naya yang sangat terkejut dan juga sangat penasaran.


" Bibi lama sudah bekerja dengan tuan Dirga sebelum tuan Dirga menikah, sampai tuan berkeluarga jadi bibi sangat tahu betul bagaimana kehidupan keluarga tuan. Dulu saat tuan Dirga menikah dengan nyonya Anggun, nyonya besar memang tidak merestui karena nyonya Anggun berasal dari keluarga yang baru saja bangkrut dan bisa di bilang keluarga yang tidak mampu.


" Lalu setiap hari nyonya besar selalu menghina bahkan sampai menyiksa nyonya Anggun tanpa sepengetahuan tuan Dirga. " kata bi Ijah kembali menghentikan ceritanya karena menghapus air matanya teringat tentang ibu dari nyonya kecilnya itu.

__ADS_1


" Apa di siksa bi, kenapa bibi tidak bilang sama mas Dirga, kasihan beliau bi " kata Naya yang juga merasakan sedih tentang sahabatnya itu.


" Sebenarnya bibi ingin sekali mengatakan semuanya pada tuan, tapi nyonya besar mengancam kami semua, kalau kami mengadu pada tuan, maka tidak segan - segan nyonya besar menghabisi nyawa kami, kami takut neng makanya kami hanya diam saja. " Lanjut bi Ijah lagi.


" Ya ampun kejam sekali beliau, dasar tidak punya perasaan " kata Naya lagi yang terlihat begitu sangat kesal mendengar semuanya.


" Setiap hari nyonya Anggun mendapat hinaan dan siksaan dari nyonya besar, bahkan sering kali nona kecil juga menjadi sasarannya dan mereka berdua selalu mendapat siksaan saat tuan tidak ada di rumah... Kasihan sekali nyonya dan nona kecil, mereka juga tidak bisa melawan karena nyonya besar juga mengancam akan menghabisi nyawa nona kecil kalau nyonya Anggun mengadu pada tuan. " kata bi Ijah lagi menceritakan semuanya.


" Ya Tuhan kasihan sekali, pantas saja Flo begitu sangat takut pada neneknya sendiri, ternyata neneknya tidak lebih dari iblis yang tidak punya hati nurani. " kata Naya yang sangat sedih mendengar semuanya.


" Lalu sejak kapan Anggun sakit bi dan sakit apa ?" tanya Naya yang pura - pura tidak tahu.


" Nyonya Anggun sakit ginjal, padahal sebelumnya nyonya Anggun sehat - sehat saja, sampai nyonya besar membawa perempuan yang bernama Lala itu ke rumah ini dan memaksa nyonya Anggun meminum sesuatu dari air dalam gelas yang di berikan non Lala. " kata bi Ijah sambil berkata pelan dan melihat kesana kemari agar tidak ada yang mendengar perkataannya.


Mendengar itu Naya semakin terkejut, dengan semakin penasaran dengan apa yang di katakan oleh BI Ijah, dan Naya semakin takut kalau apa yang ada di pikirannya benar terjadi.

__ADS_1


__ADS_2