
" Kau... " BRAAKH... perkataan Diana langsung terhenti saat seseorang menggebrak pintu dan langsung masuk tiba-tiba ke dalam.
" Dir... Dirga, kenapa kamu bisa ada di sini Nak " kata Diana yang sangat terkejut melihat putranya yang datang tiba-tiba.
" Apa yang sudah Mamah lakukan pada putriku, kenapa mamah tega berbuat seperti ini pada cucu Mamah sendiri darah daging ku Mah, darah Mamah Juga mengalir dalam tubuhnya, kenapa Mah, KENAPA... " kata Dirga yang sekuat tenaga menahan amarahnya setelah melihat dan mendengar sendiri perlakukan sang ibu terhadap putrinya sendiri.
" Tidak Nak, ini tidak seperti yang kamu kira Mamah cuma... "
" Cuma apa Mah... Dengan mata kepala ku sendiri aku melihat mamah mengatakan serta menyakiti putriku sampai seperti itu, apa salahnya Mah, APA... " Teriak Dirga yang sudah hampir tidak bisa menahan emosinya lagi.
Sedangkan Alan hanya diam saja melihat semua itu, berbeda dengan Naya, ia langsung menghampiri gadis kecil itu dan langsung membawa ke pelukannya.
" Sayang, ini Bunda kamu tidak apa-apa nak " kata Naya yang langsung membawa gadis kecil itu agak jauh dari Diana.
" Bunda hiks hiks hiks... Flo takut hiks hiks hiks... " jerit gadis itu pelan sambil memeluk erat Naya.
__ADS_1
" Tenang ya sayang, ada bunda di sini. " kata Naya yang langsung bangkit untuk membawa gadis kecil itu keluar.
" BERHENTI... Siapa kamu beraninya membawa anak itu " kata Diana dengan kesalnya.
Naya langsung berhenti mendengar Diana mengatakan itu.
" Naya, bawa putriku keluar dari sini " kata Dirga yang juga tak kalah kesalnya.
Mendengar itu Naya bingung harus bagaimana dan alhasil Naya hanya berdiri di sana sambil memeluk gadis kecil itu.
" Mah... " ucap Dirga yang sudah sangat kesal karena ibunya itu berkata seenaknya.
" Saya tidak punya apa-apa Nyonya, saya hanya bekerja sebagai pengasuh untuk putri pak Dirga, dan saya juga tidak berani bermimpi untuk jadi menantu dari keluarga nyonya. Tapi kalau pak Dirga dan putrinya meminta, maka saya tidak akan menolaknya " jawab Naya santai sambil mengusap punggung gadis kecil itu yang masih bergetar karena ketakutan.
" Jadi kamu hanya wanita miskin yang bekerja sebagai pengasuh " kata Diana lagi yang langsung di anggukan Naya.
__ADS_1
" Dirga... Kenapa kamu mau mengulangi kesalahan yang sama, apa kamu tidak laku di kalangan atas sampai mencari wanita miskin lagi." ucap Diana seenaknya tanpa memikirkan perasaan putranya yang sudah hampir tidak bisa menahan emosinya lagi.
" Aku tidak perduli Mah, yang aku mau Naya menjadi istriku dan ibu sambung untuk putri, dengan atau tanpa persetujuan dari Mamah. " kata Dirga sambil berlalu di hadapan ibunya.
" Tidak bisa begitu Dirga, Mamah tidak akan Sudi punya menantu miskin lagi, sudah cukup dulu kamu mempermalukan Mamah dengan menikahi perempuan miskin itu, dan sekarang Mamah minta jangan lakukan lagi, malu Dirga malu. " kata Diana yang keras dengan keinginannya.
" Terserah Mamah mau bilang apa, yang jelas Dirga tetap akan menikah dengan Naya. Ayo Nay kita pergi dari sini " setelah mengatakan itu Dirga langsung membawa Naya dan putrinya keluar dari rumah ibunya itu.
Naya hanya mengangguk saja, lalu mengikuti Dirga untuk keluar dari rumah itu sambil membawa gadis kecil itu.
" Tunggu Dirga, kenapa kamu tidak mau mendengarkan Mamah, aku ini mamah mu Dirga, sesekali turuti permintaan Mamah, jangan menikah dengan perempuan miskin lagi, DIRGA... " teriak Diana sambil memanggil putranya itu.
Dirga tidak memperdulikan perkataan sang ibu, ia tetap melangkah keluar membawa putri dan calon istrinya keluar dari mansion ibunya itu.
" Hhhhhggggggrrrrr... Awas kau perempuan miskin, akan ku buat kau mengalami hal yang sama seperti perempuan miskin itu dulu, karena telah berani mendekati putraku dan ikut menikmati harta yang kami miliki, awas saja nanti kamu. " gumam Diana pelan sambil melihat kepergian putranya dengan orang yang di bilang sebagai calon istrinya tadi.
__ADS_1